
Maaf ya bab sebelumnya banyak typo. Sakit kepala aku, tapi maksain buat nulis. Happy reading ....
.
.
.
.
Selama beberapa hari, keempat pria itu mengawasi Freya diam-diam, tapi gadis yang diawasi tidak menunjukkan sikap aneh. Nilai-nilainya juga kembali normal, namun yang beebeda kali ini adalah sikapnya terhadap seseorang.
Freya semakin dekat dengan Mico, cowok tampan namun urakan dan sering seenaknya. Banyak yang berpikir bahwa keduanya sedang berpacaran, termasuk Nania.
Bersama Mico, Freya merasa bisa menjadi diri sendiri. Mico tidak pernah mengguruinya saat tahu Freya membolos. Ya gimana mau menggurui, kalau dia sendiri juga membolos.
Dua hari lagi ulang tahun sekolah mereka. Biasanya murid-murid akan melakukan pertunjukkan dengan menampilkan keahlian mereka. Para donatur dan orang tua murid juga diundang.
Murid-murid yang akan melakukan pertunjukkan berlatih, ada juga perlombaan antar kelas. Di kesempatan seperti ini, Freya hanya akan mengikuti perlombaan cerdas cermat yang memang selalu dia yang memenangkannya setiap ada perlomvaan seperti ini, membuat murid lain sebenarnya enggan untuk mengikuti, tapi terpaksa hanya untuk formalitas saja.
Hari H
Bangku-bangku sudah diisi oleh murid dan wali murid. Di tempat khusus, para petinggi sekolah juga sudah hadir sambil membahas masalah pengembangan sekolah.
Pembawa acara meminta ketua osis untuk memberi kata sambutan. Ikmal sebagai ketua osis maju ke depan. Sebenarnya yang menjadi ketua osis itu Arby dan wakilnya Ikmal, tapi dengan semaunya Arby bertukar posisi dengan Ikmal.
Selanjutnya kata sambutan dari kepala sekolah dan pemilik yayasan.
Pertunjukkan pertama dimulai dari kelas satu yang menari tarian daerah. Pertunjukkan seni terus berlangsung hingga tiba-tiba lampu padam, lalu lampu sorot mengarah ke satu arah, menampilkan sosok yang sedang berdiri namun belum terlihat jelas siapa orangnya.
Musik mulai mengalun, lalu suara merdu terdengar.
Wajah Freya terlihat jelas dengan penampilan yang membuat orang menelan salivanya.
Aku enggak tahu kalau Freya akan tampil, biasanya enggak pernah.
Memang Freya bisa nyanyi?
Itu serius, Freya?
Sejak kapan Freya suka nyanyi?
Freya memakai hotpants dengan kemeja yang cukup besar namun diikat dibagian perutnya. Bibirnya merah, sangat kontras dengan kulitnya.
Sebenarnya yang menjadi masalah bukan hotpantsnya, karena sebelumnya dari kelas tiga juga ada yang menampilkan modern dance dengan hotpants, bahkan lebih seksi. Tapi entah mengapa, Freya terlihat sangat seksi dan menggemaskan.
Lagu ini diiringi oleh gitar yang dimainkan oleh Mico.
🎶 Terus melangkah melupakanmu
Belah hati perhatikan sikapmu
Jalan pikiranmu buatku ragu
Tak mungkin ini tetap bertahan
Perlahan mimpi terasa mengganggu
Kucoba untuk terus menjauh
Perlahan hatiku terbelenggu
Kucoba untuk lanjutkan itu
Engkau bukanlah segalaku
Bukan tempat tuk hentikan langkahku
Usai sudah semua berlalu
Biar hujan menghapus jejakmu
Terus melangkah melupakanmu
Belah hati perhatikan sikapmu
Jalan pikiranmu buatku ragu
Tak mungkin ini tetap bertahan
Perlahan mimpi terasa mengganggu
Kucoba untuk terus menjauh
Perlahan hatiku terbelenggu
Kucoba untuk lanjutkan itu
Engkau bukanlah segalaku
Bukan tempat tuk hentikan langkahku
Usai sudah semua berlalu
Biar hujan menghapus jejakmu
Lepaskan segalanya
Lepaskan segalanya
Engkau bukanlah segalaku
Bukan tempat tuk hentikan langkahku
Usai sudah semua berlalu
Biar hujan menghapus jejakmu
Nanananana
Nanananana
Nanananana
Nanananana
Nanananana
Nanananana 🎶
"Gila, suaranya bagus banget."
"Paket komplit ini, mah."
"Cewek idaman banget."
Celetukan-celetukan terdengar di sana-sini, membuat keadaan semakin riuh.
Sebagian orang tentu tahu lagu itu ditujukan pada Arby, membuat sahabat-sahabat Arby menahan nafas tanpa sadar.
Kok bisa ya Freya nemu lagu yang cocok banget buat mereka?
Lalu lagu mulai berganti. Ekspresi Freya juga langsung berubah. Freya membuka ikatan rambutnya yang sebelumnya dikuncir kuda dan membiarkannya tergerai indah.
🎼 Mama, tolonglah, aku sedang bingung
Pusing kepalaku memikirkan dia
Aku yang selalu terus disakitinya
Dia tak tampan, tak juga rupawan
Dia tak juga bergelimang harta
Tetapi mengapa gayanya seperti superstar?
(Superstar, superstar, superstar, superstar)
Mama, mama, mama
Tolonglah aku yang sedang bingung
Kurasakan virus-virus cinta
Badannya meliuk dengan lincah, sangat cocok dengan irama musik.
🎼 Papa, papa, papa
Inikah yang dinamakan cinta?
Mengapa sakitnya kurasakan?
Freya mulai turun dari panggung, berjalan menuju mendekati meja yang diisi oleh empat pria yang mejanya juga berada dekat dengan tiga gadis sambil tetap bernyanyi.
🎼 Oh, mengapa ini harus terjadi
Kepada aku yang mencintaimu?
Oh, celaka jika lelaki seperti kau sudah tak setia
Oh, mengapa ini harus terjadi
Kepada aku yang mencintaimu?
Oh, celaka jika lelaki seperti kau sudah tak setia
Mama, mama, mama
Tolonglah aku yang sedang bingung
Kurasakan virus-virus cinta
Ku butuh dokter cinta
Papa, papa, papa
Inikah yang dinamakan cinta?
Mengapa sakitnya kurasakan?
Freya berdiri di antara Arby dan Ikmal
🎼 Oh, papa, tolonglah aku
Laki-laki yang seperti apa lagi?
Yang begini saja sudah menyakitkan hati
Oh, mama, tolonglah aku (tolonglah aku)
Perempuan mana yang tak sakit hati (tak sakit hati)
Bila sang kekasih tak jadi kekasih hati? 🎼
Matanya menatap Arby. Lalu tangannya berada di pundak Ikmal. Wajah cantik nan menggoda itu tersenyum manis kepada Ikmal, membuat atmosfer menjadi panas.
🎼 Mama, mama, mama
Tolonglah aku yang sedang bingung
Kurasakan virus-virus cinta
Ku butuh dokter cinta
Papa, papa, papa (papa, pa-)
Inikah yang dinamakan cinta?
Mengapa sakitnya kurasakan? (Kurasakan)
Ku butuh dokter cinta
"Freya, aku padamu."
"Freya, lulus nanti abang halalin, ya."
"Freya, kapan ketemu mertua?"
Freya mengedipkan matanya pada Ikmal, membuat Ikmal berdeham pelan.
Ya ampun Freya, jangan bikin panas dingin napa.
Itu suara hati bukan hanya milik Ikmal saja, tapi juga Marcell dan Vian. Mereka sesekali melirik Arby yang sepertinya menahan kesal.
Kedua orang tua Freya yang hadir, tidak ada yang menyangka bahwa Freya memiliki suara yang bagus, termasuk sahabat-sahabatnya. Arah cs pun dibuat kagum.
Freya mendekati meja tiga gadis itu, dan menyanyikan lagu baru.
🎼 Sahabat sejatiku
Hilangkah dari ingatanmu
Di hari kita saling berbagi
Dengan kotak sejuta mimpi
Aku datang menghampirimu
Kuperlihat semua hartaku
Kita slalu berpendapat
Kita ini yang terhebat
Kesombongan di masa muda yang Indah
Aku raja kaupun raja
Aku hitam kaupun hitam
Arti teman lebih dari sekedar materi 🎼
Nania, Nuna dan Aruna, menatap sedih pada Freya. Meskipun mereka berada di meja yang sama, tapi tetap saja tak saling menegur sapa.
🎼 Pegang pundakku jangan pernah lepaskan
Bila ku mulai lelah
Lelah dan tak bersinar
Remas sayapku jangan pernah Lepaskan
Bila ku ingin terbang
Terbang meninggalkanmu hu ho ho ho 🎼
Murid-murid yang lain mulai ikut bernyanyi, membuat acara semakin meriah dan menyenangkan.
🎼 Ku slalu membanggakanmu
Kaupun slalu menyanjungku
Aku dan kamu darah abadi
Demi bermain bersama
Kita duakan segalanya
Merdeka kita kita merdeka 🎼
Mereka menangis dalam diam, teringat akan kenangan-kenangan yang telah mereka lalui bersama. Senang, sedih, pura-pura ngambek dan keisengan-keisengan yang membuat persahabatan mereka semakin erat. Tapi kini?
🎼 Pegang pundakku jangan pernah Lepaskan
Bila ku mulai lelah
Lelah dan tak bersinar
Remas sayapku jangan pernah Lepaskan
Bila ku ingin terbang
Terbang meninggalkanmu ho ho ho ho ha ho
Tak pernah kita pikirkan
Ujung perjalanan ini
Tak usah kita pikirkan
Ujung perjalanan ini ho ho ho ho 🎼