Penduduk Bunian

Penduduk Bunian
Tipuan berdarah


Seiring berjalannya waktu perlahan Luka-luka sayatan dan cekikikan di leher Rani telah sembuh. Namun setelah tragedi berdarah bersama Nara maka para makhluk halus itu seolah tidak jera akan kejahatan kepada Rani. Pada tempo waktu itu Rani dan Mia telah di selamatkan oleh Bara. Namun setelah pemulihan raga Nara sahabat baru mereka, dia kembali di rasuki oleh wanita yang mengerikan. Makhluk jahat yang benar-benar ingin mengejar kematian Rani. Kini dia telah bernegosiasi dengan Mia, dengan iming-iming janji akan melepas segala penderitaan Rani karena seumur hidupnya di hantui dan di ganggu para makhluk halus. Itulah tipu daya para Makhluk jahat yang berhasil membujuk Mia. Mereka mengincar bara agar terkecoh dan terlepas dari pantauannya kepada Rani. Rani yang sangat mempercayai Mia merelakan melepas Bara untuk berkunjung ke Mia.


Tak ada gading yang tak retak. Setiap hal atau sesuatu pasti memiliki kekurangan atau kelemahan. Sebaik-baiknya manusia pasti pernah melakukan kesalahan. Dia merasa bersalah akan firasat buruknya, maka Bara di tugaskan beberapa hari untuk menyambangi Mia.


Hari ini ayah dan ibunya Rani sedang berjalan berduaan di lepas pantai, sedangkan kak Alfa sibuk mencari lokasi yang strategis untuk sesi pemotretan kegemaran.


kringg kriinnnngg (Dering telepon).


Rani : "Halo Mia apa kabar?"


Mia : "Halo Rani , kapan Bara menemui ku?"


Rani : "Bara belum juga menemui mu? aku akan secepatnya menegur Bara"


Mia : "Aku dan Nara menunggunya Rani, tenang dan percayalah padaku sebab Nara telah berubah menjadi baik"


Rani : "Baiklah sahabatku, aku akan mempercayai mu"


Mia : " Terimakasih"


Bara menemui Rani ketika Rani mencarinya di sekitar tempat wilayah dua dimensi di dekat kaki bukit dekat pantai.


"Rani, jangan sembarang kau keluar masuk ke wilayah itu tanpa aku dan Tamsi."


Rani kemudian menoleh ke arah belakang, namun kakinya tidak bisa bergerak. Dia tidak sengaja menginjak lumpur hidup dengan sigap Tamsi menarik.


"Wahai majikanku, Kenapa kau tidak menunggu ku? " tamsi mendekatinya.


"Ahahahah, aku merasakan melodi angin surga ", tawa Bara.


" Kau pikir aku bisa tertipu oleh iblis yang sudah mencekik leher Rani? Dia berusaha menipu ku melalui sahabatmu Mia", ucap Bara.


Di tangan sebelah kirinya terdapat bola kristal dan dia memperlihatkannya pada Rani.


"Kau lihat, Sahabat mu telah menjadi bagian mereka", tegas Bara.


Namun berkali-kali Rani mengindahkan dan menepis perkataan Bara. Hatinya tidak akan menerima kesekian kali arti sebuah penghianatan dan kepergian. Hanya Mia yang tersisa dan dapat di percaya melebihi sahabat siapapun di kehidupannya.


"Percayalah pada Bara, wahai majikan ku" Tamsi menundukkan kepala ke arah Rani.


Rani berjalan mundur dan berlari meninggalkan mereka. Dia berlari sangat kencang ke arah tepi lautan pantai.


"Biarkan dia menenangkan diri sendirian", kata Bara kepada Tamsi.


Rani menjerit sekuatnya ke arah lautan pantai.


"Aku benci diriku sendiri!"


Air matanya mengalir deras, badannya lemah dan terduduk di atas pasir yang tersiram air ombak.


"Aku ingin seperti manusia biasa ! aaahhhh", jerit Rani.


Seorang anak kecil yang mengikuti Rani dari belakang rumahnya melihatnya dan terbang melayang ke arahnya. Dia memegang pundak Rani dan membisikkan sesuatu.


" Bagaimana kalau kita bertukar posisi?"


"Bagaimana dengan tawaran ku? kalau kau ingin menjadi makhluk bunian maka aku akan menunjukkan caranya", kata makhluk itu sambil tersenyum menyeringai ke Rani.