Akibat Pernikahan Dini

Akibat Pernikahan Dini
35 Musuh Dalam Selimut


Hari kedua tahun ajaran baru ini, kelas mereka kedatangan murid baru.


Perempuan


Cantik


Dan harus Yuri akui dengan berat hati, kalau perempuan itu tidak secantik dirinya.


Yuri is number one, and the only.


"Hai teman-teman, perkenalkan, nama saya Emily."


"Emily, kamu duduk di belakang Deo."


Emily melihat siapa yang dipanggil dengan Deo, dan langsung tersenyum.


Yuri yang melihat itu, langsung berbisik pada Deo.


"Awas kalau kamu berani selingkuh! Aku kebiri kamu sebelum kamu sempat praktek membuat anak!"


Wajah Deo memucat.


"Enggak, Yang. Aku engga selingkuh!" teriak Deo.


Anak-anak langsung menatap Deo dengan heran.


Memangnya Deo punya pacar?


Dengan siapa Deo selingkuh?


"Jangan bikin kacau, Deo!"


Deo melirik Yuri, sedangkan gadis itu hanya nyengir saja.


"Hai, kamu Deo, kan? Salam kenal, ya."


Deo diam saja disapa oleh Emily.


"Kalian baca dari halaman tiga sampai sepuluh, nanti ibu kembali lagi dan akan mengetes kalian."


Setelah bu Sri keluar, mereka bukannya membaca malah mengobrol. Yuri mengeluarkan kuaci dari tasnya, dan mulai menikmati cemilan mini itu.


Emily melihat ke sekelilingnya, dan merasa heran.


Katanya ini kelas unggulan, tapi kenapa murid-muridnya begini. Bodo amatlah, yang penting aku bisa sekelas dengan cowok ganteng.


Emily terus saja melihat Deo dari belakang. Pria itu sejak tadi mengganggu Yuri dan membuat Yuri kesal.


Mereka pacaran?


Tapi kelihatan kaya musuhan.


"Kamu ngapain dari tadi lihatin sepasang musuh dalam selimut itu?" tanya Chia.


Yang lain langsung memperhatikan Chia yang bicara dengan Emily.


"Musuh dalam selimut? Siapa?"


"Itu, Deo dan Yuri. Mereka kan musuh dalam selimut."


"Maksudnya? Mereka musuhan tapi pura-pura baik?"


Karena musuh dalam selimut kan memang seperti itu artinya, musuh berkedok teman.


"Salah besar. Musuh dalam selimut itu, berarti musuh tapi hangat. Kan kalau dalam selimut, jadi hangat."


Entah pemikiran dari mana itu. Tapi anak-anak yang lain justru mengangguk.


Kepala sekolah yang mendengar itu bersama guru-guru lain dan ketua yayasan yang sedang berkeliling, menahan tawa.


"Musuh tapi hangat?"


"Iya, pokoknya begitulah. Nanti kamu juga mengerti. Jangan coba-coba kamu merusak hubungan mereka. Mereka adalah Tom And Jerry versi romance."


Emily yang mendengar itu, hanya diam saja. Tapi melihat dan mendengar tentang Deo dan gas yang bernama Yuri itu, yang sejak tadi pipinya terus saja ditoel-toel oleh Deo, membuat dia berpikir tentang mereka.


Kemudian dia melihat Deo yang mengusap kepala Yuri.


Semua itu selalu diperhatikan oleh Emily.


"Kalian sudah selesai membaca?" tanya bu Sri tiba-tiba.


"Belum, Bu," jawab mereka kompak.


"Yuri, coba kamu jelaskan halaman lima!"


Yuri tanpa ragu langsung menjelaskan isi halaman itu, disusul oleh Deo yang menjelaskan halaman enam.


Emily kembali terdiam, dia sekarang sedikit mengerti kenapa ini disebut sebagai kelas unggulan meski anak-anaknya terlihat malas dan biang rusuh.


Murid selanjutnya yang disuruh menjelaskan lun tidak mendapat kesulitan. Emily mengusap tengkuknya, sebagai murid baru tentu saja dia harus membiasakan diri dengan kelas ini.


Tidak terasa jam istirahat telah datang. Mereka langsung bersorak gembira.


"Deo, minta uang buat beli es cendol."


Deo langsung memberikan Yuri uang, tentu saja tanpa banyak tanya.


"Cewek matre!" gumam Emily pelan, tapi masih bisa didengar oleh Rizki.