
Sepeninggalan kesembilan orang tersebut, Huang Di menarik napas dalam.
"huuhhhhhh,,,, tak ku sangka ada kejadian yang seperti itu" ucapnya.
"harta dan kedudukan sering membutakan orang" balas Rouyan. Kondisi ketiga tetua sudah menjadi duri dalam klan. Kalau dibiarkan maka generasi muda klan huang akan pindah didalam genggamannya.
Kalau klan huang ingin bangkit lagi, maka hilangkan sekat diantara mereka. Hapus status keluarga utama, jadikan semuanya menjadi keluarga besar klan huang. Namun dalam setiap aspek mereka harus bertanggung jawab dan saling menghargai.
"sebenarnya kami sudah mulai menjalankan hal tersebut" ucap Huang Di. Namun mereka masih tetap dengan kebiasaan lamanya. Tetapi para ahli tetap membimbing bakat yang ada. Terdapat seorang alkemist yang mengambil beberapa murid dibawah bimbingannya.
Ada juga ahli tempa yang mempunyai sedikit pemuda dalam kelompoknya. Tapi prajurit klan terbagi menjadi beberapa kelompok. Mereka menutupi identitasnya sebagai kelompok pemburu.
"apakah hanya segini sisa klan huang" tanya Rouyan.
"tidak, masih terdapat para ahli, wanita dan anak anak" jawab Huang Di.
"kalau mereka,,," lanjut Rouyan.
"para prajurit yang siap bekerja sesuai pe8ngaturan senior Rouyan" balas Huang Di
"diluar benteng kalian bisa tinggal" jelas Rouyan. Untuk pengaturannya, Rouyan hendak berunding dulu dengan Chuan. Para prajurit boleh mulai menyiapkan bahan untuk pembangunan pemukiman baru bagi klan huang.
"terima kasih,, senior" ucap Huang Di.
"silahkan membuat tenda ditempat ini, kami pergi dulu" ucap Rouyan lalu mengajak Luo San meninggalkan tempat tersebut.
***
Kota Duocan
Chuan dan Meilin singgah dirumah Lou Sin selama dua hari. Rasa syukur akan kesembuhan putra tercintanya, membuat keluarga Lou Sin kebingungan untuk membalas jasanya.
Bahkan ayah mertua Lou Sin bersedia memberikan harta benda yang dimilikinya. Chuan dengan bahasa halus, menolak semua pemberian tersebut. Dia meminta Lou Sin untuk memberikan pelatihan untuk anaknya dan anak anak yang belum bisa masuk kesalah satu sekte.
Untuk klan klan besar, setiap anak akal dibina di akademi atau sekte yang bekerja sama dengan mereka. Namun anak anak pinggiran yang tanpa naungan klan akan perlu perjuangan untuk masuk sekte. Tetapi jika mereka dibina dulu, maka akan ada sekte yang siap merekrutnya.
Dengan kesembuhan putra tercintanya, Lou Sin tak keberatan dengan arahan Chuan. Dia juga ingin berbagi kebahagiaan dengan memberi bimbingan pada anak anak dilingkungannya.
Sebagai sesorang yang sudah ditahap langit. Dia bisa memberi bimbingan pada anak anak pemula. Chuan juga memberi dua puluh kitab tehnik kultivasi dan ilmu beladiri yang baginya kurang berarti.
Kitab yang didapat dari sekte pagoda suci. Meskipun tidak berguna bagi Chuan, tapi sangat berarti untuk Lou Sin. Sedang kitab tehnik dan ilmu tingkat tinggi keatas masih disimpannya.
Segala pengaturan Chuan dirasakan sempurna oleh Lou Sin. Karenanya, dia tidak menolak rencana yang disampaikan oleh Chuan. Setelah lima hari, Chuan dan Meilin meninggalkan tempat tersebut.
Dengan santai keduanya melesat pelan melintasi kota duocan. Sampai dikediamannya, mereka berdua berbahagia melihat tamu yang telah menunggunya.
"wah,,, kapan paman datang" ucap Chuan melihat Rouyan sudah didepan tempat tinggalnya.
"sudah lima hari aku dan Luo San disini" balas Rouyan.
"salam tuan putri" lanjut Rouyan.
"mana Luo San" tanya Chuan.
"dia sedang bersama permaisuri" balas Rouyan.
"mari masuk dulu" ajak Meilin.
Ketiganya memasuki tempat Chuan dan Meilin tinggal. Mereka saling berbagi cerita yang telah dilaluinya. Bahkan saat pelayan membawa hidangan, tiada berhenti canda dan ceritanya.
Chuan dan Meilin menceritakan kondisi istana dan kekaisaran secara menyeluruh. Dengan seksama Rouyan mendengarkannya. Bahkan masalah klan tang dan chao juga disampaikan.
"aku bisa membantu, tapi gunung suci" jelas Rouyan lalu menceritakan keberadaan klan huang dikaki gunung suci. Serta penemuan sebuah gua yang ada di tebing gunung, dan para lebah yang menempatinya.
"baiklah, kita bisa mengundang ahli tata kota untuk menggambarkan rancangannya" ucap Chuan.
"biar aku yang menemui mereka" ucap Meilin menawarkan bantuannya.
Chuan mengambil alat tulis dan mulai menggabar kasar dan memberi tulisan yang diperlukannya. Tempat alkemis, ahli tempa, markas keamanan dan aula pertemuan. Tempat tinggal dan pos penjagaan yang strategis.
Setelah menerima coretan Chuan, Meilin bergegas keluar rumah ditemani dua pelayannya. Sedang Chuan dan Rouyan melanjutkan percakapannya.
Siang telah beranjak sore, Meilin dan Luo San tiba hampir bersamaan. Mereka berempat merasakan kebahagiaan karena dapat berkumpul lagi.
Hari terus berganti. Tujuh hari perencanaan mereka dirasakan sudah matang. Rouyan akan kembali ke gunung suci melakukan pengaturan. Gambar rancangan pembangunan kota kaki bukit sudah mereka dapatkan.
***
Jenderal Erlong
Sekembalinya dari kamp pelatihan, langsung melakukan pembersihan bertahap secara halus. Beberapa komandan dimarkas besar mulai dirotasi. Seratus pasukan khusus dan telik sandi disisipkan pada tiap komandan yang mempunyai tugas dan basis kekuatan berbeda beda.
Dalam tiga hari, belum ada reaksi akan munculnya insiden. Komandan keamanan kota, tidak dilakukan pergantian. Hal tersebut dilakukan untuk kestabilan situasi dan kondisi keamanan kota dan istana kekaisaran.
Sebulan setelah pengaturan tersebut dan situasi kodusif tercipta. Kini berita yang cukup meresahkan muncul. Sekte pedang langit menarik diri dari Kekaisaran Jing. Permasalahan internal terjadi dipusat sekte yang berada dibenua tengah.
Ketua sekte, para tetua dan wakilya akan meninggalkan wilayah selatan dalam waktu sebulan. Untuk murid sekte diberi dua pilihan, ikut mereka atau kembali ke klannya. Sedang tempat sekte berdiri yang berada dibelakang komplek istana kekaisaran dikembalikan pengaturannya pada Khaisar Jing.
Hari hari seakan cepat berlalu. Sekte yang sebelumnya ramai oleh murid yang berjumlah lima ribu lebih. Kini tersisa kurang dari dua ribu murid. Mereka berasal dari pemuda desa yang mempunyai bakat, serta klan klan kecil. Untuk klan klan besar menarik generasi muda mereka. Bahkan generasi dari klan tang dan chao tak satupun yang tersisa.
Kaisar Jing dan Jenderal Erlong sering mengadakan pertemuan yang intens. Keamanan kota semakin ditingkatkan untuk mengurangi keresahan warga.
Dalam situasi yang sedang terjadi muncullah empat pria tua. Tian Wu, Gin Yan, Hu Long dan Han San, mereka adalah sesepuh dikekaisaran. Meskipun bukan dari klan bangsawan, keberadaan keempatnya sangat berpengaruh.
Kaisar pernah menawari keempat klan untuk ditingkatkan statusnya. Namun ditolak karena mereka tak ingin generasinya menjadi arogan dan sombong diwilayahnya. Meskipun seperti itu, banyak generasi dari klan tian dan gin yang mulai sombong dan arogan.
Keempatnya datang keistana, saat para tetua sekte pedang langit berangkat meninggalkan benua selatan. Bersamaan dengan itu Kaisar Jing juga mengumumkan untuk menunda seleksi diakademi militer.
Setelah membahas situasi dan pencegahan gejolak yang akan terjadi karena masalah tersebut. Keempat sesepuh menuju kediaman Chuan.
"selamat datang senior" sambut Chuan yang temani Meilin, Luo San dsn juga Rouyan ysng telah kembali dari gunung suci.