
"Permisi para penunggu alam ghaib di daerah wilayah bunian daerah sini, siapapun yang mendengar ungkapan isi batinku tolong sampaikanlah pada kedua sahabatku Bara dan Tamsi bahwa aku sangat menyayangi mereka. Pengorbanan mereka tidak akan pernah aku lupakan seumur hidupku. Kakek penjaga gerbang bunian Terimakasih pernah menolongku saat tersesat di sungai. Selamat tinggal, segala kenangan manis dan indah akan aku simpan rapi sebagai bingkisan hidupku."
...-Rani-...
Dari alam bunian Bara mengetahui segalanya, apapun yang mengenai Rani. Bara tetap memantau dari kejauhan walau tidak terlihat oleh Rani. Hanya saja persahabatan antara manusia dan alam ghaib tetap bagai bumi dan langit yang sangat mustahil untuk terjalin seiring sejalan. Mereka telah mempunyai tempat masing-masing. Mengingat pada bab lalu kejadian Bara yang hampir kehilangan kekuatan akibat terlalu lama meninggal kan alam ghaib. Kemanapun kaki Rani melangkah sepertinya Bara akan selalu mengikutinya. Walau tidak bisa bersama, penunggu bunian itu akan selalu menatap Rani.
Flashback.
Sebulan setelah mendengar kabar Perpindahan mereka. Rani menanam serbuk bunga di gerbang menuju alam bunian tepatnya di belakang rumah Rani. Serbuk-serbuk bunga adalah harapan pengingat dan agar tumbuh subur bersama warna-warni bunga yang harum sampai menuju wilayah bunian.
Rani juga meletakkan sebungkus bibit biji bunga teratai dekat wilayah bunian. Di dalamnya tertulis nama Bara dan Tamsi. Sepertinya Rani telah lupa, Sebuah pohon di alam bunian yang telah di pahat oleh Bara sudah bertanda nama Rani si gadis bermata biru. Bara tetap tersenyum melihat segala aktivitas Rani dan siap sedia menerkam siapa saja yang ingin membunuh sang sahabat.
Rani kini berdiri menatap jalan menuju bunian dari belakang rumah dan Bara juga menatap dari alam bunian walau tidak terlihat oleh Rani. Petualangannya telah terhenti di rumah misterius itu. Salam perpisahan Rani sampaikan kepada tuan Thomas si pemilik rumah yang akan dia tinggalkan ternyata selama ini adalah pemimpin upacara bunian di lapangan belakang rumah yang kini menjadi halaman belakang rumah. Misteri yang sudah terpecahkan berganti misteri baru yang masih berputar-putar menuju pemberhentian pasir waktu.
"Selamat tinggal Sahabatku, selamat berpisah sahabat sejati."
...-END-...
...------------------------------------------------------------------------...
...NOVEL INI AUTHOR KHUSUS PERSEMBAHKAN UNTUK MAMA ♥️...
...♥️The best mom in the world♥️...
...Mama, wanita tangguh di dunia ini. Cahaya hati, pelipur lara, yang selalu membimbing ke jalan yang lurus. Mama tercinta dan tersayang....
...----------------...
Halo para sahabat dan pembaca budiman
Sebenarnya cerita tentang alam ghaib di penduduk bunian tidak ada habisnya selama kita masih bernafas di dunia. Masih banyak lagi misteri dan rahasia yang belum bisa terpecahkan. Karena anak indigo adalah manusia biasa. Pandangan sudut garis besar akan menjalani dua dimensi yang tidak semudah membalikkan kedua telapak tangan.
Peti misterius, petualangan yang berlanjut mengisahkan misteri penembus Lentera ghaib. Penduduk bunian yang terdapat makhluk beraneka ragam bentuk, semua masih mengisahkan Misteri. Semua kisah ini hanya sepenggal dari rahasia dunia ghaib yang sepenuhnya tidak di ketahui oleh siapapun. Rahasia langit yang mustahil sepenuhnya di Ketahui di bumi. Sebagai Khalifah di dunia, hal yang semestinya adalah menjaga dan saling menghormati segala ciptaan yang Maha Kuasa.
...------------------------------------------------------------------------...
Apakah pemeran tokoh yang kalian suka dalam cerita ini?
A. Rani
B. Bara
C. Tamsi
D. Makhluk bunian
kalau penulis sukanya Tamsi si kucing tampan. Dia kucing yang berasal dari penduduk bunian dengan karakter yang baik dan penuh pengorbanan. Salam persahabatan dan salam sayang buat kalian semua.
...Terimakasih...