
Chuan yang baru keluar kamar menyapa tetua zhao dan nenek hong. Sapanya disambut senyum oleh kedua orang tersebut.
"tetua zhao mengantakan ini" ucap nenek hong sambil menyerahkan kantong yang berisi koin dan tanda pengenal untuk mereka berdua.
Chuan lalu menerima dan memasukkan kecincinnya. "chuan, sebulan lagi ada perekrutan murid baru disekte utama klan chu" ucap tetua zhao.
Lalu menjelaskan kalau chuan ingin masuk klan maka bisa ikut seleksi. Syarat untuk masuk harus berusia dibawah dua puluh tahun. Dan beberapa penjelasan lagi yang disampaaikan tetua zhao.
"terima kasih tetua, tujuan kami kesekte pasir putih" ucap chuan. Kalau neneknya bisa sembuh oleh tetua pasir putih maka dia akan tinggal disana kalau diijinkan. Meskipun tidak menjadi murid sekte maka melayani tetua sektepun dia tak masalah untuknya, jelas chuan.
"masuk disekte pasir putih lebih mudah, karena hampir tak ada pemuda diklan chu yang minat" jawab tetua zhao lalu menjelaskan. Saat ini hanya ada tiga tetua dan dua puluhan murid asli dari sekte tersebut.
Memang ada yang belajar pengobatan tetapi mereka murid inti dari klan utama klan chu yang direkomendasikan untuk itu. Setelah selesai belajar merekapun akan dikembalikan pada tetuanya masing masing. Saat ini sekte tersebut mengalami dilema.
Tetap dalam lindungan klan chu, mereka tidak berkembang. Kalau keluar mereka tetap dalam ancaman sekte pasir darah dikarenakan dendam.
"chuan, kamu masih muda, jangan karena nenek masa depanmu berhenti disekte itu" ucap nenek hong menimpali, setelah mendengar percakapan mereka.
"nek, kalau bisa masuk disekte itu, aku akan belajar sungguh sungguh" ucap chuan lalu menyampaikan alibinya.
Meskipun tidak menjadi pendekar yang hebat, dengan menguasai pengobatan nantinya dia bisa berguna bagi semua orang. Walaupun tidak menjadi orang hebat, bisa menolong sesamanya sudahlah menjadikan dia bahagia.
Sadar akan penampilannya, wajahnya tak menarik, pakaiannya jelas bukan orang kaya.
Apakah harus jadi pendekar hebat agar dipandang dan ditakuti orang lain?
Ataukah menjadi seorang ahli pengobatan untuk dihormati orang lain?
Tidak keduanya. Biarlah dia dipandang seperti apapun dalam pandangan mereka tetapi berguna untuk sesama. Bahkan bisa menolong dan meringankan orang lain, cukuplah itu cita cita chuan.
Keadaan apapun dalam dirinya bukan suatu masalah yang sulit untuk dijalani. Ucapan chuan keluar begitu saja, berusaha meyakinkan niatnya masuk disekte pasir putih.
Mereka semua tidak tahu tentang chuan yang sebenarnya. Dihati mereka terbersit rasa kagum dan segan. Harapan dan cita cita yang sederhana tetapi mulia.
Tetua zhao dan muridnya tenggelam dalam pikiran masing masing.
Sudahkah dirinya berbakti pada orang tuanya?
Sudahkan berguna pada sesamanya?
Pernahkan rendah hati atau malah terlalu sombong selama ini?
Ternyata sikap chuan yang semalam dan kata kata sederhana barusan telah menusuk lubuk hati mereka saat ini.
"maaf tetua, ijinkan aku mengantar mereka menemui guru tian" terdengar suara dibelakang chuan. Guru tian adalah panggilan murid sekte utama klan pada tetua sekte pasir putih.
"chu fang, kamu boleh mengantar mereka, dan sampaikan suratku pada tetua tian" jawab tetua zhao sambil menitipkan sepucuk surat pada chu fang.
Surat yang tetua zhao siapkan sebenarnya mau diberikan chuan. Surat rekomendasi untuk menolong nenek hong dan juga berharap agar tetua tian mau menerima chuan menjadi muridnya.
"maaf, kami berdua banyak merepotkan tetua zhao" ucap chuan.
"sama sama chuan, ternyata benar kata katamu, menolong orang lain bisa meneteskan kebahagiaan dihati" kata tetua zhao.
Selama ini mereka hanya dijejali dengan disiplin latihan dan latihan. Melaksanakan tugas dan tugas yang dibebankan. Keadaan hati mereka hanya harus bersaing dan berlomba dengan yang lain.
Kewaspadaan, kecurigaan dan kesombongan adalah buah dari keadaan sekte selama ini. Hanya tetua zhao dan muridnya yang masih ada toleransi dihatinya.
#mohon sekedar like n coment# ............