
"Yuri, kami mau bicara dengan kamu."
Deg
Jantung Yuri serasa dipompa dengan cepat. Dia takut untuk mendengar perkataan mereka. Tapi tidak ada alasan untuk menolak, juga tidak dapat menghindar lagi.
"Sayang, kamu boleh melanjutkan kuliah kamu ke Swiss," ucap mami dengan lembut.
"Hah?"
"Kamu boleh melanjutkan kuliah kamu ke Swiss, kami tidak akan melarang. Bagaimana pun juga, kamu harus melanjutkan cita-cita kamu dan harus meraihnya."
"Papi dan mami tidak akan melarang aku?"
"Enggak akan, Sayang."
"Deo, kamu juga tidak akan melarang aku?"
"Enggak."
"Enggak marah juga?"
"Kenapa aku harus marah?"
"Terus kuliah kamu gimana?"
"Ya tentu saja aku juga akan melanjutkan pendidikan aku sesuai yang aku mau."
Yuri tersenyum senang.
Tapi ....
Bukankah itu artinya dia dan Deo akan berpisah? Akan LDR?
Di satu sisi, dia ingin dicegah, ingin diajak bersama Deo, tidak mau dibiarkan pergi begitu saja.
Tapi di sisi lainnya, dia juga tidak ingin dilarang.
Entahlah, Yuri sangat bingung saat ini.
Di tempat yang berbeda, apakah Deo akan tetap setia dengannya?
Apakah Deo tidak akan terpikat dengan pesona perempuan lain?
"Iya," jawab Deo dan Yuri bersamaan.
Di kamar mereka, Deo dan Yuri saling berpelukan, dan sibuk dengan pikiran masing-masing. Nanti, setelah berpisah, entah kapan mereka akan seperti ini lagi. Saling memeluk dan mencium, mencurahkan segala perasaan sayang dan cinta yang sudah tumbuh tapi akan segera berpisah demi masa depan yang menanti.
🌼🌼🌼
Deo dan Yuri hari ini sudah tampil sangat cantik dan tampan. Deo memakaikan kalung berlian di leher jenjang Yuri.
"Ayo, kedua orang tua kita sudah menunggu di bawah."
"Ada acara apa, sih?"
"Enggak tahu."
"Deo dan Yuri sama-sama menuruni tangga. Mereka seperti raja dan ratu. Deo menggenggam tangan Yuri dengan erat.
Empat puluh menit kemudian mereka tiba di hotel. Di sambut oleh para pelayan hotel yang sudah berbaris rapih.
Pintu ballroom dibuka, begitu Deo dan Yuri melangkahkan kakinya ke dalam, taburan kelopak bunga menghujani mereka, juga tepukan tangan yang riuh.
"Ini apa?" tanya Yuri.
"Enggak tahu. Mungkin sekarang kita dapat penghargaan karena menjadi pasangan terfavorit sedunia," jawab Deo ngaco.
"Inilah mereka, pasangan pengantin kita, Deo dan Yuri," ucap pembawa acara.
"Hah?"banyak Deo dan Yuri bersamaan.
"Ayo, kepada kedua mempelai silahkan naik ke atas pelaminan."
Yuri dan Deo baru tersadar, apakah ini resepsi pernikahan mereka? Baju yang dikenakan keduanya juga ternyata baju pengantin yang khusus dibuat untuk mereka, yang memang sesuai dengan umur keduanya, jadi tidak terlalu terlihat tua.
Mendengar perkataan pembawa acara itu, Yuri langsung melambaikan tangannya. Wajahnya tersenyum senang, sambil melihat dekorasi ruangan yang memang sangat mewah.
"Kenapa kalian mendahulu kami?" teriak salah satu teman sekelas mereka.
"Lulus sekolah malah langsung nikah, takut diambil orang, ya?" celetuk yang lainnya.
Deo yang tidak tahu malu, langsung mengecup bibir Yuri di hadapan yang lainnya.
"Anjirrrr ... Deo sialan, jangan bikin iri woy, bisa-bisa di sini nanti menikah masal!" teriak para pria teman sekelas mereka.