Pendekar Hitam

Pendekar Hitam
# Salah Menyinggung Orang


Seorang pria tua yang penuh vitalitas hadir memisahkan pertempuran tersebut dengan energinya yang besar. Tiakong dan ketiga wakil tetua cepat menghindar dan menuju tempat Chuan berdiri. Melihat Chuan dan yang lain baik baik saja, pria tua itu terkejut.


Berbeda dengan keempat tetua sekte teratai merah dan para penjaga. Keempatnya jatuh dengan kondisi yang menyesal. Sedangkan para penjaga yang sebelumnya terluka parah menjadi tewas seketika.


"siapa mereka" ucap pria itu pada patriak sekte.


"mereka dari sekte hutan suci" jelas patriak, lalu menceritakan pengusiran mereka saat dirinya mengujungi sekte tersebut.


Saat ini mereka ingin bebas dari ancamannya tanpa tebusan apapun, dan melawan saat hendak dijadikan sandera


"plaakkkk" tamparan pria tua itu mendarat dipatriak sekte. Membuat dia terbanting dan muntah darah.


"ayah!!!" Teriak patriak, yang ternyata pria itu adalah patriak sebelumnya dan juga ayah dari patriak sekarang.


"maafkan kelancangan kami pada para tetua berlima" ucap pria tua itu sambil memandang kelima wakil tetua.


"kejadian ini dilanjutkan atau tidak, kami tunggu penjelasan dari kalian dalam 7hr" ucap Chuan sambil mengangguk mengisyaratkan orang orangnya untuk pergi.


"pria tua ini akan memberikan penjelasan dalam 7hr" ucapnya.


"baiklah, kami permisi" ucap Chuan mulai berjalan dari tempat itu.


Sampai diluar balai utama sekte, Chuan dan yang lain segera melesat dengan cepat. Sementara itu, didalam balai utama saat ini terlihat berantakan. Pria tua tersebut mengajak patriak dan para tetua pergi kerumahnya.


Sedangkan para tetua lain yang tidak hadir diminta untuk segera datang. Untuk para murid yang diluar disuruh membereskan kekacauan itu dan mengubur para penjaga yang tewas.


"ceroboh, kalian semua ceroboh" ucap pria tua, setelah semua tetua berkumpul dirumahnya. Wajahnya terlihat gusar dan memandang semua orang dengan kemarahan.


"apa maksud Tuan Gu Cen" tanya seorang tetua.


"kalian salah menyinggung orang" ucap Gu Cen


"mereka dari sekte kecil yang baru berdiri" ucap patriak sekte membela diri.


"kau,,, kau" ucap Gu Cen kesal setengah mati.


"kalau bukan anakku, pasti aku akan membunuhmu untuk menyenangkan mereka" lanjut Gu Cen membuat semua orang terkejut.


Dia lalu menjelaskan, kelima orang yang datang adalah pendekar suci tingkat satu. Satu pendekar langit dan yang paling muda tidak dapat diketahuinya. Dia mengetahui karena sudah ditahap suci tingkat 3.


"huuhhh" dengusan terdengar saat Gu Cen menyudahi penjelasannya. Semua yang hadir diam dalam keterkejutannya, setelah mendengar apa yang tersampaikan. Muncul pertanyaan besar dalam pikiran mereka.


Dari mana sekelompok orang ini?


Bagaimana ada pendekar suci begitu banyak dalam satu sekte?


Apa yang membuat mereka bisa bersatu?


Dalam sekte besar paling banyak hanya 3 pendekar suci. Dibenua selatan sering terjadi kecelakaan saat menembus tahap suci. Disebabkan oleh tipisnya energi alam dan mahalnya sumberdaya yang diperlukan untuk itu.


Para pendekar suci jarang mengurusi sekte. Mereka lebih sering tetap dalam kultivasi tertutupnya dan menyandang status baru sebagai leluhur sekte. Tak jarang terjadi perselisihan diantara mereka, karena kepentingan dari keturunannya.


"salam Tuan Gu Cen" terdengar seoarang tetua sekte yang baru masuk.


"darimana kau" tanya Gu Cen masih dalam emosinya.


"berkunjung keklan chu" ucapnya dengan sedikit takut, lalu menjelaskan.


Menurut Tetua Zhao ada 15 lebih pendekar suci disekte hutan suci. Pasukan keamanan inti sekte itu berada ditahap bumi dan langit. Meskipun begitu, mereka semua selalu menekan tahap kultivasinya.


Saat ini tak ada yang kekuar dari sekte kalau tidak ada kepentingan yang mendesak. Mereka terlalu sibuk untuk meneruskan pembangunan sektenya.


"bahkan minggu depan Tetua Zhao berencana mengirim 200an muridnya untuk membantu mereka" ucap tetua itu mengakhiri penjelasan dari hasil kunjungannya.


Tak ada suara terdengar, semuanya semakin tenggelam dalam kegalauan. Mereka berharap ada solusi untuk mengatasi masalah kritis yang mengancam kehancuran mereka.


Cukup lama mereka termenung, sambil memikirkan solusi yang terbaik. Meskipun murid sekte teratai merah ada lima ribu lebih namun melawan selusin pendekar suci, sama saja dengan bunuh diri.


Beberapa solusi tertuang dalam perundingan mereka. Koin emas sebagai hantaran untuk permintaan maaf. Bantuan tenaga sekarela untuk pembangunan sekte hutan suci. Juga usulan usulan yang lain.


Sementara itu, Chuan yang sudah sampai dipenginapan membayar tagihan. Kemudian meneruskan perjalanan mengunjungi balai lelang untuk berpamitan.


Sampai dibalai lelang, pengawal Louyin langsung mengajak Chuan dan yang lain masuk keruang tamu didalam balai lelang. Sedang Louyin dan tiga pengawal pangeran yang sedang berbincang diruang kerja Louyin, segera beranjak keruang tamu, saat seorang penjaga memberitahukan kedatangan Chuan.


Sambil menikmati minuman yang disediakan, mereka semua berbincang ringan. Lalu Chuan berpamitan setelah malam mulai gelap. Komandan Xhuan dan dua wakilnya juga berpamitan, karena mereka ingin menyertai Chuan ke sekte hutan suci.