Penduduk Bunian

Penduduk Bunian
Penderitaan mata Ghaib


Setelah dari kamar Alfa, ibu Aisyah berlari menuju ruangan Rani. Air mata ibu mengalir jatuh membasahi pipi Rani. Ini adalah hantaman pukulan batin seorang ibu yang melihat keadaan kedua anaknya yang mengalami kecelakaan pada hari Rabu semalam tepatnya pukul 17.00 wib.


"Saudara Rani harus segera di operasi, kaki kanannya mengalami cedera yang cukup parah akibat benturan", ucap pak dokter.


Kalimat pahit yang di dengar oleh ibu saat di ruangan UGD tadi. Apakah Rani sebaiknya di operasi? pikiran ibu melayang memikirkan masa depan anak gadisnya yang masih belia jika harus di operasi. Pikiran ibu terus berputar tidak henti memikirkan sebab akibat dari dampak operasi. Organ tubuh manusia atau anggota tubuh jika di operasi pasti akan menjadi cacat. Tidakkah demikian.


Apa yang harus ibu lakukan sekarang? semua keputusan di tangannya. Ayah terlalu berbesar hati atau selalu meng-iya kan segala keputusan istrinya yang tercinta.nBangsa ghaib yang mengetahui mengenai kecelakaan Rani sontak geger sampai kepada Bara. Amarah yang tidak bisa di atur lagi. Tidak dengan memikirkan penduduk bunian. Dia keluar dari sana dan mencari keberadaan Rani.


"Arggh!"


Jeritan makhluk bunian mengudara menerbangkan barisan burung-burung yang terbang di angkasa.


...----------------...


Dua jam persiapan pengoperasian Rani yang masih tertunda oleh bantahan ibu Aisyah. Dia tidak rela dan sanggup menerima kenyataan pahit nasib Rani. Pasti ada jalan lain! pikirnya.


Ibu Aisyah beradu pendapat dengan dokter agar membatalkan pengoperasian kaki Rani. Semua demi kebaikan Rani dan yang terbaik di hidup Rani. Ibu Aisyah berdoa dan percaya akan jalan lain kesembuhan anaknya. Angin kencang membanting dahan pohon ke arah kaca jendela rumah sakit. Pemadam listrik beberapa menit yang di karenakan pohon tumbang membuat aktivitas tertunda.


"Loh, ibu kenapa disini? bukannya tadi ibu bilang kalau ibu yang gantian yang akan menjaga Rani?" tanya Ayah.


"Ibu dari tadi masih mengurus proses pembatalan operasi Rani, kenapa ayah tinggalkan anak-anak?"


"Jadi siapa tadi yang menyuruh ku turun?" gumamnya berlari menaiki anak tangga


Sebelum ayah turun bertemu ibu Aisyah di lantai bawah, sebelum dia melihat istrinya sedang berada di kamar Rani. Pemadam listrik itu menghadirkan sosok yang mirip dengan ibu Aisyah. Ayah baru menyadari setelah bertemu dengan istrinya yang asli di lantai bawah bahwa tadi adalah makhluk ghaib atau hantu.


"Rani! Alfa! bertahanlah ayah datang!"


Seribu langkah ayah berupaya berlari menggapai tangga agar tidak terjatuh. Keringat dingin dan rasa kejang bercampur sekujur tubuh yang merinding. Dengan siapa kini Rani di dalam ruangannya?


...----------------...


"Rani, waktunya bangun! kau harus kuat", bisikan sesosok makhluk di telinga Rani.


Sudah berjam-jam dia koma tidak sadarkan diri. Detak jantungnya melemah, dia sangat kesakitan. Di bawah alam sadar Rani mendengar bisikan suara yang memanggil namanya, namun dia sangat sulit membuka mata.


Bara memegangi kaki Rani yang cedera parah. Bara tidak ingin Sahabatnya mengalami cacat seumur hidup atas musibah kecelakaan itu.


"Tidak untuk saat ini bulan merah itu memenangkan segalanya atas semua perbuatan kejinya, aku akan membantumu! maka bangunlah."


Sesosok makhluk yang bertemu dengan ayah tidak lain adalah sahabat ghaib Rani. Setelah batas akhir anak tangga lantai atas, lampu rumah sakit kembali menyala. Tujuan pintu ruangan pertama untuk membuka pintu adalah kamarnya.