Pendekar Hitam

Pendekar Hitam
# Louyin Tergoda


Tian Sun yang membayar makanan mereka ditolak oleh pelayan rumah makan.


"kion paman sun sepertinya panas yaa" tanya Chuan iseng.


"maksudnya" ucap Tian Sun sedikit bingung.


"lha pelayan itu takut menyentuhnya, whahaha" balas Chuan


"huhhh, sial" gumannya.


Kedua orang dibelakang Chuan tidak bisa menahan tawa atas kekonyolan yang terjadi. Sambil menenteng dan sesekali meneguk arak, mulut Chuan terus usil pada Tian Sun.


Tak lama mereka sampai balai lelang, keempatnya langsung masuk ruang kerja Tian Sun.


"sekarang ini ruang kerjamu" ucap Tian Sun.


"hadeuh, takut,,, lihat mereka memelototiku" balas Chuan sambil menunjuk dua penjaga.


Keduanya saling menoleh kebingungan saat Chuan hanya duduk dikursi tamu.


"whahaha, kalian kena usilannya juga" tawa Tian Sun sambil mengambil surat penjanjian yang disiapkannya. "hehehe" keduanya tertawa kecil.


Tian Sun menjelaskan dana yang Chuan berikan bukan hanya membeli saham di cabang ini saja. Namun saham kepemilikan balai lelang dan cabangnya.


Chuan terlihat santai saat tian sun menjelaskan isi perjanjian tersebut.


"ngapain sampai berbusa busa menjelaskannya" ucap Chuan lalu memasukkan surat dicincin naga. Dan menandatangani surat untuk pegangan Tian Sun.


"huuhhh" guman Tian Sun, sambil menyimpan kembali surat untuknya.


"masuk" ucap Tian Sun melihat Louyin didepan pintu.


"selamat, kau menerobos beberapa tingkat" ucap Chuan. "terima kasih" ucapnya sambil membungkuk dalam.


"masa terima kasih saja" goda Tian Sun. Wajah Louyin memerah saat mendengarnya.


"tak perlu, lihat wajah mereka, ada yang was was kalau Louyin tergoda, hahaha" ucap Chuan membuat Louyin semakin merona.


"dia tuan, bukan aku" kata penjaga menunjuk temannya. "whahaha selamat, apa paman Sun keberatan" tanya Chuan.


"malah aku tak tahu, tapi tak masalah juga" ucap Tian Sun. "whahaha, cepat dinikahi jangan lama pakai lama, ntar diserobot orang lho" ucap Chuan sambil melihat penjaga yang wajahnya mulai memerah. Candaan terjadi sampai tiba saatnya pelelangan.


"aku tidak ikut pelelangan, adakah penjual kuda didekat sini" ucap Chuan.


"kami malah punya beberapa kuda muda yang bagus, tapi belum lama dilatih" ucap Tian Sun.


"diambil semua juga boleh" goda Tian Sun lalu menyuruh dua penjaga mengantar Chuan.


"jangan menyesal kalau aku ambil semua" ucap Chuan. "bisa, tidak masalah" balas Tian Sun


"oh ya berapa semua penjaga dibalai lelang" tanya Chuan.


"semuanya lima belas" ucap Louyin.


"ini bagi yang adil" ucap Chuan sambil meletakkan dua puluh buah anggur darah dimeja.


"chu chu chuan, ini" ucap Tian Sun sambil tangannya gemetaran. Keempatnya lalu terdiam melihat yang Chuan berikan.


"whahaha, kalian seperti lihat hantu saja"


"ini anggur darah" ucap Tian Sun penasaran. Karena dia tahu harga dan manfaatnya.


"sisa tiga, kalian lelang hasilnya buat beli kuda, hahahaha" goda Chuan lalu pamit kepada mereka. Kedua penjaga membawa Chuan untuk memilih kuda.


"huhhh" guman Tian Sun sambil keluar ruang kerjanya. "siapa dia sebenarnya" ucap Louyin.


"orang orang dari kantor pusat belum ada yang memberi kabar" lanjut Louyin.


"seharusnya tak perlu, lagi pula sekarang dia pemilik balai lelang" ucap Tian Sun.


"dengan tambahan dana, kita coba bekerjasama dengan kelompok naga emas dikota kekaisaran" lanjutnya berangan angan.


"tapi tetap minta persetujuan Chuan dulu" ucap Louyin.


"ya pasti, ingat sekarang kita bawahannya, hahaha" ucap Tian Sun tersenyum.


Obrolan berakhir saat tiba diruang pelelangan. Riuh rendah suasana dalam pelelangan, tetapi masih bisa dikatakan aman. Bahkan saat sesi utama, meskipun sedikit sengit persaingannya, namun tidak ada keributan yang terjadi.


Chuan sedang memilih milih kuda. Seekor kuda jantan dan masih muda terlihat diikat erat dan dijauhkan dari yang lain.


"kuda yang bagus" ucap Patriak Lion dipikiran Chuan. "maksudnya" tanya Chuan.


"ada darah naga mengalir ditubuhnya, namun sangat tipis" jelas Patriak Lion.


Seharusnya hanya terdapat dialam dewa, sedang dialam ini seperti mimpi menemukan itu. Bahkan hewan buas seribu tahun dialam ini seakan punah. Paling hanya hewan buas seratus tahun yang masih sering ditemui dihutan yang lebat.


Kuda tersebut sedikit liar. Untuk menjinakkan Chuan hanya perlu mengalirkan qi murni melalui kepalanya.


"beri tujuh anggur darah serta tiga apel emas, dan tunggulah sampai besok" jelas Patriak Lion.