
Rumor tentang anak istimewa masih meramaikan menjadi perbincangan di dunia nyata dan dunia ghaib. Banyak sekali pro dan kontra yang timbul mengenai cerita tersebut.
Sepucuk Kertas Pandangan tentang Anak-anak indigo:
✓Terlihat aneh akan tetapi itulah kenyataan yang dia hadapi karena mereka bisa melihat dunia nyata dan dunia ghaib.
✓Mereka melihat bangsa jin. Terutama terkhusus jin yang sedang bersemayam dan menempati wilayah bunian.
✓Suka menyendiri. (Anak indigo yang suka menyendiri melakukan kegiatan eksplorasi dunianya seperti: Melukis, menggambar, menulis, membaca, menyulam, menanam bunga, menari atau kegiatan lainnya sebagai pengungkapan luapan segala emosi dan ekspresi yang berusaha sedang mereka tuangkan).
✓Anak indigo suka sakit-sakitan dan terlebih lagi setelah menyebrang terlalu jauh ke dimensi ghaib dia akan mengalami demam yang berkepanjangan. Jika berbenturan dengan energi negatif yang berlebihan atau melihat sosok makhluk yang mempunyai kekuatan berlawanan maka akan lebih sering mengalami suhu tubuh tidak beraturan)
✓Anak indigo sering mengalami sakit kepala yang berlebihan, terkadang dia suka mendapat mimpi kejadian yang akan terjadi di masa depan atau setelah terjadi di masa lampau.
✓Anak indigo akan menyampaikan ke keluarga jika ada makhluk-makhluk ghaib yang akan datang mengganggu.
...Menghormati orang lain berarti juga menghormati diri sendiri. Saling introspeksi diri dan berbesar hati. Rasa saling menghargai juga harus terus dipupuk karena dalam bersosial pasti menemui banyak perbedaan. Jika kita tidak bisa menghargai, maka orang lain juga tidak akan menghargai kita. Bukankah hidup lebih indah dengan menebar kebaikan untuk sesama....
PB (Penduduk bunian): Rani dan dua dimensi.
Dunia Rani terisi warna-warni pelangi yang mengharu biru. Badai, ombak di laut dan angin masih bertegur sapa tanpa aba-aba. Jarak dan waktu tidak bisa di prediksi selain menjalani hari bagai air yang mengalir. Kekecewaan, penghianat para sahabat di dunia nyata dan kesedihan masih terus lebih banyak di alami oleh Rani. Kemarin Rani mendapat firasat buruk tentang kematian Tamsi di waktu yang tidak tau kapan pastinya. Seakan mimpi itu sangat nyata, tapi Rani berharap itu adalah sebuah ilusi fatamorgana dan bunga tidur semata.Setelah peristiwa Nara yang memasukan ular di balik bantal Rani, kekuatan Tamsi semakin lama semakin berkurang. Si kucing hitam hanya dapat menjelma menjadi kucing jika di alam dunia dan kembali ke wujud asal jika Rani berjalan-jalan ke dunia ghaib.
Jika di alam tidur menembus dimensi ghaib, Rani terus berpetualang bersama lentera di tangan kanannya. Seiring penglihatan Rani mengenai penduduk bunian masih terjalin di alam nyata. Sesekali mereka menampakkan wujudnya kepada Rani. Para makhluk-makhluk ghaib sampai saat ini ingin menguasai jiwa Rani untuk mendapatkan kekuatannya. Mimpi Rani semalam masih menyambung di kehidupan nyata membuat Rani seperti sangat sulit untuk menggerakkan tubuhnya. Alfa yang terlihat panik mencoba menarik tangan Rani. Tangan adiknya terasa sangat berat sampai Alfa kemudian mengguncang tubuh adiknya.
"Rani.."
Tamsi mendekati kaki Rani dan mengusap kepalanya tepat di telapak kaki Rani. Lima belas menit berlalu, tubuh Rani perlahan kembali seperti semula. Mata Rani terbuka sempurna dan melihat pelaku makhluk yang mengganggunya sedang berdiri di sebelah kak Alfa.