Akibat Pernikahan Dini

Akibat Pernikahan Dini
2 - 13 Terlambat


Deo dan Yuri berebutan kamar mandi, saling dorong dan tak ads yang mau mengalah.


"Ya udah, ayo mandi bareng!" solusi paling tepat yang diberikan oleh Deo.


"Lo mandi di kamar mandi lain sono."


Yuri langsung meyenggol Deo lalu menutup pintu kamar mandi.


Tidak sampai sepuluh menit, mereka turun dengan tergesa-gesa.


"Dad, Mom, kami pergi dulu."


"Enggak sarapan?"


"Enggak, sudah telat."


"Tumben mereka kesiangan?" tanya Ray.


"Mungkin kelelahan habis bikin baby," jawaban praktis yang diberikan oleh Mina, membuat pikiran mereka ke cucu mungil yang tampan atau cantik.


"Aku harus cepat-cepat nyari nama untuk cucu kita."


"Aku juga, dan aku yakin nama cucu kita bakalan panjang, karena Marteen dan Ara pasti tak mau kalah."


Mereka terlalu cepat berpikir tentang cucu, padahal anak dan menantu mereka itu maeih perawan dan perjaka tulen.


Sepnjang perjalanan, Deo dan Yuri sibuk. Bukan sibuk berdebat karena terlambat, tapi sibuk nyanyi


Entah apa yang ada dalam pikiran mereka. Biasanya murid-murid akan cemas saat tahu pasti akan terlambat, tapi mereka justru santai.


Mereka tiba di depan gerbang sekolah sepuluh menit setelah bel berbunyi. Satpam yang menjaga pintu gerbang, langsung membuka pintu.


"Rejeki murid cantik, belum kedipin mata sudah diijinkan masuk."


"Ck, yang bener tuh berkah murid tampan, pesonanya luar biasa, satpam aja sampe meleleh."


Yuri dan deo kembali berdebat di dalam mobil, sudah terlambat, malah semakin terlambat karena obrolan unfaedah.


Tok


Tok


Tok


Ketokan jendela mobil menyadarkan mereka. Deo lalu membuka jendela mobilnya.


"Kenapa, Pak?"


"Kenapa, kenapa! Kalian ngapain berduaan di dalam mobil? Sudah jam berapa ini?"


Pak Hadi, guru BK menatap tajam pada sepasang murid itu.


"Kalian ini kan ketua dan wakil OSIS, bukannya memberi contoh yang baik buat yang lain, malah sama-sama datang terlambat."


"Stop, kalau bapak marah-marah sekarsng, nanti kami jadi tambah terlambat."


Pak Hadi mendengkus.


"Ayo ikut ke ruangan saya."


Sepanjang perjalanan, Deo dan Yuri mencari alasan keterlambatan mereka.


"Dei, kenapa kau terlambat?"


"Hm, adik saya kecelakaan pak."


Adik? Sejak kapan Deo punya adik?


Yuri langsung melirik ke bagian bawah Deo yang sering dia bilang adik kembarnya, Beo. Yuri berpikir, kecelakaan macam apa yang dialami oleh Beo.


Deo yang melihat lirikan Yuri ke Beo, langsung merapatkan kakinya.


Dasar mesum, entar kalau gue kasih lihat Beo, lo pingsan dah!


"Yuri, kenapa kamu terlambat?"


Yuri yang kaget mendengar pertanyaan Pak Hadi, langsung menjawab cepat.


"Adik saya kecelakaan, Pak!"


Gantian, kini Deo yang menatap bagian bawah Yuri.


Kecelakaan apaan Nuri? Kan baru selesai datang bulan?


Dasar mesum, apa lo lirik-lirik? Mupeng?


"Jadi adik kalian kecelakaan?"


"Iya?"


"Kenapa bisa bareng?"


"Itu namanya jodoh, Pak."


"Ya sudah, tapi kalian tetap harus dihukum. Mau lari keliling lapangan sepuluh kali, atau nyanyi di depan semua murid?"


"Nyanyi," jawab Deo dan Yuri cepat.


"Ya sudah, nanti istirahat kalian harus nyanyi di kantin, saya akan mengawasi kalian. Sekarang masuk ke kelas."


Yuri dan Deo langsung masuk ke kelas mereka, yang disambut tatapan aneh guru dan murid-murid, karena tak biasanya duo teladan itu terlambat, apalagi bersamaan seperti ini.


"Kalian kenapa terlambat?"


"Kelamaan belajar Matematika, Bu. Kan sekarang mau ulangan," lagi-lagi Deo dan Yuri menjawab kompak, padahal enggak janjian.


Alasan yang masuk akal agar tidak dimarahin.


Alasan yang sebenarnya adalah Yuri kemalaman nonton drakor, sedangkan Deo main game.


"Ya sudah, duduk dan langsung kerjakan ulangan kalian, waktu kalian sudah berkurang banyak."


Jam istirahat, seperti yang diperintahkan oleh PaknHadi, mereka menuju kantin, bukan untuk jajan, tapi mendapat hukuman.


"Lo duluan, nanti gue nyusul."


Yuri langsung berlari entah ke mana.


Awas kalau dia kabur!


Kurang dari lina menit Yuri sudah tiba di kantin dengan membawa kecrekan yang diambil dari ruang seni.


"Enggak ebak kakau enggak ada musiknya," kata Yuri tanpa ditanya.


"Niat banget sih, lo mau dihukum."


"Sudah, cepat kalian nyanyi!"


Murid-murid yang ada di kantin menatap hersn pada ketua dan wakil OSIS itu.


"Tunggu, ada tang kurang."


Yuri kembali berlsri memasuki salah satu kantin dan membawa mangkok kosong, membuat Deo menghela nafas.


"Ngomong-ngomong, kita nyanyi apaan ini?"


Mereka saling pandang, lalu mendapat ilham. Yuri langsung memainkan kecrekannya.


👦Du di du di dam dam du di du didam


👧Du di du di dam dam du di du didam


👦Du di du di dam dam du di du didam


👧Du di du di dam dam du di du didam


Yuri mulai berkeliling, memberikan mangkok kosong yang kemudian diisi uang oleh sahabatnya, Chia dan Airu.


👦Kamu makannya apa


Sambil menyuapi bakso milik Chia ke mulutnya. Deo yang tak mau kalah, juga mengambil minuman milik Gara.


👦Saya juru masaknya


👧Ada tempe goreng ada ayam goreng


👦Semuanya digoreng oseng oseng oseng


👧Sayurnya pilih saja


👦Semua ada di meja


👧Ada sayur bayem ada tempe bacem


👦Awas pedas sambelnya


👧Masa kecil makan di suapin


👦Mau mimik mama yang buatin


👧Sudah besar


👦Disuapin sama pacar


Pak Hadi tepok jidat, bisa-bisanya lagu itu diplesetin oleh Deo. Murid-murid yang lain cekikikan melihat aksi ketua dan eakil OSIS yang sebenarnya tak pernah akur itu.


👧Du di du di dam dam du di du didam


👦Du di du di dam dam du di du didam


👧Du di du di dam dam du di du didam


👦Du di du di dam dam du di du didam


👧Dia (seharusnya aku) namanya tempe


Sambil menunjuk Gara


👦Dan dia (aku) daging ayam


Menunjuk Chia


Membuat Gara dan Chia melotot


(Semua kata aku diganti dia)


👧Dicampur nasi dan sayur mayur


👦Dia boleh dimakan


👧Jangan di campur sambel


👦Nanti matanya pedih


👧Dia bisa menangis


👦Dia bisa tertawa


👧Gembira riang


👦Du di du di du di dam du di du didam du di du didam


👧Du di du di dam dam du di du didam


👦Du di du di dam dam du di du didam


👧Du di du di dam dam du di du didam


👦Du di du di dam dam du di du didam


👧Kamu makannya apa


👦tempe


👧Saya juru masaknya


👦Ada tempe goreng ada ayam goreng


👧Semuanya digoreng oseng oseng oseng


👦Sayurnya pilih saja


👧Semua ada di meja


👦Ada sayur bayem ada tempe bacem


👧Awas pedas sambelnya


👦Masa kecil makan di suapin


👧Mau mimik mama yang buatin


👦Sudah besar harus bisa


👧Bantu mama kerja dirumah


👦Du di du di dam dam du di du didam


👧Du di du di dam dam du di du didam


👦Du di du di dam dam du di du didam


👧Du di du di dam dam du di du didam


👦Dia namanya tempe


👧Dan dia daging ayam


👦Dicampur nasi dan sayur mayur


👧Dia boleh dimakan


👦Jangan di campur sambel


👧Nanti matanya pedih


👦Dia bisa menangis


👧Dia bisa tertawa


👦Gembira riang


👧Du di du di du di dam du di du didam du di du didam


👦Du di du di dam dam du di du didam


Du di du di dam dam du di du didam


Du di du di dam dam du di du didam


Du di du di dam dam du di du didam


👧Du di du di dam dam du di du didam


Du di du di dam dam du di du didam


Du di du di dam dam du di du didam


Du di du di dam dam du di du didam du di du didam dam


"Yeeee, gue dapat banyak uang dong."


Yuri menunjukan hasil sawerannya.


Pak Hadi hanya bisa menghela nafas. Bukan hanya kenyang karena nyomotin makanan dan minuman orang, tapi mereka malah dapat uang dari hasil hukuman.


Nyesel aku ngasih hukuman seperti ini ke mereka. Kenapa malah jadi mereka yang untung?