Penduduk Bunian

Penduduk Bunian
Perseteruan penghianatan


Jika berbicara tentang makhluk halus dua dimensi. Entah mengapa sekarang Yang paling aku takut kan bukanlah bulan merah atau makhluk-makhluk bunian dan juga hantu atau jenis makhluk apapun di dunia ini. Lalu jenis makhluk apa lagi?


Jika Rani tersesat di hutan terlarang maka dia mencoba menyelamatkan diri dengan berlari dan bersembunyi atau di selamatkan oleh makhluk yang baik yang berbelas kasih menolong manusia. akan tetapi bagaimana jika tersesat di dunia nyata?


Bukan hantu atau makhluk ghaib yang menyeramkan akan tetapi manusia yang dirasuki oleh hantu. Itulah sebabnya seseorang yang munafik lebih buruk dari pada seseorang yang menusuk dari belakang.


...#Diary Rani...


...----------------...


Jika kamu ingin berbohong dan menghancurkan hidup seseorang maka pastikanlah bahwa hidupmu sendiri tidaklah berantakan dan supaya mengetahui kebenaran yang sesungguhnya, karena kebenaran itu selalu mempunyai caranya sendiri untuk menunjukkan dirinya.


Hari ini kita membahas penghianatan Mia yang sebelumnya sudah termaafkan oleh Rani. Lantas apakah Mia benar-benar setulus hati? Seharusnya Rani tidak perlu menuntut akan keadilan di hidupnya, karena Semua ini terlihat seperti sandiwara. Kenapa Rani tidak membuka kedua matanya lebar-lebar satu kebohongan orang terdekat yang pernah mengkhianati nya sudah cukup untuk mempertanyakan semua kebenaran yang ada selama ini.


Sahabat tidak akan pernah mengkhianati mu walau sekalipun di dalam hidupnya. Kamus lama yang selalu terulang : Bagai mencari jarum di dalam tumpukan jerami.


...-------------------------------------------------------------------...


Liburan musim dingin, Mia berkunjung ke rumah Rani dengan membawa Nara. Kunjungan kedua Nara pada waktu lalu tidak membawa lagi ular hitam. Tetapi membawa orang yang paling dekat dengan Rani.


"Mia, apakah itu kau?"


"Percayalah Rani, Nara sudah menjelaskan semuanya.


Rani tertegun dan tidak bisa berkata-kata. "Hahaha", mengagumkan sekali.


Nenek pemakan sirih, anak-anak kecil yang suka meminta permen bahkan wanita yang suka memberi tanda atap di kamar kak Alfa juga ikut tertawa.


"Silahkan duduk."


"Eh ada temannya Rani, tunggu Tante buatin teh ya"


"Makasih Tante", senyum Mia kepada ibunya Rani.


Rani ikut menyusul ibu ke dapur dan secepatnya keluar menuju ruang tamu membawa nampan berisi teh buatan ibu.


Mia yang sering mendengar cerita mengenai makhluk bunian dari Rani ternyata itu bukanlah sebuah rahasia besar untuk Mia. Dia telah menceritakan petualangan Rani kepada Nara. Apakah ini yang disebut Sahabat? Seharusnya Rani menyimpan semua rahasia itu rapat-rapat tanpa berbagi kepada Mia bukan? Sudah beberapa jam mereka berbincang, perkataan Mia terus saja meyakinkan Rani bahwa Nara hanyalah dirasuki oleh makhluk ghaib. Mia adalah Sahabat Rani dan Nara sekarang menjadi sahabat Mia.


Rani berpikir sejenak dan menghela nafas panjang, "Huffhhh."


"Maksudnya apa sih Mi, Nara mau apa?" gerutu Rani datar meneguk segelas air di atas meja.


"Rani, sepertinya emosimu sedang tidak stabil?"


"Tidak, aku baik-baik saja silahkan minum juga Mi dan Nara."


Maksud kalian seharusnya berkata, "Rani bagaimana keadaan mu? atau Rani luka-luka akibat kecelakaan itu sudah sembuh? kenapa Sahabatku seperti orang asing bagiku?"


Mia dan Nara saling menatap, Nara berdiri dan memegang tangan Rani. "Tunjukkan kepada ku dimana wilayah bunian yang sering aku dengar itu!"


"Mengapa kau ingin kesana?"