Pendekar Hitam

Pendekar Hitam
# Peta Kuno


Dari beberapa pertanyaan Chuan telah mengisi dua diantaranya. Selanjutnya dia tersenyum didepan sebuah lembar pertanyaan.


"ada apa" tanya Ninie


"orang ini terlalu gigih dalam pembuatan pil" ucap Chuan


"selalu gagal dengan bahan rumput sutra ungu" ucap Ninie membaca lembaran yang dipandang Chuan.


Beberapa metode yang dipraktekkan tertulis didalamnya. Chuan lalu menuliskan metode untuk rumput sutra, yang didapat dari kitab pengobatan. Dalam kitab warisan tabib dewa itu juga mencantumkan metode tersebut.


'semua metode benar dan bisa diteruskan' awal coretan Chuan yang diperhatikan oleh Ninie. Namun untuk rumput sutra memerlukan air sari bumi yang kaya energi untuk merendamnya selama tujuh hari.


Seandainya tidak menemukan, bisa memakai aleksir dari rumput emas untuk merendamnya. Juga ketika memasukkan bahan tersebut terakhir sendiri saat pil mau terbentuk.


Karena sifat dari bahan tersebut yang mudah hancur. Maka setelah pil terbentuk gunakan api kecil yang stabil untuk penyempurnaanya. Meskipun waktu yang dibutuhkan sedikit lama, tapi berhasil dan suksesnya sebuah pil terbentuk, akan membawa kebahagiaan tersendiri bagi seorang alkemis. *CHUAN*


Ninie yang terus mengamati dari awal hanya tersenyum melihat ulasan yang tuliskan Chuan. Sudah tiga pertanyaan yang dijawabnya. Cara menulis ulasan, dia terlihat santai dan tanpa beban.


"siapa identitas sebenarnya orang ini" batin Ninie. Bahkan pertanyaan yang terakhir sudah bertahan beberapa tahun di pavilliun pil. Rasa penasaran yang hadir membuatnya tanpa sadar terus memandang sosok Chuan.


"ada yang aneh pada ku, kog cara menatapmu seperti itu" tanya Chuan, membuat Ninie tersentak sadar. Wajahnya memerah dan senyum yang dipaksakan nampak terlihat lucu


"whahaha jika kita gemar membaca, maka pengetahuan dan pengalaman dari leluhur akan tercatat dibeberapa kitab jika kita beruntung menemukannya" jelas Chuan mengalihkan kecanggungan Ninie.


"meskipun begitu tanpa seorang guru yang hebat dan pengalaman yang luas, sulit untuk mencapai tingkatan sepertimu" ucap Ninie yang mulai terlihat santai.


Percakapan keduanya terus berlanjut. Sambil berjalan keluar tempat misi dan mengajak Rouyan, obrolan keduanya tetap terdengar.


Sampai diruang kerjanya, Ninie menunjukkan lima lembaran terbingkai yang menempel didinding.


"itu peta lama dari lima benua" jelas Ninie.


Itu hanya duplikat yang dibuat oleh sekte pedang langit. Ada peta kuno yang disimpan oleh kekaisaran benua tengah. Untuk peta benua utara saat ini tidak ada manfaatnya. Karena wilayah itu sudah hancur dan beberapa klan yang berkuasa bergabung dengan benua tengah.


Tetapi sampai saat ini, semua klan tetap terkotak kotak dan saling memperluas pengaruhnya. Para tetua di sekte besar menyebutnya daerah liar. Pada waktu tertentu ada sekte besar yang menjadikan daerah itu sebagai ajang pelatihan bagi muridnya.


Meskipun sudah mendengar cerita dari Kaisar Jing, namun Chuan tetap mendengarkan penjelasan Ninie. Setelah itu Chuan terus memperhatikan peta dan mulai membuat sketsa peta dan mengambil garis besar dari arah perjalanannya.


Selesai dengan sketsa peta, Chuan lalu menyimpan dicincinnya. Lalu mereka bertiga berbincang ringan. Rouyan yang selalu diam selama bersama Chuan, juga ikut menjawab saat pertanyaan ditujukan padanya.


Dua jam telah berlalu, dan gelap telah turun. Chuan dan Rouyan berpamitan kemudian mereka meninggalkan balai pedang langit. Ninie yang ditemani seorang pelayan mengantar keduanya sampai didepan balai tersebut.


Tak lama keduanya berjalan, mereka telah sampai disebuah penginapan dan langsung masuk kamar setelah membayar sewanya.


Chuan segera membuka peti yang diberikan oleh Kaisar Jing.


"ini,, terlalu banyak" ucap Chuan pelan saat melihat isinya


"seribu batu roh tingkat menengah" guman Rouyan. Chuan mengambil lima ratus sedang sisa batu roh, meminta Rouyan untuk menyimpannya.


Rouyan yang tahu karakter Chuan, tidak mau menolak karena takut dia tersinggung.


Keduannya terus melihat beberapa barang lain yang ada didalam peti tersebut. Terdapat beberapa bahan obat dan item kenangan dari permaisuri.


"ini,,,," ucap Rouyan sambil memegang sebuah giok hijau gelap sekepalan tangan.


"apa itu" tanya Chuan


"giok dimensi ruang" jelas Rouyan.


Kelihatannya, Kaisar Jing sudah mengira kalau kau menolak untuk memasuki ruang harta karun. Maka kaisar memberikan harta karun tersebut.


Dengan giok tersebut, Chuan bisa memasukkan mahluk hidup didalamnya. Bahkan benih tanaman obat bisa ditanam juga. Tapi kelihatannya giok ini masih memerlukan energi yang cukup besar untuk menggunakannya.


"teteskan dan alirkan energi spiritualmu, agar kau bisa menggunakannya" ucap Rouyan menyudahi penjelasannya.


"baiklah" ucap Chuan lalu meneteskan darah dari jari yang dilukainya.


Riak kecil terasa dan Chuan mulai mengalirkan energi spiritualnya. Jiwanya seakan tertarik masuk kesebuah tempat luas yang kosong. Suasana temaram energi yang sangat tipis. Rasanya bukan hanya binatang, tapi tumbuhan pun sulit untuk hidup.


Saat Chuan berpikir untuk kembali, tiba tiba jiwanya bergetar dan kembali bangun dari meditasinya.


"bagaimana?" tanya Rouyan.


"serasa seperti dialam yang gersang dan hampir tak ada energi kehidupan didalamnya" jawab Rouyan


"kita masuk kedalam giok dan menaruh batu roh" ucap Rouyan, karena hanya Chuan yang bisa masuk sendiri atau dengan orang lain.


Setelah diberitahu Rouyan cara keluar masuknya, mereka berdua lalu masuk digiok dimensi. Sebelum Rouyan mengeluarkan batu roh chuan sudah memegang giok kecil berisi mustika.


"kau punya mustika seperti itu darimana" tanya Rouyan penasaran.


"aku mendapatkannya saat diklan chu" jawab Chuan


"dengan mustika itu, kebutuhan energi disini bisa teratasi" ucap Rouyan lalu menjelaskan rencananya.


Biarkan mustikanya tetap didalam giok itu. Masih butuh seratusan batu roh untuk mempercepat proses pengisian energi dalam giok dimensi. Karena ruangan yang luas, perlu waktu untuk pengaturannya.


Chuan juga beruntung, karena pola yang ditanam dalam giok ini memberi selisih waktu yang sangat dalam. Satu bulan dalam giok dimensi tapi didunia luar hanya satu jam an saja.


Rouyan juga meminta Chuan untuk meninggalkan semua biji bijian dan benih tanaman obat untuk dibudidayakan. Serta memberikan beberapa air yang penuh energi, seperti yang dipakainya saat mengobati pangeran.


Dengan air itu, Rouyan bisa membuat kolam air energi. Sehingga dalam jangka panjang Chuan tidak kehabisan stocknya.


"untuk batu roh, menggunakan milikku saja" ucap Rouyan mengakhiri penjelaaannya.


Tanpa merasa keberatan, Chuan mengeluarkan semua yang diminta Rouyan. Keduanya terus memperjelas dan saling mengutarakan rencana masing masing tentang pengelolaan ruang dalam giok dimensi.


Rouyan meminta Chuan untuk meninggalkan dalam giok dimensi dan menjemputnya esok hari. Chuan lalu keluar dan mulai bermeditasi dalam kamar penginapan.