Penduduk Bunian

Penduduk Bunian
Jebakan iblis


Suasana kampus sangat sepi, tidak begitu banyak aktivitas mahasiswa pada hari ini.


Selesai mata kuliah ,Rani duduk di tangga -tangga kampus. Mia memandangi Rani yang wajahnya sangat murah, dia berkata,


" Ada masalah penting apa sampai gue harus mendadak kerumah kamu? kemarin ibu ku sakit Ran jadi nggak bisa datang, maaf ya."


Rani hanya diam menggangguk kepala sambil mencari-cari arah kehadiran Nara yang tidak terlihat di hadapan.


"Kemarin Nara kerumah aku dan dia masuk ke kamar saat ibu membuat teh untuknya, dia meletakkan ular hitam di balik bantal aku Mi ! Hari ini aku mau menampar wajahnya!" kata Rani menatap Mia.


"Bagai musuh di dalam selimut. Aku nggak menyangka segala kebaikan kita di balas dengan kejahatan oleh Nara. Aku nggak nyangka dia sejahat itu, ular itu nggak sampai terpegang kamu kan Ran?"


Mia mengguncangkan badan Rani dan memperhatikannya.


Rani berdiri dan berkata, "Aku di beri tahu oleh makhluk bunian di belakang rumah, aku rasa si Nara udah kerasukan iblis".


"Ayo kita kerumah Nara, aku mau tau dia sebenarnya seperti apa dan apa maksudnya jahat sama kamu", kata Mia.


SESAMPAINYA DI RUMAH NARA.


Tok, tok, tok. (Suara ketukan pintu Mia).


"Kamu cari siapa?"


Seorang ibu-ibu yang berpenampilan aneh membukakan pintu mereka.


"Kami sedang mencari Nara Bu", sahut Rani.


Mia bengong memperhatikan hiasan pernak pernik ibu bergelantungan penuh di seluruh tangan dan kakinya.


"Nara sedang di perkebunan belakang rumah, kalau kalian mau menyusul silahkan ada pintu belakang di arah sana, Ibu tau kalian pasti teman kuliah Nara kan?"


Sambil ibu itu menginstruksi jalan menuju arah pintu belakang halamannya di ikuti Mia dan Rani dari belakang.


Terlihat sejauh mata memandang di halaman yang luas itu ditanami berbagai macam tanaman buah-buahan, seperti Jagung,rambutan dan lain-lain. Mereka melihat tanaman jagung dan yang terbentang luas sampai menuju pepohonan yang rimbun.


"Bagaimana kami bisa menemukan Nara di tempat yang luas itu Bu?" tanya Rani.


Ibu itu tersenyum dan menunjuk ke sebelah kiri tempat itu dan berkata, "di ujung sana ada lesehan tempat istirahat para pekerja, biasanya Nara mengomando para pekerja sambil duduk menunggu mereka di ujung sana."


Setapak demi setapak mereka menelusuri tanaman jagung namun tampak sepi dan tidak ada para pekerja yang di ceritakan ibu tadi.


"Ayo aku antar balik aja, aku mau interogasi Nara ! Tamsi sakit Mi!" kata Rani.


"Udah gue ikut nggak jadi balik"


"Kak kesini lah."


tiba-tiba suara panggilan satu makhluk ke Rani.


Rani menoleh sambil tersenyum ,lalu berkata; "Ahahah cukup jauh kau membuntuti ku adik kecil!"


"Rani apakah kamu kenal dia? jangan ketawa gitu gue merinding", kata Mia.


Rani berjabatan tangan dengan sosok anak kecil, "Ya benar mi, dia salah satu penghuni makhluk bunian yang tinggal di belakang rumah ku."


Makhluk tersebut mendekati Rani dan tersenyum lebar sembari berkata, "kakak, aku di suruh Tamsi membuntuti mu."


Rani terkejut dan melototi anak kecil itu, lalu mengatakan; "kau pulang lah dan jaga kucingku , nanti aku akan bagi permen untuk mu."


"Ahihihi, baiklah tapi kau haru berhati-hati dengan manusia yang bersembunyi di balik pohon itu", kata makhluk itu dan menghilang.


Rani mencari siapa yang berada di sana dan menguping pembicaraannya.


"Nara, kenapa kau melakukan ini padaku!" bentak Rani.


"Kau adalah penghianat", tambah Mia.


Mata Nara berwarna putih dan wajahnya pucat fasih, dia berubah menjadi makhluk mengerikan.


"Aku menuntut balas dendam atas perlakuan keluarga mu mengeluarkan anak itu dari pohon bendo! Raja kami sangat marah dan murka, ihihih," suara Nara berubah parau.


Rani melihat di dalam tubuh bara telah di masuki oleh makhluk ghaib.


"Ternyata kalian penghuni pohon bendo yang merasuki Tante Ela !! dasar iblis!"


"Kami semua bersatu melawan mu dan ingin mengambil indera keenam mu!" makhluk kedua bermunculan di tempat itu.


Rani mengenal makhluk kedua yang pernah mengganggunya dulu, dia pernah mengatakan ingin membalas dendam dan dia kembali datang.


Makhluk kedua itu mengeluarkan sesuatu dari tangannya dan berkata, "Aku sudah lebih kuat dan tidak terkalahkan lagi Rani. Kau perusak rencana kami mengganggu manusia, matilah kau! hiya.."