
Hai... Readers yang baik,
Sebelumnya mohon maaf, kalau hari minggu ini aku tidak meng-up cerita. Karena, hari ini tergoda rayuan mamah-mamah muda yang mengajakku ke salon. Tidak di pungkiri, sebagai wanita kebutuhan itu sering melanda, untuk merelaksasi dan memanjakan diri. mengingat selama pandemi hal itu sangat jarang kulakukan. Izin suami di kantongi, akhirnya berangkat, hingga lupa waktu dan pulang lepas adzan isya. Untungnya suami tidak emosi, Karena memang beliau tidak pernah bisa marah. Namun, aku sadar diri. Aku langsung melayani nya dalam hal perut dan di bawah perut. Hehehehe... Maaf ya jadi curhat ✌
Awalan buat karya ini sebenarnya menentang hati, karena agak berbau konten dewasa. Tapi di sini, aku hanya ingin berpesan bahwa,
Don't judge a book by the cover, karekater Mario yang playboy dan hmm.. begitulah, tapi berhati baik. Lepas dari keputusannya yang menyakiti hati seseorang yang ia cintai. Namun, tetap Mario orang baik.
Setiap orang mempunyai masa lalu, entah itu baik ataupun buruk. Kalau baik, mungkin jalan yang ia tempuh ke depannya akan baik-baik saja, karena tidak ada hati yang bolong akibat luka yang menganga. Tapi kalau buruk, lepaskanlah. Sulit memang, tapi jika tetap di pendam, maka akan lebih sulit lagi untuk melangkah ke depan.
Save your virginity until marriage. Di zaman sekarang ini, s*x sudah bukanlah hal yang tabu. Terkadang ke virginan sudah bukan hal utama. Tapi percayalah, perempuan yang menjaga kehormatannya, akan di nilai plus oleh kaum adam, mereka akan menghormatimu dan menjadikanmu istimewa.
Tepat bulan Desember kemarin, aku dan hubby anniversary. Aku janji padanya akan membuat cerita tentang kita, walau tidak tahu kapan hal itu akan terealisasi.
"Bun, maaf. Aku tidak membelikan apapun di anniveraary kita, hanya sebuah doa yang selalu aku panjatkan. Semoga kita selalu sehat dan di beri umur panjang untuk melihat anak tumbuh besar hingga dia menikah." Kata suamiku, ketika ia tengah menatap putri kami yang sudah terlelap.
Lalu, kami sama-sama berada di tempat tidur, untuk memejamkan mata.
"Aku selalu berdoa, jika saatnya salah satu di antara kita yang harus menghadapNya, aku ingin aku yang lebih dulu. Karena aku tidak bisa hidup tanpamu." Airmata suamiku tiba-tiba meleleh, ia berkata dengan suara gemetar.
Aku pun ikut menangis. "Ngga By, aku juga ga bisa hidup tanpamu, kita akan sama-sama selalu sehat, menua bersama, dan berakhir sama-sama."
"Terima kasih bun. karena kamu mau menerima kekuranganku." Kata suamiku lagi.
Aku langsung menjawab. "Karena sejatinya, manusia tidak ada yang sempurna. Begitupun aku. Dan Allah menyatukan kita dari ketidak sempurnaan menjadi sempurna."
"By the way, aku akan buat cerita tentang kita di noveltoon, By. Ngga apa-apa kan?" Tanyaku, lalu dia hanya tersenyum, tidak mengiyakan dan tidak pula menolak. hehehehehe ......
Satu lagi, terima kasih untuk teman-teman yang telah membaca cerita ini dan memberikan dukungannya melalui like, komen, hadiah poin, dan vote. Walaupun belum dapat berupa materi, tapi komen kalian sangat menyenangkan hati.
Salam kenal, salam sehat, dan sukses selalu untuk kalian semua. Luv U 😘😍🤗