Akibat Pernikahan Dini

Akibat Pernikahan Dini
2 - 70 Akhir


Pagi ini Deo dan Yuri sudah bersiap. Mereka akan ke luar negeri untuk melanjutkan pendidikan mereka ke jenjang yang lebih tinggi.


Bedanya, kalau Yuri ke Swiss, maka Deo ke Amerika. Mereka akan berangkat hari ini, tapi di jam penerbangan yang berbeda. Deo dan Yuri bergandengan tangan menuruni tangga, memanfaatkan sisa waktu yang ada untuk bersama.


Hati Yuri merasa merasa berat, berat untuk meninggalkan keluarganya dan berpisah dengan Deo. Memang, kuliah ke Swiss adalah pilihannya, bahkan sejak dulu, sebelum dia dan Deo menikah. Tapi sisi egoisnya tidak ingin melepaskan cita-citanya begitu saja.


Memang harus ada yang dikorbankan. Tidak tahu apakah Yuri akan menyesal atau tidak, dia hanya bisa berdoa, semoga ini yang terbaik dan dia tidak salah melangkah.


"Semua sudah siap?" tanya papi Yuri.


"Sudah."


"Ayo!"


Yuri menoleh ke belakang, memandang rumah yang sudah lama dia tinggali bersama kedua orang tuanya. Rumah yang tidak tahu kapan dia akan melihatnya lagi.


"Saat kamu melangkahkan kaki kamu, kamu harus yakin dengan apa yang ingin kamu tuju," ucap Deo penuh bijak.


Dia pun sama, saat dia melangkah ke luar dari rumah itu saat ini, dia harus yakin dengan pilihannya.


"Tenang saja, semuanya akan baik-baik saja. Aku akan setia padamu, dan akan setiap hari mengabari kamu. Kamu juga harus begitu, harus setia padaku, dan setiap hari mengabari aku. Tidak peduli sesibuk apa pun kita. Nanti saat liburan, aku akan mengunjungi kamu."


Yuri hanya mengangguk, tidak sanggup mengeluarkan kata-kata, karena takut akan menangis.


Perlahan mobil itu meninggalkan area rumah. Yuri memandang kaca jendela, memuaskan matanya untuk melihat kota yang akan dia tinggalkan sebentar lagi. Jalan macet dengan bunyi klakson sana-sini, pedagang kaki lima juga para pengamen, mungkin semua itu akan dia rindukan, bahkan tidak lama setelah kepergiannya.


Langit kini berawan, tidak mendung, tidak juga panas. Persis seperti suasana hati Yuri saat ini. Tidak tahu haruskah dia bersedih atau bahagia.


"Sesampainya kalian di sana, kalian harus langsung mengabari kami, ya."


Mereka akhirnya tiba di bandara. Di sana, sudah ada Chia, Airu, Gara, Qavi, bahkan Rizki yang mengantar kepergian Yuri dan Deo.


Chia dan Airu memeluk Yuri sambil menangis. Mereka sudah bersahabat sejak lama, dan sekarang Yuri akan ke luar negeri, kapan mereka akan bertemu lagi.


"Kalau ada buke ganteng, kamu harus langsung kasih tahu aku. Jangan kamu borong semuanya!" ucap Chia.


Deo lalu memeluk Yuri.


"Aku pasti akan kangen banget sama kamu, Yang."


Yuri juga hanya mengangguk. Lagi-lagi karena dia takut menangis jika mengeluarkan suaranya.


"Kalau ada apa-apa, kamu harus langsung mengabari papi dan mami ya, Sayang."


Mami Yuri mengusap air mata. Ini adalah pertama kalinya dia akan berpisah jauh dan lama dari anak semata wayangnya itu. Begitu juga dengan papi Yuri. Berat hatinya untuk melepas anak perempuannya itu jauh ke negara orang.


Kedua orang tua Deo juga memeluk Yuri, para opa oma, dan yang terakhir sahabat-sahabat Yuri.


"Jangan pernah lepaskan cincin pernikahan kita, ya!" ucap Deo.


"Kamu juga, apa pun yang terjadi, jangan pernah melepaskan cincin pernikahan kita dan tergoda dengan perempuan lain."


"Iya. Masuk, gih!"


Yuri melangkah masuk, menoleh ke belakang dan melambaikan tangannya. Jam keberangkatan Yuri lebih duluan dari pada Deo, jadi dia yang akan pergi lebih dulu.


Sekali lagi Yuri menoleh ke belakang, melambaikan tangannya disertai air mata yang kini tidak dapat lagi dia bendung. Dan sekarang, dia benar-benar melangkah sampai tak terlihat lagi.


Kita akan segera bersama lagi, karena kamu adalah takdirku ... batin Yuri dan Deo bersamaan.


...🌸🌸🌸 TAMAT 🌸🌸🌸...


Tamat, ya🙂


Tapi jangan dihapus dari daftar buku, ya🤭 biar gampang klo ada info apa-apa. Oya, follow akunku dong, kan kalo aku bikin cerita baru, kalian langsung dapat notifikasi 😃


Makasih banyak ya sama yang sudah bertahan sampai bab ini. Kalo ada vote, bisa dikasih ke bab terakhir Deo Yuri, biar mereka enggak sedih karena LDR🥺


Sampai jumpa di cerita yang lain. Thanks untuk pembaca setiaku🥳