
Tidak semua penghuni bangsa ghaib bisa mencelakakan mu. Namun jika disebut dengan keistimewaan atau Dewi Fortuna sedang berada di atas kepala engkau, mungkin sekedar di sebut sebuah keberuntungan atau hal langkah.
Tidak ada sisa puing-puing bangunan di wilayah tempat nenek penjaga mini market yang mereka temui. Hanya ada sebuah pohon beringin besar berdahan kokoh tegak berdiri di sudut lahan kosong itu. Apakah rumah dan tempat mini market yang mereka jumpai tahun lalu adalah rumah makhluk ghaib?
Pertanyaan itu belum sampai disini seolah makanan yang sempat mereka makan mempunyai kisah sendiri pada hari yang penuh misteri.
FLASH BACK.
Setelah sampai di negeri tanah hijau pada tahun lalu keluarga besar Rani merasakan mual yang sangat dahsyat. Ya seluruh isi makanan yang mereka makan keluar dalam perut mereka, kejadian yang lebih anehnya lagi adalah hal tersebut tidak membuat mereka keesokan harinya menjadi sakit atau mengalami hal buruk.
Saat Rani memakan suguhan dari nenek tersebut, Tamsi telah menghembuskan sesuatu ke hidangan milik Rani sehingga Rani tidak menjadi mual. Memang sedikit aneh, namun Tamsi telah menjadi pelindung Rani walau hanya beberapa saat di sisa batas kehidupan.
Desas desus detik-detik menunggu waktu kepergian Tamsi dari alam dunia telah terdengar di penduduk bunian. Sebagian dari mereka telah menertawakan kucing hitam itu ada juga sebagian dari mereka ikut prihatin akan kepergian Tamsi si kucing tampan yang semakin dekat memutuskan nafasnya.
...----------------...
"Tidak ada apapun di sekitar sini Bu", ayah berkeliling dan menghampiri pohon besar.
Ketukan tangan ayah mendarat di dahan pohon yang dedaunannya melambai di bawa oleh angin.
"Apakah nenek itu hantu Bu?"
"Nenek Rani dan keluarga datang, terimakasih telah menyelamatkan hidup Rani dan sepupu Rani pada waktu lalu" batin Rani.
Jari lentiknya menyentuh dahan pohon beringin yang bersemilir angin yang sejuk. Teka-teki ini telah terpecahkan dan memuaskan hati Rani. Ibu tampak mengernyitkan dahi menggiring Rani dan Cika menuju mobil.
"Bu tunggu__"
Ayah lari menuju mereka dan di susul oleh kak Alfa.
Perjalanan mereka berlanjut menuju gunung indah berwarna biru. Ini adalah janji ayah kepada kak Alfa jika ikut ke Jepang untuk berkunjung ke tempat yang indah. Benar, dari kejauhan saat melintasi jalan rute objek wisata tersebut dari kejauhan telah terbentang kekayaan alam pegunungan yang sangat menarik pengunjung.
"Hanya sekedar melihat dari dekat namun tidak untuk mendaki."
Perintah ibu melirik ayah dan lainnya.
Kawasan hutan yang mengelilingi desa terkesan angker, Rani mendengar suara-suara jeritan dari arah sekeliling hutan. Makhluk yang memperhatikan Rani menatap tajamnya. Rani tidak ikut berbaur bersama kak Alfa yang sedang sesi pemotretan mengenakan baju berciri khas antik. Dia duduk berdua bersama Tamsi di bawah pohon, ada firasat aneh di lubuk hati Rani. Sebuah firasat ghaib akan kehilangan sahabatnya.
"Tamsi..!"