
Setelah selesai mereka berdua pulang
...
Saat tiba dirumah Naomy langsung merebahkan tubuhnya diranjang
"Kenapa aku gak pernah terpikir sampai kesini ya"
"Ya tuhan aku harus gimana?"
"Apa aku cerita aja ya ke Nadya"
Pikiran Naomy dipenuhi pertanyaan
"Yasudah lah aku tidur aja"
Naomy pun memejamkan mata nya dan terlelap...
...
Pagi hari
Nadya mengetok pintu kos Naomy ,dan Naomy pun keluar dengan penampilan yang sempurna
Mereka berdua berjalan menuju kantor seperti biasa
"Nad"
"Hmm?"
"Target nikah lo kapan"
"Tumben lo nanya ginian Nao"
"Gak papa sih mau tau aja"
"Kalo target sih gaada Nao, kalo pacar gue ngelamar ya gue terima terus nikah deh"
"Emang kapan pacar lo ngelamar?"
"Nah itu dia gue juga gak tau"
"Kalo gue nikah lebih dulu dari pada lo gimana?"
"Ya seneng lah, tapi lo mau nikah sama siapa?"
Naomy tak menjawab,ia langsung mengalihkan perhatian nadya
"Pagi Don" ujar Naomy menyapa satpam yang tak lain ialah Doni
"Pagi 2 wanita cantik" ujar Doni
"Halah mulut buaya" Sahut Nadya
Naomy pun tertawa dan berjalan memasuki kantor
Para karyawan seperti biasa disibukan dengan pekerjaan masing-masing , tak terkecuali Naomy
Waktu begitu cepat berlalu
...
2 hari kemudian
Victor menelpon Naomy
"Halo" ujar Naomy
"Apa kabar Nao?"
"Alhamdulillah baik"
"Malam ini orang tua ku mengundang kamu makan malam"
"Benarkah? baiklah nanti aku ke sana"
"Gak usah deh aku bisa naik taksi kok"
"Gak papa Nao, sekalian ada yang mau ku beli juga" ujar Victor meyakinkan Naomy padahal ia tak mau membeli apa-apa
"Hmm yaudah deh"
Waktu menunjukan pukul 19.30
Semua sudah berkumpul di meja makan
Ayah dan ibu nya Victor duduk berdampingan, sedangkan Victor dan Naomy duduk diseberang nya
"Ini yang nama nya Naomy?" tanya ibu Victor
"I..iya tante"
"Cantik ya orangnya"
"Makasih tante"
"Victor udah bilang mau ngelamar kamu?" Tanya ayah nya
"udah om"
"Jadi gimana?"
Naomy terdiam sejenak, ia memejamkan mata nya
"Bismillah Nao semoga ini yang terbaik" ujarnya dalam hati
Ketika Naomy membuka mata ia melihat semua mata tertuju pada nya menunggu jawaban yang akan terucap dari mulutnya
"Saya terima lamaran nya"
"Beneran Nao?" Tanya Victor Bahagia
Naomy menganggukan kepala dengan arti mengiyakan pertanyaan Victor
"Alhamdulillah.." Semua terlihat bahagia dengan jawaban Naomy
"Kalian mau kapan acara pernikahan nya?" Tanya ibunya
"Minggu depan aja ma" Sahut Victor dengan semangat
Naomy kaget dengan ucapan Victor, Victor pun menatap Naomy
"Kenapa? Kamu belum siap?" tanya Victor
Naomy hanya menggelengkan kepala
"Tenang saja nak Naomy, Victor itu punya anak buah yang akan membantu nya mempersiapkan acara pernikahan kalian, jangan kan minggu depan , besok pun dia mampu jika kamu mau" ucap Ayahnya
"Nggak deh om, minggu depan saja"
Setelah selesai makan Victor mengantar Naomy pulang
Saat di dalam mobil mereka berbincang-bincang
"Apa nggak terlalu cepat minggu depan?" ujar Naomy
"Menurutku 1 minggu itu lama loh, atau mau diundur aja?"
"Hmm nggak usah deh"
"Besok kita fitting baju ya"
"Tapi besok aku kerja"
"Kamu ambil cuti 20 hari"
"Emang bisa minta cuti mendadak?"
"Kamu lupa ya siapa bos nya?" Victor menaikkan alisnya