Pendekar Hitam

Pendekar Hitam
# Aku Hanya Membantu


Raut wajah keduanya menunjukkan kesedihan dan keputus asaan.


"dalam dua atau tiga bulan ini, kaisar bisa menemukan seorang tabib yang focus mempelajari metode pengobatan" ucap Tuan Jing


"terima kasih Tuan Shi" ucap Khaisar Jing


"salam Kaisar Jing" ucap Komandan Xhuan dan Tabib Ho yang sudah maju kedepan Kaisar Jing


"ohh, bagaimana tugasmu" ucap kaisar sambil memandang Komandan Xhuan


"dia ada disana" jawab Komandan Xhuan sambil menunjuk arah Chuan berdiri


"apakah pemuda itu" ucap Kaisar Jing terkejut, sedang Komandan Xhuan hanya mengangguk dan takut kaisar akan menghina Chuan.


"siapa dia" tanya Tuan Shi


"Patriak Wang dari sekte macan putih merekomendasikan pemuda itu" jawab Kaisar Jing


"apa kaisar yakin dengannya" ucap Tuan Shi


"ahh" guman Kaisar Jing dengan senyum kecutnya


"aku Qin Shi, alkemis tingkat enam dari klan qin" ucap Qin Shi setelah menghampiri tempat Chuan berdiri.


"Chuan, dari sekte hutan suci" jawab Chuan sambil menangkupkan kedua tangannya.


"sekte hutan suci" guman banyak orang. Nama yang asing bagi mereka, namun ada juga yang mengetahui sedikit tentangnya.


"sekte yang baru berdiri"


"sekte kecil"


"huuhhh"


Bisik bisik diaula terdengar lagi. Membuat Qin Shi mengerutkan keningnya.


"kau tahu kenapa dibawa kesini" tanya Qin Shi agak merendahkan Chuan


"iya tuan" jawab Chuan santai


"bisakah kau melakukannya" lanjut Qin Shi menguji tingkat keyakinan Chuan


"bagaimana bisa menjawab, sedang aku belum melihat keadaannya" jawab Chuan tetap santai


Tabib Ho dan Komandan Xhuan terdiam melihat ketenangan Chuan. Sementara orang orang yang lain semakin berisik dengan cibirannya.


"sombong"


"tak tahu diri"


"congkak"


Dan berbagai umpatan yang lain juga terdengar.


"diaamm, apakah kalian bisa menyembuhkan putra mahkota" teriak Tabib Ho sambil melihat semua orang diaula tersebut.


"ah" guman semua orang, mereka terkejut mendengar teriakan Tabib Ho


Tak ada yang dapat menjawab teriakan itu. Mereka hanya terdiam dalam keirian dalam hatinya.


"meskipun tak yakin padamu, silahkan lihat kondisinya" ucapan Kaisar Jing memecah keheningan.


"baik" ucap Chuan


KaisarJing dan Qin Shi lalu berjalan kearah kamar putra mahkota. Chuan dan Tabib Ho berjalan dibelakangnya. Setelah memasuki kamar, Chuan tercengang melihat pemandangan didepannya.


Tubuh kurus dengan luka dan bercak hitam terlihat. Energi qi yang bocor keluar juga dirasakan oleh Chuan.


"bolehkah aku memeriksanya" tanya Chuan


"silahkan" jawab Qin Shi


Chuan bergegas mendekati putra mahkota yang terbaring ditempat tidurnya. Hanya tatapan sayu yang menyapa Chuan saat berdiri disamping tempat tidur itu. Chuan hanya tersenyum sambil mengangguk. Kemudian mengulurkan lengannya dan memegang pergelangan tangan putra mahkota.


Waktu terus berlalu, tak terasa satu jam mereka semua terdiam dalam keheningan.


"ahhhh" gumanan Chuan terdengar memecah suasana sunyi. Dia kemudian mengeluarkan kertas dan kuas, lalu mulai menulis.


"bagaimana" tanya Kaisar Jing saat Chuan selesai dengan semua aktifitasnya.


"aku akan berusaha yang terbaik jika bahan bahan ini tersedia" jawab Chuan sambil menyodorkan secarik kertas


"kau jangan bercanda" hardik Qin Shi


"apa kita punya pilihan" jawab Chuan. Dia hanya bisa bertahan dalam beberapa minggu. Peningkatan yamg dipaksakan dengan bantuan sumberdaya tanpa melihat kemampuan tubuhnya sangat riskan akan kecelakaan.


"kau tahu apa akibat dari perbuatanmu, jadi jangan main main" lanjut Qin Shi setelah mendengar uraian Chuan


"aku hanya membantu kalau tak yakin abaikan saja" ucap Chuan tenang


"kau" ucap Qin Shi kesal


"Tuan Shi, cukup. biar aku yang bertanya" ucap Kaisar Jing


"baiklah" jawab Qin Shi tetap dengan raut kesalnya. Selama ini tak ada orang yang bersikap santai saat berbicara dengannya.


"untuk menyiapkan bahan bahan ini, aku perlu waktu" ucap Kaisar Jing. Namun langkanya darah naga dan tulangnya seakan mustahil untuk itu.


"bagaimana kemungkinannya" lanjut Kaisar Jing


"darah dan tulang naga bisa diganti dengan binatang buas level tujuh keatas" jawab Chuan


"untuk kemungkinan sembuh 90%, namun kultivasinya hanya 50%" jawab Chuan dengan tenang


"oohhh" guman Qin Shi terkejut. Kemudian dia meminta kertas yang ditangan kaisar.


"bunga lotus ungu dan rumput kaca merah" berguman pelan dan terkejut membaca dua bahan utama yang lain.


"lima ratus jarum emas, untuk apa" tanya Qin Shi penasaran


"tehnik yang aku pelajari memerlukan itu" jawab Chuan.


Semua yang hadir terdiam saat Chuan merahasiakan tehniknya. Kaisar Jing lalu meminta Tabib Ho untuk melayani dan menyiapkan tempat Chuan tinggal.


Cukup dalam pengaturannya, keempat orang tersebut lalu keluar kamar. Saat diaula, Chuan langsung melangkah pergi, setelah mengajak Komandan Xhuan dan Rouyan. Sedangkan Kaisar Jing dan Qin Shi hanya menggelengkan kepalanya saat melihat hal itu.


"tehnik tusuk jarum adalah salah satu dari tehnik kuno yang sulit dipelajari" ucap Qin Shi pelan


"semoga anak itu telah menguasainya" ucap Kaisar Jing


"kalau iya, kesembuhan pangeran bukan hal yang mustahil" ucap Qin Shi


"huhhhh, seakan bebanku sedikit terangkat" guman Kaisar Jing.


Kaisar Jing dan Qin Shi meninggalkan aula tersebut, diikuti para pengawal. Keduanya menuju istana besar dan langsung menuju ruang pribadi kaisar. Permaisuri dan putrinya bergegas menyusul keduanya.


"bagaimana keadaan kakakku" tanya putri kaisar pada Qin Shi dengan sikap hormat.


"saat ini masih sama seperti sebelumnya, namun kita berharap pemuda itu bisa menanganinya" jawab Qin Shi


"pemuda" guman putri kaisar bingung.


Qin Shi lalu menjelaskan kejadian diaula barusan. Juga tentang empat bahan utama dan jarum emas yang diminta Chuan. Mereka berempat terus berbincang serius diruang pribadi kaisar.


Qin Shi juga menjelaskan kalau keempat bahan tersebut berfungsi untuk membersihkan dan memperbarui sel sel darah. Dia juga pernah membaca bahan kombinasi tersebut disatu kitab kuno yang dipelajarinya. Namun ada anggur darah dan apel emas yang juga tercatat dan amat langka tidak diminta oleh Chuan.


Kaisar Jing, permaisuri dan putrinya tertegun mendengar penjelasan tersebut. Lebih jauh lagi, Qin Shi menawarkan diri untuk mendapatkan lotus ungu dan rumput kaca merah. Dia hanya minta untuk ikut melihat prosesnya sebagai imbalan.


Sebagai alkemis, semua proses dalam pengobatan dan pembuatan pil adalah suatu pengalaman dan pengetahuan yang sangat berharga bagi mereka. Apalagi hal hal yang bahkan dia sendiri ragu untuk melakukannya.


Setelah cukup dalam perbincangan mereka, Qin Shi lalu berpamitan. Diapun keluar diantar oleh putri kaisar. Sampai diluar giok komunikasi ditangannya dihancurkan. Tiga larik hijau melesat kearah yang berbeda.


"semoga ketiga temanku bisa mencarikan bahan itu" ucapnya pelan.