Pendekar Hitam

Pendekar Hitam
# Tolong Beri Petunjuk


Kejadian yang terjadi membuatku tertegun. Lenyaplah Kesombonganku, berbagai macam rasa berkecamuk dalam pikiran.


Aku angkat sang elang yang lagi kritis. Terlihat sedikit gerakan dari elang mata emas yang sedang kritis saat energi qi aku salurkan. Tanpa menunggu lama aku berlari keluar gua. Yang terpikirkan hanyalah sekte hati suci. Melompat dari pohon kepohon yang lain menuju sekteku. Kegelisahan hati menghilangkan rasa lelah.


Awan gelap mulai memayungi dalam setiap langkagku. bayang bayang anggota sekte seakan nyata dipelupuk mata.


Malam semakin gelap saat sampai diatas bukit, dilereng dan lembah ini anggota sekteĀ  tinggal. Sebuah kilat putih besar menyambar lereng bukit, gemuruh angin datang disertai hujan turun.


Kilat yang lebih besar turun ke lembah, sekilas terlihat beberapa anggota sekte tergeletak gosong ditempat kilat yang pertama dan anggota yang lain hanya tertegun dalam kecemasan.


Setelah kilat kedua terdengar gemuruh lereng bukit yang longsor. Kesedihan, penyesalan bertumpuk dalam hati menjadi kehampaan. Saat hati terasa hampa, petir datang menimpa tubuh. Hancur tubuhku menyisakan jiwa yang mengambang.


Dua siluet keemasan turun, menampilkan muda mudi dihadapanku.


"karmamu belum berakhir, jiwamu akan terkurung dimustika dan hanya senjata dari bintang langit yang dapat membebaskanmu" acap sang pemuda. Aku hanya diam dalam penyesalan.


"didalam mustika terbagi empat ruang yang mana terukir ilmu jiwa, pelajari dan bimbing penolongmu nanti. mustika ini akan aku tanam di kepala sanca langit tanduk emas yang kamu bunuh dan hadiah untukmu kedua mata elangmu juga aku tanam juga, masukkan mata elang kemata penolongmu" lanjutnya


"wussss" tiba tiba kembali kedalam gua dan aku tetanam dalam kepala sanca.


Bertahun tahun dengan tubuh ular sanca mengitari gunung dan hutan. Banyak hewan dan para perampok yang aku telan untuk diserap energi hidup dan jiwanya. Sedang para penduduk biasa yang sedang berburu selalu aku biarkan saja.


"ahhhhh" desah patriak lion mengakhiri cerita.


"jadi patriak lion hanya wujud roh saja" ucap chuan


"begitulah, lalu kenapa kamu sampai ditempat ini" tanya patriak


"aku hanya berkelana" mulailah chuan bercerita, namaku chuan dari ujung timur, berkelana untuk mencari pengalaman sedang tujuan utamaku ke sekte pasir putih.


"dua tetua yang membimbingku, tapi tidak mengangkat jadi muridnya" ucapku


"beliau hanya meminta untuk bergabung dan membantu sekte pasir putih" lanjutku


"ohh, tetaplah anggap mereka gurumu dalam hati, untuk memasuki sekte pasir putih, kamu harus hati hati" jelas patriak


"tolong beri petunjuk" ucap chuan


Setelah menghela napas, patriak lion lalu beecerita. Sekte pasir putih didirikan oleh dua pendekar yaitu pendekar naga dan tabib dewa.


Tak ada yang bisa menandingi keduanya saat itu. Menjadi salah satu sekte terbesar dibenua selatan. Setelah pondasi sekte kuat maka tabib dewa meneruskan berkelananya.


Semua urusan sekte dibebankan pada pendekar naga. Didalam sekte terbagi menjadi dua, paviliun barat dan timur. Paviliun barat dibawah bimbingan murid pendekar naga, khusus mencetak pendekar. Ada ratusan murid luar dan dalam, tapi tak banyak murid intinya, karena sistem yang terlalu ketat.


Sedang paviliun timur hanya seratusan murid dalam. Dibimbing oleh murid tabib dewa. Mereka terlalu tertutup, hanya focus memelihara kebun herbal dan membuat pil. Walaupun tidak ada kriteria tertentu untuk memasuki paviliun timur, tapi peminatnya hanya sedikit.


"Tetapi saat ini sekte pasir putih hanya sebuah sekte kecil, ahhh" desah patriak lion menghentikan ceritanya.


"apa yang terjadi patriak" tanya chuan


"saat pendekar naga focus kultivasi untuk memasuki alam dewa, maka praktis hanya tetua yang mengurusi sekte" lanjut patriak dalam ceritanya.


Mundurnya pendekar naga memunculkan perselisihan diantara tetua. Lama lama pemasukan paviliun barat yang mengandalkan bisnis pengawalan dan misi mulai menurun.


Persaingan bisnis yang begitu ketat karena pengawalan yang lain juga didukung oleh sektenya. Perselisihan antara paviliun timur dan barat semakin intens terlihat dikeduanya.