Pendekar Hitam

Pendekar Hitam
#Alkemis Tingkat Enam


Suasana menjadi hening, mereka tidak menyangka jawaban Chuan. Seorang pemuda yang sebatang kara, berjuang dan membangun reputasinya sendiri.


"maaf sudah menyinggung perasaanmu" ucap Tuan Qin Shi dengan canggung.


"tak apa apa, hanya guru berpesan untuk tidak menyebut namanya" jawab Chuan


"ohh,,, maaf" lanjut Tuan Qin Shi


"saudara Chuan" ucap Tuan Wen menyapa Chuan


"ada apa tuan" ucap Chuan


"berapa lama proses ini berlangsung" tanya Tuan Wen


"pangeran harus menstabilkan energi ditubuhnya, setidaknya butuh waktu tiga hari" jawab Chuan


"kalau dipaksakan nanti malah tubuhnya bisa hancur" lanjut Chuan


"oohhhh" terdengar gumanan semua orang.


Makanya selama proses berlangsung Chuan tidak mau diganggu. Kalau terjadi kecelakaan kecil lagi bisa berakibat fatal. Bahkan dia harus kejam saat ada yang menyusup entah apapun maksud dan tujuannya.


Meskipun itu pengawal bayangan kaisar. Dalam hal seperti ini Chuan menghindari gangguan sekecil apapun.


"mohon untuk merahasiakan semua yang terjadi ditempat ini" ucap Chuan


"pasti aku berjanji untuk itu" jawab Tuan Wen diikuti semua orang.


"itu juga untuk keselamatan kita" kata Kaisar Jing.


Seandainya organisasi itu tahu anggotanya ada yang meninggal disini, maka mereka semua akan menjadi incaran mereka. Namun ketika mereka tidak bisa membuktikannya, maka Pangeran Tian yang akan diincar.


"semua orang bisa melanjutkan aktifitasnya, aku dan Paman Rouyan yang akan berjaga disini" ucap Chuan


"untuk sementara waktu ini, desuskan kalau kondisi pangeran semakin kritis, dan jangan ijinkan siapapun masuk" lanjut Chuan


"aku akan perintahkan penjagaan ketat diluar tempat ini" ucap Kaisar Jing.


"aku akan siapkan kamar untuk tuan berdua" ucap permaisuri


"tak perlu Yang Mulia, yang penting ada yang mengantar makanan dan arak untuk kami" jawab Chuan konyol.


"hihihi"


"hehehe"


"hahaha" terdengar tawa renyah mereka. Ucapan Chuan membuat sadar kalau hari ini hanya mempekerjakannya tanpa memberi suguhan apapun.


"baik, setelah ini aku suruh pelayan mengantarkannya" ucap permaisuri sambil tersenyum


"Saudara Chuan, kami bertiga juga permisi dulu" ucap Tuan Wen


"baiklah, hati hati tuan" ucap Chuan


"terima kasih" ucap Tuan Wen


Semua orang beranjak keluar dari tempat tersebut.


"Komandan Xhuan" tiba tiba Chuan berteriak, membuat semua orang berhenti.


"ajak Lin Dong kesini dan bawakan kertas serta kuas" lanjut Chuan


"baik" jawab Lin Xhuan sambil tersenyum


Sang pangeran yang sudah dinobatkan sebagai putra mahkota, tenggelam dalam kultivasinya. Chuan dan Rouyan hanya bercanda sambil menikmati arak yang dibawakan pelayan istana. Lin Dong juga sudah diantarkan ayahnya ditempat Chuan. Dia sedang serius menghapal 27 gerakan tehnik pedang suci yang disederhanakan oleh Chuan.


Tiga hari telah berlalu, pagi ini semua orang yang ditunjuk Chuan kembali datang. Mereka semua dengan santai bercakap cakap pelan disudut ruangan.


Qin Shi menyerahkan token alkemis tingkat enam pada Chuan.


"maaf, kami hanya bisa sampai tingkat ini" ucap Qin Shi. "tak masalah, yang penting dengan identitas ini pil yang kami buat tidak akan diragukan lagi" jawab Chuan sambil tersenyum.


"pil apa itu" tanya Tuan Wen


"pil yang dipasarkan oleh balai lelang mutiara, serikat bintang perak dibenua timur" jawab Chuan santai.


"hahaha, saat ini kami terkejut dengan pil pil mereka, darimana mereka dapat komposisi herbal seperti itu" ucap Qin Shi


"ternyata kau dibelakangnya" ucap Tuan Wen.


Chuan hanya tersenyum mendengar ucapan Tuan Wen dan Qin Shi. Kemudian mereka terus berbincang ringan. Bahkan putri kaisar juga penasaran dengan identitas Chuan yang sebenarnya.


Disisi lain terlihat Lin Dong terus menyempurnakan gerakan tehnik pedang suci yang sudah dihapalnya.


Pagi berganti siang, Lin Dong yang beristirahat dari latihannya menelan pil nutrisi yang diberikan Chuan, lalu menjauh untuk berkultivasi. Sedang pangeran belum bangun dari kultivasinya. Dia tetap tenggelam dalam kultivasinya, tinggal sedikit energi yang masih bocor.


Tiba tiba terdengar berisik diluar dan Lin Xhuan segera beranjak keluar. Saat masuk lagi, dia langsung mendekati Chuan.


"kog cepat" ucap Chuan


"hehehe, elang putih yang menjemputnya" jawab Lin Xhuan


"kau,,," guman Chuan membuat Lin Xhuan hanya bisa terdiam.


"ada apa" tanya Kaisar Jing


"para tetua dari sekteku sudah datang" ucap Chuan


"ohh, ajak masuk saja" ucap Kaisar Jing


"baiklah" jawab Chuan


"biarkan mereka masuk" ucap Chuan pada Lin Xhuan.


"baik" balasnya lalu pergi dan membuka pintu. Sepuluh orang masuk dengan santai dan tenang.


"salam tetua" ucap mereka sambil menangkupkan tangan pada Chuan.


"salam, ini Kaisar Jing dan permaisuri" balas Chuan sambil memperkenalkan kaisar pada para tetua.


"salam yang mulia" ucap Tetua Tian mewakili para tetua. Tapi semua tetua menangkupkan tangannya sambil membungkuk dalam.


"bangunlah" ucap Kaisar Jing.


"terima kasih" balas Tetua Tian.


Chuan lalu memperkenalkan semua orang yang ada ditempat itu. Terlihat ada rasa saling menghormati diantara mereka.


"bagaimana para tetua bisa meninggalkan sekte" tanya Chuan.


"mereka datang lagi" jelas Tetua Tian.


Setelah Chuan pergi, Tetua Shusin dan 300 muridnya datang. 200 murit sekte utama juga datang datang. Klan Gu mengirim bahan makanan dan pakaian. Selain itu patriak tua sekte teratai merah dan muridnya datang untuk meminta maaf serta membawa bahan makanan dan tanaman obat. Ada juga beberapa benih tanaman yang berguna untuk menetralkan racun.


"baiklah setelah kembali, balas kebaikan mereka" ucap Chuan


"baik, kami akan kembali setelah selesai urusan di pavilliun pil" jawab Tetua Tian.


"apa urusan para tetua di pavilliun pil" tanya Qin Shi penasaran.


"dua tahun yang lalu kami mendaftarkan diri untuk menjadi pembuat pil" ucap Tetua Gun. Pihak pavilliun hanya bisa mengeluarkan token pembuat pil bintang satu. Saat mendaftar untuk bintang selanjutnya kami malah diusir. Sementara untuk bisa mengeluarkan pil di benua lain, minimal ada bintang empat yang mendukung kami. Untunglah Tetua Chuan adalah pemilik balai lelang mutiara dan dalam aturan pelelangan nama kami bisa dirahasiakan.


"pemilik balai lelang" guman Tuan Wen.


"hehehe, itu hanya ulah Paman Sun" ucap Chuan sambil menatap Tuan Wen.


Saat mereka berbincang, energi bergejolak keluar dari tubuh pangeran yang sedang berkultivasi.


"Tetua Tian, Gun, Lifan bantu pangeran" teriak Chuan


"baik" ucap ketiganya dan melepas tahap suci mereka.


"pendekar suci" ucap beberapa orang terkejut.


"hahaha, ternyata tetua yang lain juga tahap suci" ucap Kaisar Jing. Chuan hanya tersenyum mendengarnya.


Sedangkan kondisi pangeran mulai stabil setelah dibantu ketiga tetua tersebut.


"Komandan Xhuan, dapatkah mencarikan bak mandi yang besar" ucap Chuan


"baik" ucap Lin Xhuan


"dan galon air untuk mengisinya" teriak Chuan.


Lin Xhuan yang sudah beranjak pergi hanya tersenyum sambil mengangguk.


Saat dirasa cukup ketiga tetua kembali melesat dan duduk disamping Chuan. Perlahan lahan, pangeran mulai membuka matanya.


"terima kasih" ucapnya terdengar parau.


"berdiri" ucap Chuan, diikuti pangeran yang berdiri dengan hati hati.


"Tetua Gun" ucap Chuan sambil menyodorkan gelas berisi extrak tulang binatang buas tingkat 8. Tetua Gun menerimanya lalu mendekati pangeran. Kemudian menyuruh pangeran untuk meminumnya. Sedang Chuan berdiri didepan pangeran dengan kotak kecil berisi jarum emas ada ditangannya.


"nanti bantu menyiapkan air dengan obat dalam gelas itu" ucap Chuan pada Tetua Gun sambil menunjuk gelas kristal yang masih berisi cairan keemasan.


"clankk" terdengar suara gelas kosong jatuh. Semua cairan sudah diminumnya. Tinggal menunggu reaksi dari cairan obat tersebut


"srink, srink, srink" terdengatlr desingan lembut jarum emas yang ditembakkan Chuan. Sambil melesat Chuan mengelilingi tubuh pangeran. 99 jarum emas menancap ditubuh itu.


"achh, achh, achhh" teriakan pangeran yang menahan sakit beberapa kali terdengar. Bersamaan dengan teriakan itu, Chuan menjentikan energi qi yang membungkus tubuh pangera


Sementara itu, agak jauh dikanan Chuan. Tetua Gun mengisi sepertiga bak mandi dengan air bersih. Dari cincin penyimpanannya segalon air kaya akan energi dikeluarkan. Dan mengisi bak tersebut hingga setengahnya.