
Hari demi hari berlalu dengan kedamaian. Dinding batu yang berfungsi sebagai benteng sekte mempunyai sembilan sudut. Ditiap sudut terdapat fornasi pengumpul energi.
Energi tersebut mengalir menuju simpul simpul dari beberapa fornasi dimensi ruang. Chuan menghancurkan formasi pengumpul energi tersebut. Setelah itu, terlihat formasi dimensi tersebut mulai tidak stabil dan bisa menghilang dalam dua atau tiga jam.
Bersamaan dengan hancurnya formasi pengumpul energi, kubah seperti kabut tipis yang menghalangi pandangan dari luar juga terbuka.
Chuan meminta bantuan ratu lebah untuk memerintahkan rakyatnya agar mencari tanaman obat dihutan yang mengelilingi bukit dimana sekte berdiri.
Dengan bantuan tersebut, banyak tanaman obat telah dipindahkan Chuan dan Luosan. Selain itu tanaman buah serta bunga juga tak luput dari perhatian mereka.
Setahun telah berlalu. Namun Rouyan belum bangun dari kultivasinya. Sedangkan Chuan dan Luosan telah selesai dengan penataan sekte tersebut. Tapi nama sekte yang ada digerbang dihapus oleh Chuan.
saat ini bukit tersebut terlihat ada sembilan undakan. Ditiga undakan pertama tumbuh subur tanaman bunga. Dilima undakan atasnya berbagai tamanam obat yang tertata rapi meskipun tidak selebat tanaman bunga.
Selanjutnya diundakan terakhir berjajar tanaman buah. Hanya sebaris yang ditanam hampir menempel dinding undakan bukit setinggi dua meter.
Pagi yang cerah, terlihat dua pemuda duduk santai dianak tangga paling atas. Dua ratu lebah juga menemani kedua pemuda tersebut.
"bagai mana kemampuan prajurit kalian berdua" tanya Chuan pada kedua ratu lebah.
"meskipun racun prajurit lebah kuat, namun kami kekurangan sumberdaya" jelas Lin Yu. Mereka kekurangan tanaman yang mengandung racun. Untuk manusia, tanaman seperti itu tak ada manfaatnya. Tapi bagi prajurit lebah hitam akan sangat bermanfaat.
Kemampuan para prajurit hanya ditingkat enam dari sembilan tingkat prajurit lebah hitam. Mereka hanya bisa melumpuhkan pendekar bumi. Namun untuk membunuhnya perlu pengorbanan diri sembilan prajurit lebah atau lebih.
"ada cara seperti itu yang dipakai prajuritmu" tanya Chuan heran.
"hehehe" sebelum menjawab, Lin Ling tertawa keci. Keduanya mempunyai prajurit seperti itu tak lebih dari lima ratus. Mereka berwarna hitam pekat dan memiliki tubuh lebih kecil.
Kenekatan mereka juga menjadi ciri khas dari prajurit tersebut. Dengan tubuh kecilnya mereka sangat lincah dibanding prajurit lainnya. Sehingga saat binatang buas yang menjadi lawan membuka mulut, mereka akan mencari kesempatan untuk menyelinap masuk.
Setelah didalam maka sengatan akan dilepaskan, kemudian menghancurkan dirinya. Racun dari sengatan akan menggangu syaraf. Untuk racun dalam tubuh lebah yang hancur akan masuk, lalu mengganggu pencernaan dan organ lainnya.
"oohhhh" guman Chuan dan Luosan saat mendengar penjelasan keduanya.
"kenapa Tetua Chuan menanyakan hal tersebut" tanya Lin Yu. Sekarang kedua ratu lebah memanggilnya tetua, karena penggilan tuan membuatnya risih.
"aku ingin membuka tempat ini dan membuat akses jalannya" jawab Chuan. Dengan hilangnya formasi dimensi ruang, ratu lebah sering mendapat laporan prajuritnya. Kalau hutan diluar benteng mulai didatangi warga dan para pemburu.
Ada dua desa kecil yang dekat tempat ini dan beberapa desa lain yang agak jauh. Namun untuk kekota terdekat berjarak lima puluh kilometer. Itupun hanya kota kecil dan untuk sampai kota besar dua lipat jauhnya.
Memang tepat kalau disebut daerah liar. Dari beberaoa desa yang agak jauh terdapat tiga desa yang sebenarnya hanya kedok dari gerombolan perampok. Namun karena hukum yang ada adalah siapa yang kuat akan berkuasa. Membuat Chuan belum mengambil langkah, dan hanya mengamati situasi yang terjadi.
"kami hanya ikut pengaturan tetua" ucap Lin Ling
"tapi,,," sahut Lin Yu namun terhenti.
"tapi apa" tanya Chuan.
"jangan menebang semua pohon, sebab pohon pohon itu adalah tempat persembunyian prajurit kami" ucap Lin Yu
Meskipun tempat ini dibuka, namun tidak banyak orang yang boleh tinggal. Jadi didalam benteng tetap wilayah bebas untuk lebah hitam. Tapi untuk kebun obat tersebut, Chuan perlu pekerja untuk menanganinya.
Namun jika ada pekerja yang mengkianatinya, prajurit lebah boleh menghukumnya. Panjang lebar Chuan menjelaskan tentang rencananya.
"kalau ada pekerja yang berkianat kami boleh membunuhnya" ucap Lin Ling
"kalian boleh melakukan apapun asal itu bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya" ucap Chuan.
"hick, hick" terdengar isak kecil dari kedua ratu lebah. Dan tanpa komando terlihat ribuan prajurit dan lebah pekerja terbang rendah didepan Chuan dan Luosan.
"kami para lebah hitam berterima kasih atas penghargaanmu" ucap Lin Yu
"kami tak pernah memandang buruk wajah tetua" ucap Lin Ling.
"sebenarnya kami bingung kenapa madu yang kami berikan tidak bisa menghilangkan noda hitam tersebut" sahut Lin Yu.
"hehehe tiap berkultivasi dengan mengkonsumsi madu, maka hitam ini akan hilang" jelas Chuan. Namun dia meneteskan satu cairan untuk tetap seperti ini. Biar orang memandang buruk mukaku. Sekalian untuk mengurangi kesombongan dalam hatiku, jelas Chuan
"terima kasih, silahkan kalian melanjutkan aktifitasnya" ucap Chuan, disusul dengan suitan ratu lebah meneruskan maksud ucapan tersebut.
Tidak setiap hari keempatnya berkumpul. Kadang ratu lebah tidak muncul sebulan lebih. Sering juga Chuan beraktifitas sendiri, karena Luosan sedang berkultivasi digiok dimensi.
Satu setengah tahun Chuan hanya bersama Luosan dan para lebah hitam. Tiap malam dia berkultivasi dengan madu pemberian lebah hitam. Saat ini Chuan sudah ditahap kaisar tingkat sempurna. Bahkan tak lama lagi Chuan bisa menerobos kaisar suci.
Beberapa pil dan serbuk beracun diperkuat efeknya dengan menambahkan eleksir rumput emas. Cairan racun tersebut dimasukkan dalam beberapa piring kristal serta ditaruh dalam rumah dikiri kanan gerbang teleportasi.
kedua rumah tersebut saat ini ditempati prajurit lebah yang sedang meningkatkan kemampuannya. Racun yang tak berguna dan momok bagi manusia, tapi prajurit lebah hitam menyebutnya harta yang berharga.
Untuk ratu lebah dan para pekerja, Chuan memberi eleksir dari campuran apel emas dan anggur darah. Keduanya dilarutkan dengan air dari kolam digiok dimensi.
Sudah setengah tahun kedua ratu lebah tidak keluar. Dengan energi spiritualnya Chuan masih merasakan keduanya sedang tertidur.
"keduanya lebih kuat sekarang" batin Chuan.
Dalam beberapa minggu ini, Chuan menambahkan qi spiritual murninya dalam cairan untuk ratu lebah. Dikarenakan tiga bulan yang lalu dia merasakan kedua ratu dalam kondisi lemah.
Sambil membimbing Luosan, Chuan sudah membuka tempat kosong selebar tiga puluh meter disekeliling benteng sekte. Pohon pohon yang ada tidak ditebang, namun dipindah dan menjadi pagar hidup untuk tempat tersebut.
Pepohonan yang mengelilingi tempat tersebut semakin rapat. Tempat selebar dua puluh meter mempunyai kerapatan pohon yang lebih dibandingkan dengan tempat lain.
Siang hari yang terik, Luosan sedang berlatih serius dengan Chuan. Tiba tiba fluktuasi energi yang besar mendatangi keduanya.
"paman,,"
"kakek,," teriak keduanya dengan senang.
Luosan menangis tersedu saat memeluk kakeknya. Chuan juga meneteskan airmatanya melihat kebahagiaan tersebut. Selain itu ada ribuan lebah hitam yang mengelilingi ketiganya.
"selamat paman" ucap Chuan saat Rouyan menatapnya.
"selamat Tetua Rouyan" ucap dua ratu lebah diiringi dengungan sayap dan suitan rakyatnya.
"hehehe, terima kasih Chuan"
"terima kasih ratu lebah" ucap Rouyan berbahagia. Selain pulihnya tahap kultivasinya, dia juga merasakan peningkatan pesat pada Luosan.
"kami hanya punya dua tetes esensi darah lebah hitam, ini terserah bagaimana tetua bertiga membaginya" ucap Lin Yu.
"esensi darah kami bisa menetralkan segala racun yang masuk ketubuh manusia" ucap Lin Ling
"hahaha biar Tetua Chuan yang menyimpannya" ucap Rouyan. Sambil menjelaskan kalau hanya Chuan, satu satunya manusia ditempat ini. Sedang dia dan cucunya dari ras rubah suci.
"ohhhh,,," guman kedua ratu lebah terkejut, lalu melanjutkan berita tersebut pada rakyatnya.