Pendekar Hitam

Pendekar Hitam
# Tiga Tetua Klan


"untuk kebaikan kalian, pergilah sekarang juga" ucap Rouyan masih menahan emosinya, sambil menunggu klan huang meninggalkan area hutan dikaki gunung suci.


"whahahaha,,, habisi dia dan kuasai tempat ini" teriak ketua serigala hitam.


"baik ketua" jawab orang orang itu sambil mengurung Rouyan.


"Luo San dan prajurit lebah, habisi mereka yang masih luar pagar" teriak Rouyan.


"baik kek" teriak Lou San yang dari tadi melihat dikejauhan ditemani dua ratu lebah. Kemudian Luo San melesat bersamaan dengan suitan panjang dua ratu lebah. Ribuan lebah terbang mengikuti perginya Luo San.


"keangkuhan kalian adalah bencana untuk diri sendiri dan kelompok kalian" ucap Rouyan sambil mengeluarkan pedang dari cincin penyimpanan.


"hahaha, serang bersama sama" ucap ketua tersebut, lalu bergerak menyerang Rouyan.


"hiaatttttt,,,,,," teriakannya diikuti yang lain dan mulai menerjang Rouyan. Mereka melancarkan serangan dengan tehnik terbaiknya. Namun Rouyan drngan santai menghindar dan sesekali menangkisnya.


Jurus demi jurus sudah peragakan oleh para pengeroyok tersebut. Rouyan terus mengimbangi dengan gerakannya yang gesit. Bukannya semakin unggul karena jumlah, mereka semakin terlihat kacau.


Para pengeroyok semakin geram karena merasa diremehkan.


"kenapa bermain main sama mereka, kek" teriak Luo San dari kejauhan.


"bantu kakek, menghabisi mereka" balas Rouyan.


"baik kekkk" ucap Luo San.


Luo San langsung menerjang kekancah pertempuran. Tanpa menyembunyikan tahap sucinya, dia menyerang dengan cepat dan cukup ganas.


"pendekar suci"


"achhhhhh"


"acchhhh"


Teriakan ketua serigala hitam membuat beberapa anak buahnya terkejut. Kelengahan yang sesaat membuat empat orang tersingkir karena Luo San berhasil menghabisinya.


Luo San yang semakin agresif menunjukkan jurus jurus yang dikuasainya. Rouyan melihat perkembangan Luo San semakin takjub. Ternyata dalam memberi bimbingan, Chuan lebih baik daripada dia.


"senior,, bisakah kita berunding sekali lagi" teriak ketua serigala hitam.


"mana kesombonganmu yang sebelumnya,, hahaha" balas Rouyan.


"Luosan,, mereka bukan ciri orang yang bisa diajak bicara,,, cepat habisi semua" lanjutnya berteriak pada Luo San.


"sial,, kita tidak bisa melarikan diri" ucap seorang pengeroyok yang selamat dari amukan Luo San.


"jangan harap bisa pergi dari sini" hardik Luosan saat mendengarnya.


"hiaaatttttt,,,," teriak Luo San dan meningkatkan serangannya.


Tehnik pedang kilat yang dikuasainya dapat menghabisi orang orang tersebut. Lagi pula tahap suci masih teramat tangguh buat para pengeroyok yang masih ditahap langit. Disisi yang lain, Rouyan juga telah membunuh ketua gerombolan serigala hitam. Keduanya lalu menguburkan mereka dalam satu lubang. Dan membereskan bekas dari pertempurannya.


Selepas kejadian tersebut, gunung suci kembali tenang. Hingga hari kesebelas, klan huang dan beberapa kelompok lain mulai datang. Mereka bergerombol diluar benteng gunung suci.


"selamat datang" ucap Rouyan menyambut mereka.


"terima kasih tuan" balas Huang Di


"tak perlu panggil tuan, sebut saja Rouyan dan dia cucuku bernama Luo San" ucap Rouyan.


"baiklah senior" balas Huang Di dan menjelaskan identitas kelompok mereka. Dahulu klan huang adalah klan bangsawan tertinggi dibenua utara. Namun kini mereka hidup dalam kelompok kelompok kecil.


Mereka belum bisa berkumpul karena adanya dendam lama dari penguasa kota dan klan klan yang saat ini masih kokoh berdiri. Dulu, para leluhur mereka cukup arogan dan mementingkan urusan klan huang diatas kepentingan yang lain.


Dengan terbunuhnya para leluhur saat pergolakan yang menghancurkan benua utara, membuat generasi mereka dijadikan pelampiasan dari kemarahan klan klan dan para penguasa kota yang telah lama menendam kemarahannya.


"sekarang apa rencana kalian" tanya Rouyan.


"kami ikut pengaturan senior" ucap Huang Di.


"apa yang lain juga seperti itu" ucap Rouyan.


"kami telah sepakat dengan ketua klan" jawab mereka serentak.


Ketiganya maju didepan orang orang itu.


"ohhh,,, ternyata tiga tetua klan" ucap Rouyan sambil mengintip tahap suci mereka.


"yang mana keluarga dari ketiga tetua" lanjut Chuan.


"kami bertiga tanpa keluarga" jawabnya.


"kalau kalian bertiga tinggal dipuncak maka disana terlalu sepi, pengikut setia kalian mana" tanya Rouyan


"hahaha,,, tak perlu risaukan orang orangku" lanjut tetua klan huang.


"apa maksud tetua" tanya Huang Di


"tak perlu hiraukan para tetua,,, apa ketua klan tetap pada keputusan awal" tanya Rouyan.


"kami tetap seperti semula" jawab Huang Di


"silahkan para pengikut tiga tetua untuk maju" teriak Rouyan. Tak menunggu lama, ada sembilan orang ditahap langit maju dan berdiri dibelakang ketiga tetua. Sedangkan Rouyan hanya tersenyum melihat mereka.


"Hiaattt" tiba tiba Rouyan berteriak dan bergerak menyerang ketiga tetua dengan pedang ditangannya. Serangan tersebut tak disangka oleh ketiganya. Mereka masih merasa diatas angin karena sikap Rouyan yang mengalir seakan menuruti keinginan mereka bertiga.


Bahkan ketiganya tak tahu apa kesalahannya, saat kepala mereka lepas dari badannya.


"ohhhh,,,,"


"senior,,,"


"achhhhh" teriakan orang orang ditempat tersebut terdengar riuh.


"Luo San,,,," ucap Rouyan.


"iya kek" sahut Luo San


"kuburkan mereka" lanjut Rouyan.


"baik" ucap Luo San lalu bergerak menjauhkan mayat tersebut dan menguburkannya.


"ini untuk peringatan bagi semua orang" ucap Rouyan. Dia tidak mau gunung suci diusik. Tak perduli siapapun akan dihancurkannya. Sementara kesembilan orang pengikut para tetua terlihat ketakutan. Dan Rouyan dengan mudah mengorek keterangan mereka.


Ketiga tetua menguasai tiga kota kecil. Keluarga ketiganya berada dikota kota tersebut. Mereka selalu beralasan untuk kultivasi tertutup saat kembali kekota. Sebelum ini ketiganya bukan orang jahat. Namun saat organisasi pembunuh iblis darah hadir, membuat sikap para tetua berubah total.


"apa yang diinginkan organisasi tersebut" tanya Rouyan.


"tiap kota yang mereka kuasai, harus menyiapkan lima ratus prajurit" jelas perwakilan sembilan orang tersebut.


Prajurit prajurit tersebut harus berada ditahap langit. Karena hal tersebut dan besarnya sumberdaya yang diperlukan membuat penguasa kota jadi gelap mata. Persaingan yang keras diwilayah tersebut, membuat pemasukan mereka tak begitu besar.


Selain itu banyaknya kelompok kelompok perampok yang tersebar, kian memperparah situasi dan kondisi wilayah bekas benua utara.


"kenapa tetua kalian tidak focus pada klan huang" tanya Rouyan.


Awalnya mereka sering sering memberi masukan tentang hal tersebut. Namun ketua Huang Di tidak mau mengikuti ambisi ketiga tetua. Mendirikan kerajaan dan menjadi raja dibawah pengaturan mereka.


Ketua Huang Di lebih memilih menjadi klan kecil namun lebih pada kelangsungan hidup generasi mudanya. Sedangkan sembilan orang tersebut saat ini seperti simalakama. Ikut para tetua menjadi penghianat klan. Jika ikut klan, keluarga mereka dibawah pengawasan para tetua.


"apa rencana kalian selanjutnya" tanya Rouyan


"kami belum tahu, pulangpun kami juga habis" jawabnya.


"kembalilah kerumah kalian dan pantau perkembangan situasinya" ucap Rouyan.


Kalau kondisi memungkinkan mereka bisa kembali ke klan. Dengan syarat ketua mau memaafkan dan menerimanya. Tetapi jika kondisi menjadi semakin buruk sebaiknya mereka dan kelurganya, merubah penampilan dan menyembunyikan diri.


"aku tidak takut pembalasan antek antek ketiga tetua, namun lebih kasihan pada keluarga kalian" ucap Rouyan


"baiklah, kami permisi tuan dan terima kasih mengampuni nyawa kami" balasnya.


"pergilah, sebelum aku berubah pikiran" lanjut Rouyan.


Sembilan orang berterima kasih pada Rouyan dan Luo San. Kemudian meminta maaf pada Huang Di dan keluarga besar klan huang. Lalu beranjak meninggalkan tempat tersebut.