
Dari atas, ketiganya dapat melihat jelas wilayah benua selatan. Beberapa kota yang lebih besar dari kota diklan tian terlihat. Komandan Xhuan menjelaskan tentang rasa penasaran Chuan.
Klan tian dahulu juga salah satu klan yang besar dan kuat. Setelah patriak klan yang sebelumnya meninggal dunia, terjadi perebutan kekuasaan yang menyebabkan menurunkan prestise mereka.
Saat ini ada enam sekte besar, tiga golongan putih, dua golongan netral dan satu golongan hitam ikut bermain saat itu. Sekarangpun didalam lingkup kekuasaan diklan tian secara terselubung keenam sekte tetap menancapkan pengaruhnya.
Beberapa saat yang lalu ada pendekar hitam yang mengguncang kestabilan sekte golongan hitam. Menurunnya pengaruh dari sekte golongan hitam, saat ini menguntungkan sekte golongan putih.
Yang paling banyak mengambil keuntungan adalah sekte macan putih. Dengan adanya tiga pendekar suci dan tidak ada pertentangan diantara ketiganya, membuat dua sekte lain sangat berhati hati dengan sekte macan putih.
"sebenarnya ada naga yang tertidur dibenua selatan" ucap Komandan Xhuan, membuat Rouyan terkejut.
"sekte apa itu" tanya Rouyan.
"sekte hutan suci" jawab Komandan Xhuan.
"haahhh" guman Rouyan sambil melihat Chuan.
"sebenarnya ada berapa yang ditahap suci" tanya Komandan Xhuan.
"ada lebih dari 15an, tapi tolong biarkan kami tetap dalam kesederhanaan seperti saat ini" ucap Chuan dengan santai.
"hahaha, memang naga yang tertidur" ucap Komandan Xhuan.
"bahkan sekte besar dikekaisaran hanya ada lima orang tahap suci dalam satu sekte" lanjut Komandan Xhuan.
Sementara dilingkungan kekaisaran ada 10an pendekar tahap suci yang digaji sangat tinggi untuk mendapat perlindungan mereka. Hanya sang kaisar yang berada ditahap suci tingkat 9. Sementara pangeran mahkota malah kecelakaan saat menembus tahap suci. Sedang para pangeran lain masih berada ditahap langit.
"tahap suci tingkat 9" guman Chuan.
"keterbatasan sumberdaya yang membuat kekaisaran kita terpuruk" jelas komandan Xhuan.
Pemberontakan dari sekte golongan hitam beberapa dekade yang lalu sebagai penyebabnya. Selain itu wilayah benua selatan juga semakin berkurang. Ada dua wilayah yang mendeklarasikan menjadi kerajaan yang mandiri, meskipun dalam wilayah benua selatan. Beruntung kekaisaran ini tidak runtuh saat itu.
Sekte pedang langit dan akademi militer yang membuat kedua kerajaan itu mundur. Sekte pedang langit dibenua ini adalah cabang dari sekte pedang langit dibenua tengah. Sekte tersebut adalah salah satu dari tiga sekte berkuasa dibenua tengah. Karena permaisuri saat ini adalah putri tunggal patriak sekte pedang langit dibenua tengah.
Meskipun mendapat dukungan sekte pedang langit, namun tak dapat sepenuhnya menghapus para pemberontak. Sekte itu tidak menurunkan semua kekuatannya sebab, mereka harus menjaga stabilitasnya dibenua tengah yang persaingan antar sekte sangat ketat.
Sementara akademi militer kekaisaran sampai saat ini kekurangan bibit berkualitas. Para putra putri pejabat dikekaisaran dan putra putri klan utama mendominasi didalamnya. Namun cuma mendominasi dalam jumlah bukan dalam kwalitas mereka.
Bahkan saat ini, sekte pedang langit yang ada dibenua selatan, lebih banyak menyumbangkan murid muridnya dalam lingkup prajurit kekaisaran. Sedang banyak murid akademi militer yang mempunyai posisi dikekaisaran karena koneksi orang tua mereka. Ada juga kembali ke klan untuk menguatkan posisi orang tuanya diklan tersebut.
"setelah membantu pangeran, kau bisa memberi saran untuk perbaikan akademi" ucap Komandan Xhuan menyudahi ceritanya.
"kita lihat dulu suasana didalamnya, sebelum menyampaikan saran untuk itu" jawab Chuan.
"hehehe, terima kasih" ucap Komandan Xhuan.
Saat elang putih mulai melambat, terlihat kota yang besar dan ramai terlihat dari atas. Kota yang sangat besar dengan sekumpulan istana megah ditengahnya.
"itu ibukota duocan" jelas Komandan Xhuan. Yang ditengah itu adalah komplek istana kekaisaran. Paling besar adalah istana Kaisar Jing. Sedang yang dibawahnya ditempati oleh keluarga kaisar.
Elang putih yang melayang pelan, mengambil lintasan diluar batas istana dan mendarat ditanah lapang bagian belakang komplek istana. Para prajurit yang melihat elang putih, sudah memahami kalau Komandan Xhuan yang datang.
Dua penatua yang sering mendampingi putra mahkota datang menghampiri ketiganya. Setelah sedikit perbincangan, kelimanya berjalan menuju sebuah istana yang lebih kecil dari bangunan istana utama Kaisar Jing. Memasuki istana tersebut, kelimanya menuju bagian aula.
Banyak pasang mata yang ada ditempat itu menatap Chuan dan Rouyan dengan pandangan penuh tanya. Komandan Xhuan memperkenalkan Chuan pada Tabib Ho. Dia adalah tabib kepala di Kekaisaran Jing.
Mengetahui Chuan yang direkomendasikan Patriak Wang hanya seorang pemuda yang sederhana. Banyak pandangan merendahkan disudut mata mereka yang hadir diaula tersebut.
Beberapa waktu ini, Tabib Ho dan banyak tabib yang diundang kaisar untuk menyembuhkan putra mahkota. Namun sampai hari ini, semua usaha mereka tidak menunjukkan hasilnya.
"mengapa bocah ingusan ini yang direkomendasikan Patriak Wang" ucap seorang paruh baya dengan lencana bergambar tungku dan berhias bintang sebanyak empat buah.
"Tabib He, meskipun dia masih muda. Namun Patriak Wang pasti punya pandangan tersendiri dengan anak ini" ucap Tabib Ho seakan membela Chuan. Meskipun dalam hati kecilnya tidak begitu yakin. Tapi Patriak Wang sudah dikenalnya sejak lama. Bahkan keduanya pernah bersumpah sebagai saudara. Jadi dia tidak akan menolak usulan Patriak Wang apapun yang terjadi.
Kasak kusuk ditempat tersebut mulai terdengar. Hampir semua meragukan kemampuan Chuan. Sindiran dan cibiran terdengar menggelitik ditelinga.
Chuan tetap tenang dan santai dengan situasi yang terjadi diaula tersebut. Raut wajahnya terlihat tanpa perubahan mrndengar bisik bisik mereka.
Komandan Xhuan dengan nada pelan menjelaskan, kalau orang orang diaula itu adalah para tabib yang selama ini memantau perkembangan putra mahkota. Selain tabib istana, ada juga para tabib dari paviliun pil.
Paviliun pil adalah serikat para tabib dan pembuat pil yang berhak mengesahkan tingkatan para tabib dan pembuat pil. Kantor besar mereka ada dibenua tengah, namun tiap kantor utama dibenua yang lain diberi kebebasan untuk mengambil kebijakan sendiri bagi para anggotanya.
Sedangkan bagi pembuat pil bintang enam atau yang disebut alkemis tingkat enam dibenua tengah, mereka mempunyai ketenaran tersendiri. Selain para petinggi dikantor besar, tak ada yang berani membuat masalah dengan orang itu.
"adakah yang tingkat enam diantara mereka" tanya Chuan
"dibenua ini tingkat lima adalah yang tertinggi" jawab Komandan Xhuan
"salam Tuan Shi"
"salam Kaisar Jing"
Serempak suara semua orang diaula itu terdengar. Mereka juga membungkuk hormat pada sosok dua orang yang keluar dari sebuah kamar.
"Tuan Shi adalah alkemis tingkat enam dari benua tengah yang diundang Kaisar Jing" bisik Komandan Xhuan pelan.
Chuan hanya mengangguk dan tetap tenang dan tanpa perubahan di raut wajahnya.
Tuan Shi dan Kaisar Jing tidak menjawab salam, namun hanya senyum yang dipaksakan.