
Emily duduk di sebelah Deo, saat Yuri pergi ke toilet.
"Deo, malam minggu nanti kita nonton, yuk," ajaknya sambil memegang tangan pemuda idamannya itu. Deo langsung menepis tangan Emily, dan pindah duduk ke tempat Gara.
"Deo, malam minggu nanti kita nonton, yuk," ajak Chia, sambil memegang tangan Deo, bermaksud meledek Emily.
Brak!
"Deo, kamu mau tidak aku kasih jatah?" ucap Yuri saat masuk ke dalam kelasnya.
"Jangan begitu, nanti aku merana."
"Kayaknya gue tahu dialog itu, deh?" ucap salah satu murid.
"Hm, itu kayaknya ucapnya emak gue kalau lagi berantem sama bapak gue."
"Iya, ya. Mama gue juga begitu, terus ujung-ujungnya bapak gue disuruh tidur di luar."
"Papi sudah selingkuh dari mami!"
"Mana mungkin papi selingkuh dari mami."
"Tapi tadi mama lihat papa berpegangan tangan dengan pelakor itu."
"Dia itu pelakor kaleng-kaleng, Ma. Masa papa suka dengan yang beginian."
"Jangan bohong pada bunda, Ayah. Bunda tidak suka ayah berbohong seperti itu! Sakitttt rasanya."
"Bunda tenang saja, hanya bunda yang ayah mau."
"Awas saja kalau Daddy berani macam-macam, mommy tidak akan tinggal diam."
"Iya Mommy, iya. Daddy enggak macam-macam, deh."
Teman-teman sekelas mereka menyaksikan drama live yang mendebarkan ini.
"Jangan percaya padanya, biarkan saja dia tidak mendapat jatahnya!" ucap sang pelakor.
Dia pikir, jatah itu adalah jatah uang jajan. Mungkin Yuri dan Deo suka tukaran uang jajan.
"Jambak, jambak, jambak!" ucap mereka memprovokator.
Gara dan Qavi melihat film itu sambil makan kuaci.
"Gimana cara daddy bisa meyakinkan hati Mommy?"
"Tambahin jatah bulanan."
"Sama, gue juga."
"Kenapa ribut-ribut, cepat duduk di tempat masing-masing," perintah guru saat memasuki kelas.
"Ya elah, lagi enak-enaknya nonton, malah bersambung."
Keesokan harinya, dan sampai seminggu kemudian, guru-guru merasa heran, kenapa murid-murid mereka suka memanggil pacarnya dengan sebutan:
Papi mami
Papa mama
Ayah bunda
Daddy mommy
Dari mana fenomena itu datang? Usut punya usut, ternyata tersangka utamanya adalah ketua OSIS dan wakilnya.
"Kalian berdua ini, kenapa selalu cari masalah? Kalian ini anggota OSIS, seharusnya memberikan contoh yang baik."
"Ini sekolahan, bukan lingkungan RT!"
"Sekarang kembali ke kelas kalian. Bikin saya pusing saja."
Yuri dan Deo langsung kembali ke kelas mereka setelah satu jam lamanya diceramahi oleh kepala sekolah.
Bukannya ke kelas, Yuri pergi ke UKS.
"Pegel banget aku."
"Kepala sekolah apa enggak pegel, ya. Satu jam ngomong terus."
Di dalam ruangannya, kepala sekolah minum air banyak-banyak. Tenggorokannya terasa kering akibat terlalu lama bicara.
Dia jadi teringat masa mudanya, dan perasaan dulu enggak gitu-gitu amat.
Dulu dia hanya tawuran, bolos, enggak mengerjakan PR, tidur di dalam kelas, nyontek.
Itulah kepala sekolah yang dulu enggak gitu-gitu amat.
Dan akhirnya, dia baru saja mendapatkan pencerahan.
Mungkin ini adalah balasan untuknya yang dulu sering membuat masalah dan membuat gurunya kesal. Dia menjadi kepala sekolah yang sekarang hampir tiap hari dibuat pusing oleh murid-murid.
Apa dulu seharusnya aku jadi murid kalem, ya? Kalau begini terus, bisa-bisa aku pensiun sebelum waktunya.