Penduduk Bunian

Penduduk Bunian
Penghuni bangsa halus


Wanita yang sangat elok dan cantik jelita, senyuman sangat teduh dan di atas kepala berhias mahkota kuning keemasan. Pakaian yang di kenakan berwarna hijau.


"Apakah dia salah satu penghuni istana megah ini?" gumam Rani .


Tidak henti dia tersenyum kepada Rani. Namun dari kejauhan Rani melihat ada sepasang buaya putih yang memperhatikan. Terlihat menyeramkan bentuk rupa makhluk yang terlihat mengerikan. Rani juga membalas senyuman wanita itu yang seperti seorang Ratu atau terlihat putri raja. Ombak menggulung Rani dan membawa Rani naik ke permukaan pantai.


...----------------...


Uhuk, uhuk. (suara batuk Rani seakan tersedak sesuatu).


Nafas Rani tidak teratur dan akhirnya diapun terbangun dari mimpi panjang. Dia membuka matanya dan melihat sekeliling.


Dimanakah aku? batinnya.


"Rani, Bu bangun Rani sudah siuman Bu!" kata kak Alfa membangunkan ibu.


"Rani sayang!" peluk ibu.


kak Alfa berlari memanggil dokter dan ibu pergi keluar mencari ayah.


Diam- diam ada makhluk halus yang melihatnya dari balik jendela kaca dan menghilang lagi setelah bunyi suara pintu yang terbuka.


krekkk !


Dokter dan perawat datang dan memeriksa Rani,beberapa jam dan hasil medis memutuskan bahwa kondisi Rani telah berangsur membaik. Kak Alfa membantu mengangkat barang-barang, ibu sambil berbenah dan membantu Rani menunggu jemputan ayah.


Tiiiinnnn, tin ( Bunyi suara klakson mobil ayah).


 


SESAMPAINYA DI RUMAH


" Ayah, ibu, kak Alfa terimakasih ya Rani buat susah aja, selalu merepotkan semua orang dirumah", kata Rani. Nampak raut wajahnya murung durja dan sendu.


"Hush, sudah kewajiban orang tua kepada anaknya ", kata ibu.


"Ibu dan seisi rumah sudah tau akan penglihatan Rani yang berbeda sejak Rani lahir ", tutur ibu.


"Rani ketemu wanita cantik berbaju hijau di dalam laut!" kata Rani.


"Seperti dalam cerita dongeng ratu penguasa laut, lalu apa yang terjadi?" kata kak Alfa.


"Rani berdiri di antara pilar istana di dalam dasar laut!", kata Rani.


"Lalu apa lagi yang ada di dalam istana itu?" kata kak Alfa.


"Tidak tau kak istana megah dan berkilau sekeliling karena tampak begitu luas, akan tetapi waktu Rani disana terasa sangat terbatas", sahut Rani.


"Semoga saja dia tidak ada berniat jahat!", tutur ibu.


"Sudah Bu ajaklah Rani masuk ke dalam kamarnya untuk beristirahat", kata ayah.


"Rani tidur sendiri aja ya bu", kata rani.


"Baiklah tapi kalau masih sakit bilang sama ayah dan ibu ya?" sahut ibu.


"Rani sudah sehat Bu!" kata Rani.


Dia meletakkan tangannya di atas dahi dan tersenyum ke ibu.


Suasana dirumah hari itu sangat hening, seperti mimpi dan cerita di siang bolong Rani masuk di perjalanan mimpinya. Tidak ada yang mengetahui segala rahasia wanita cantik itu, dia hanya tersenyum ke Rani. kemungkinan dia hanya menunjukkan rumah kediamannya di bawah laut. Tamsi menghampiri Rani dan naik ke atas mejanya.


"Halo sahabatku !", kata Rani.


Dia beranjak dari tempatnya dan memberikan Tamsi makan.


Lalu Rani kembali membuka komputer dan melihat gambar kerjaan Pajajaran. Tampak terlihat jelas bangunan peninggalan pras sejarah hasil penemuannya di dunia nyata bahwa mimpinya bukan sekedar cerita dongeng anak-anak.


"Aku semakin penasaran dengan wanita berparas cantik dengan segala kaitan peninggalan sejarah yang berkaitan. Apakah kaitannya dengan penduduk bunian?" batinnya.