Akibat Pernikahan Dini

Akibat Pernikahan Dini
73 Gadis Pujaan Arby - Rahasia Di Balik Rahasia


Masih dalam ingatan Arby.


"Kamu suka sama Freya?" tanya Ikmal.


"Kata siapa?"


"Kalau orang nanya, jangan nanya balik."


"Menurut kamu?"


"Apa jangan-jangan kamu suka sama Nuna?"


"Kamu cemburu kalau aku suka sama Nuna?"


Arby kembali ingin mengorek informasi dari temannya itu, apakah dia menyukai Nuna atau tidak.


Ingin sekali Ikmal mencekik Arby, karena tidak pernah memberikan jawaban yang memuaskan.


"Kalau kamu memang suka sama Nuna, lepaskan Freya. Sudah aku bilang berkali-kali, dia berhak bahagia."


"Kamu mau, teman kamu nanti jadi janda dan duda?"


"Ya gapapa, nanti biar Freya sama aku, Nuna sama kamu. Gimana?"


Ikmal menaik turunkan alisnya.


Arby mendengkus lalu menoyor Ikmal.


Lalu ingatan Arby kembali kepada malam dimana dia dan Freya mabuk


Freya mamandang pintu kamar yang berwarna coklat itu. Kamar yang pernah dia tempati bersama Arby dulu. Dia tidak menyadari, bahwa dia salah masuk kamar karena kamar yang sekarang dia tempati bersebelahan dengan kamar Arby, apalagi warna catnya sama dan tidak ada penanda di pintu itu.


Tidak lama kemudian, Arby masuk dalam keadaan mabuk.


Arby melihat sesuatu yang menurutnya guling menyerupai Freya.


"Kamu kok mirip banget sama istri aku yang ngesilin itu? Tapi cantik," ucapnya terkekeh.


Lalu dia menoel dan mengelus guling tersebut (hidung dan pipi Freya). Freya yang merasa terganggu, bangun dari tidurnya. Yang dia lihat adalah wajah tampan campuran asia dan eropa seperti kesukaannya, yang kebetulan wajah Arby memang perpaduan asia eropa.


"Honey, kamu kok ganteng, sih?"


"Baby, kamu juga cantik."


"Darling ...."


"Sweety ...."


"Cinta ...."


"Love ...."


Freya mendusel-dusel di dada Arby, sedangkan Arby merasa merinding di sekujur tubuhnya. Arby mendekatkan wajahnya pada Freya, mengecupnya singkat, tidak ada respon dari Freya, karena dia hanya seperti menonton drama korea, tapi berasa dia yang menjadi aktrisnya.


(Adegan sensor)


Keesokan siangnya, setelah pulang sekolah, Nuna kembali mendatangi Arby dengan membawa amarah yang kebuh besar dari yang sebelum-sebelumnya.


"Kamu per**sa Freya lagi?"


"Jangan sembarangan, deh."


"Kamu yang jangan sembarangan."


Bugh


Tanpa aba-aba, Nuna langsung menendang lutut Arby.


"Nuna, kamu kenapa, sih?"


"Kan tadi aku sudah bilang, pasti kamu ngapa-ngapain Freya, kan?"


"Buktinya apa, coba?"


"Itu si Freya banyak kissmarknya."


Nafas Arby serasa berhenti, dia menelan salivanya dengan kasar. Ingatannya kembali kepada adegan tadi malam yang dia pikir hanya mimpi.


"Enggak kok, kami melakukannya suka sama suka."


Tidak sepenuhnya bohong, dan tidak sepenuhnya jujur.


"Mana mungkin."


"Bener, deh."


"Coba sini, aku mau lihat buktinya."


"Dih, apa-apaan, sih?"


Lalu Ikmal datang.


"Ngapain, Nun?"


"Nah, kebetulan kamu datang. Coba bantu aku buka baju Arby, aku mau lihat badannya, polos apa enggak."


"Nuna!" teriak Arby dan Ikmal.


"Mal, kamu sayang kan, sama Freya?"


"Iya."


"Kalau gitu, lihat sana badan Arby ada bekas cakaran apa kissmark."


Ikmal dan Arby sama-sama melotot.


"Dah sana, lihat di kamar mandi, atau aku buka di sini sekarang!"


Mau tidak mau mereka berdua masuk ke toilet. Ikmal berdecak bercampur malu, begitu juga dengan Arby, kenapa tadi di rumah dia tidak menyadarinya.


Merrka berdua ke luar dengannwajah merona.


"Jadi?" tanya Nuna tak sabar.


"Kissmark, gilaaaa banyak banget. Sama siapa, Ar? Selingkuhan kamu yang baru?" tanya Ikmal, menatap Arby dengan pandangan curiga.


"Sembarangan, Freya lah!"


"Maksudnya?"


Mau tidak mau Arby menceritakan yang sebenarnya pada Ikmal dan Nuna.


"Ukang tahun Nania. Tuh kan, aku enggak diajak." Nuna terlihat sedih.


"Ya sudah, kapan-kapan kami ajak."


"Jangan!" larang Ikmal. Jangan sampai ada masalah baru lagi gara-gara mabuk.


Mereka kini berjalan menuju kantin kampus itu.


"Ar, kamu cerita deh yang sebenarnya. Aku tahu ada yang kamu tutup-tutupi."


Ingatan Arby kembali saat dirinya SD, tepatnya sebelum Freya kecelakaan


"Pi, nanti nikahin aku sama Freya, ya?"


"Hahaha, kamu ada-ada saja, Ar. Masih kecil, jangan mikirin nikah. Belajar dulu yang benar, buat perusahaan sendiri, baru mikirin nikah."


"Bener ya, Pi. Kalau aku bisa bikin perudahaan sendiri, papi janji nikahin aku sama Freya."


"Iyaaa!"


Arlan terkekeh geli saat melihat anak semata wayangnya itu yang masih kelas enam tapi sudah mikirin nikah.


Dasar, anak jaman sekarang!


Namun pembicaraan tersebut dianggap serius oleh Arby. Dengan modal nekat dan tak tahu malu, Arby mendatangi grandpanya, untuk meminjam modal.


Sang grandpa, yang mendengar niat Arby, tentu saja langsung menyetujuinya, karena dia memang berniat menjodohkan Arby dan Freya, langsung meminjamkan modal untuk Arby yang Arby janjikan akan membayarnya lunas.


Arby yang hoby menggambar, mulai mendesign perhiasan, selain melukis wajah Freya. Dia membuat perhiasan sendiri yang dia simpan di galery pribadinya (kamar pribadi yang dulu mau dimasuki Freya, namun dicegah oleh Arby).


Saat Freya kecelakaan, dia sampai drop dan berhenti mendesign, namun setelah bertemu kembali dengan Freya, semangatnya kembali tumbuh.


Elya, yang melihat berbagai perhiasan di kamar tersebut, sangat kagum. Lalu memakai perhiasan tersebut (atas izin Arby) ke acara-acara sosialitanya.


Para kaum sosialita tersebut, mereka sangat menyukai perhiasan yang digunakan oleh Elya. Singkat cerita, akhirnya Arby membuka satu toko perhiasan dan tidak menjual sepasang cincin yang pertama kali dia buat, yang nantinya menjadi cincin pernikahannya dengan Freya.


Nama toko perhiasan Arby sendiri dinamakan FJ, singkatan dari Freya Jewallery. Freya sendiri adalah nama dewi cinta dan kecantikan.


Ya, Freya adalah dewi cintanya Arby.


Freya jewallery, perhiasan yang dibuat untuk sang dewi cinta dan kecantikan. Perhiasan yang dibuat untuk menambah kecantikan seorang wanita yang dicintai.


Arby sendiri, selain memang bakatnya melukis, dia teinspirasi oleh Carlos Anderson, seorang pengusaha asal Eropa, pemilik Tiara's Jewallery (toko perhiasan pertama yang didatangi Freya untuk menjual cincin, tapi diarahkan untuk ke FJ).


Carlos Anderson membuat perhiasan untuk cinta sejatinya, Tiara, dan menjadi perusahaan perhiasan terkenal di dunia.


Note: Carlos Anderson ini salah satu tokoh di cerita aku yang lain. Bukan di noveltoon, tapi di G**dN*******l****. Masih on going.


Arby mengetahui kisah Carlos Anderson dari buku yang dia baca tentang perjalanan hidup Carlos Anderson, dan menurut cerita, dia masihlah keturunan dari Carlos Anderson dan Tiara, yang merupakan pelukis wanita terkenal di jamannya.


Dengan kerja kerasnya, Arby bisa mendirikan sebuah perusahaan sendiri, namun masih dibawah pengawasan Theo dan Arlan, karena Arby masih dibawah umur.


Saat Arby kelas tiga SMP, dia melihat seorang murid laki-laki yang ingin merekam Freya saat ganti baju (baju olah raga). Arby langsung menghajar murid tersebut hingga babak belur dan anak tersebut langsung dikeluarkan dari sekolah saat itu juga dan tidak ada satu pun yang tahu (di bab berapa ya, aku pernah bilang kalau Arby sast SMP kesal sama orang terus orang itu langsung dikeluarkan oleh pihak sekolah tanpa satu pun yang tahu, nah, ini ya alasannya).


Bisa dipastikan, jika sampai rencana murid tersebut berhasil, besar kemungkinannya kalau korbannya bukan hanya Freya saja, tapi juga Nuna, Nania dan Aruna, karena mereka berempat selalu bersama, bahkan untuk ke toilet.