
Nara sudah tidak terlihat lagi di kampus setelah tragedi lalu. Mia masih mengingat jelas perjuangan Bara menyelamatkan dirinya dan Rani. Hampir saja Mia terperangkap kedua kalinya dan bisa terlepas dari Nara.
Mia dan Rani duduk di tempatnya favorit mereka, pohon rindang di dekat Biro perpustakaan.
"Aku masih ingat Mi, tapi aku sedang tidak ingin membahasnya."
Wajah Rani murung dan sesekali dia menekan bekas luka goresan di tangannya. Mia menarik tangan Rani dan memperhatikan luka tersebut.
"Kamu kenapa bisa terluka begini?"
"Hanya tergores saja, oh ya kapan terakhir kali Bara bertemu denganmu?"
"Sangat lama setelah kejadian itu bahkan aku memintamu untuk bertemu dengannya, tidak ada jawaban sama sekali."
Rani mengetuk dagu dengan jemari lentiknya. Ingin sekali dia berbagi cerita akan kehilangan Bara dari hidupnya. Akan tetapi Rani tidak ingin menceritakan rahasia pintu Fortal kepada Mia. Rani tidak ingin Sahabatnya ikut terjebak disana. Suara klakson mobil memekik telinga Rani dan membuyarkan lamunan. Binta keluar dari mobil silver dan menuju mereka. Sejenak Rani memperhatikan gerak-gerik Binta yang mencurigakan. Lebih dekat dan semakin dekat Binta duduk di antara mereka. Wangi parfum yang menyengat hidung Rani. Seperti aroma bunga yang sangat menusuk indera penciuman mereka.
Tidak lama kemudian muncul makhluk ikut keluar dari dalam mobil. Rani terus memandangi makhluk yang kini ada di belakang tubuh tegap Binta. Makhluk yang aneh dan sesekali dia memuntahkan darah dari mulutnya. Mereka saling menatap dan sesekali makhluk itu menyeringai kepada Rani.
"Apakah dia makhluk yang tidak sengaja terukur ke dalam mobil Binta atau siapa?"
Tangan Binta melambai-lambai ke arah wajah Rani. Mia mencubit lengan Rani dan berbisik," Kamu lihat apa Ran? jangan bilang kalau dia adalah pria tampan idaman."
Mata Rani membelalak dan menimpuk Mia dengan kamus tebal. Binta tertawa kecil menyaksikan atraksi mereka.
"Salam kenal ya, kalian mau kemana? aku antar yuk."
Rani menggelengkan kepalanya dan merapikan buku ke dalam ransel.
"Terimakasih atas tawarannya tapi lebih baik lo urus si Nara."
"Maksud kamu apa Mi ? Apa hubungannya Binta dengan Nara? "gumam Rani
Rani semakin risau, kakinya gemetar karena makhluk yang di dekat Binta sedang mendekat.
"Hei.. kau pasti bisa melihatku ! Anak istimewa yang malang", kata makhluk itu.
FLASH BACK.
"Kenalin Mia ini Binta Sepupu ku" ucap Nara berwajah datar melirik tajam ke arah Rani.
"Halo, kenalin Binta."
"Mia kata sepupu gue nitip salam buat Rani, sudah bertahun-tahun dia menunggu", bisik Nara.
Binta pergi meninggalkan Nara dan Mia keluar dari gedung kampus.
"Di hidup Rani tidak ada namanya kisah cinta, karena dia sudah terlalu sibuk dengan dua dimensinya.. ahahah."
Tawa Mia berjalan bersama Nara menuju perpustakaan.
"Rani, aku bawa Nara anak kampus sebelah nih."
...----------------...
Makhluk yang di di jumpai Rani sewaktu di perpustakaan sama dengan makhluk yang berada di dekat Binta. Seketika langit menjadi mendung dan berkabut. Ini adalah perputaran waktu yang pernah Rani alami sesering mungkin. Dari kejauhan, hujan deras berselimut kabut hanya di wilayah perpustakaan.
"Aneh sekali"
"Siapa yang aneh Ran?"
Mia berpikir yang aneh itu adalah Binta. Makhluk yang di dekatnya sambil berlarian mengelilingi tubuh Rani.
"Mati lah kau!" pekik sang makhluk tepat di telinga Rani.
"Kau yang mati!" sahut Rani.
Mia melotot kaget mendengar perkataan Rani yang tertuju tepat di hadapan.