Pacaran Setelah Menikah

Pacaran Setelah Menikah
Bab 104


Melati dan Arnon sudah berada di depan gedung tempat dimana suaminya akan mengadakan pertemuan dengan sutradara film.


Keduanya duduk di kursi yang telah di sediakan dengan meja berbentuk persegi panjang.


Semua pemain yang ikut andil dalam film tersebut hadir. Mereka semua menyapa Arnon dan istrinya yang baru saja datang.


Sutradara yang berada tepat di samping Arnon kini tengah berbincang dengan aktor tampan yang hadir bersama istrinya.


"Kenapa pembacaan naskahnya masih belum di mulai?" tanya Arnon pada sutradara tersebut.


"Jesicca masih belum datang," sahut sutradara tersebut.


Saat mendengar nama Jesicca, wajah Melati menatap ke arah Arnon dengan raut tak bisa di jelaskan lagi.


"Jesicca yang cantik itu kan? jadi dia pemeran utama wanitanya?"


Wajah Melati menunduk ke bawah dengan kedua jari telunjuknya saling bertautan.


Arnon menoleh ke arah Melati yang sedari tadi tak terdengar suaranya.


"Sayang! kau kenapa?" tanya Arnon menundukkan kepalanya melihat wajah istrinya yang cemberut dengan kedua air mata mulai menggenang di pelupuk matanya.


Tubuh Arnon sudah berjongkok di bawah kolong meja panjang itu.


"Sayang? kau kenapa? coba katakan padaku?" tanya Arnon meletakkan kepalanya pada pangkuan Melati dengan wajah menatap ke arah istrinya.


Gadis itu menyentuh lembut rambut kepala suaminya. Mengelus penuh kasih.


"Apa film ini bergenre romantis?" tanya Melati dengan senyum yang ia paksakan.


Arnon tersenyum menenggelamkan wajahnya di pangkuan istrinya.


Sedetik kemudian, pria itu mencium perut rata istrinya.


"Tak ada perempuan lain selain dirimu yang aku cintai, tak ada perempuan lain yang lebih baik dari dirimu untuk menjadi ibu dari anak-anakku, tak ada perempuan lain yang bisa merebut hatiku yang sudah berlabuh pada tempat yang sudah membuatnya nyaman dan tempat itu adalah ... dimana saat ini aku menengadahkan wajahku tepat di bawahnya," jelas Arnon.


Melati mengerti maksud Arnon dan pria itu tahu kegundahan yang ada dalam hati istrinya.


Hati yang tak ingin melihat prianya dekat dengan wanita lain, bersentuhan dengan pria lain bahkan sampai melakukan adegan ciuman dengan wanita lain. Sungguh hati Melati tak bisa menerima itu semua.


Gadis itu hanya ingin suaminya melakukan itu semua bersamanya.


"Aku mencintaimu," ujar Melati tersenyum sembari menyentuh pipi Arnon lembut.


"Aku juga mencintaimu, Sayang!"


Arnon memeluk istrinya dengan kepala menempel pada perut Melati.


Gadis itu merasa geli pada bagian perutnya karena Arnon bergerak-gerak tanpa henti.


"Sayang! hentikan! perutku geli," ujar Melati.


Arnon kembali menengadahkan wajahnya. Pria itu tersenyum mengecup bibir istrinya. "I love you!"


Melati tersenyum sembari mengusap rambut lebat Arnon.


Mata Melati tak sengaja melihat ke arah pintu masuk. Di sana sudah berjalan seorang wanita dengan tubuh indah, dress etnik selutut, rambut menjuntai panjang sepinggang.


Wanita itu berjalan ke arah tempat duduk yang berhadapan tepat dengan Arnon.


"Apa dia yang bernama Jesicca?"


"Sayang! kembalilah ke tempat dudukmu, sepertinya lawan mainmu sudah datang," ujar Melati.


Arnon langsung bergegas kembali duduk pada tempatnya.


Semua orang yang hadir menyapa Jesicca, sama seperti saat Arnon dan Melati datang.


Arnon tersenyum ke arah Jesicca. "Selamat datang, Jesicca!"


Wajah Melati mulai kembali tak bersahabat. Gadis itu tak suka melihat Jesicca dan Arnon terlihat begitu dekat.


Bagai mendapat perintah dari hatinya, Arnon menggenggam tangan istrinya erat.


Pria itu menyalurkan rasa cintanya pada Melati. Ia tak ingin istrinya berpikir yang tidak-tidak tentangnya.


Jesicca menatap Melati. Ia juga tersenyum lembut pada istri Arnon itu.


"Hai, Nyonya Arnon!"


Melati melengkungkan senyum terpaksanya. "Hai, Nona Jesicca!"


"Baik! kita mulai sekarang pembacaan naskah dialog pada masing-masing pemeran! kita mulai dari pemeran utama pria."


Naskah yang akan di bacakan hanya sebagian saja. Agar peran yang mereka lakoni bisa benar-benar mereka jiwai.


Arnon mulai membaca naskah yang berada di tangannya.


Pria itu menggenggam tangan istrinya erat.


"Dunia boleh mengambil dirimu dari sampingku, dunia boleh mengirimkan penggantimu, namun dunia tak bisa mengubah hati yang sudah terukir namamu dan dunia juga tak bisa mengirim pengganti yang tak ada dalam hatiku! cinta ini akan aku bawa sampai mati, sampai pada saat dimana kita bertemu di alam yang kekal dan di sana hanya ada aku dan dirimu! aku akan menunggu waktu itu bersama dengan putra kita."


Mata Arnon tak lepas dari manik mata istrinya. Semua orang yang hadir di sana ikut tersenyum bahagia melihat kedua ikon couple itu terlihat begitu saling memuja dan penuh kasih sayang.


Prok prok prok prok


Suara gema tepuk tangan melantun indah di ruangan itu. Para pemeran yang ikut andil dalam film berjudul " Loyal King " tersebut, sungguh kagum akan totalitas aktor tampan itu.


Mereka semua berpikir, Arnon adalah aktor yang tepat dalam memerankan seorang Raja yang kehilangan istrinya saat usia pernikahan mereka sudah hampir 10 tahun.


Ratu yang meninggal karena sakit keras di usia yang terbilang masih muda. Raja Arthur tak percaya jika istrinya memiliki penyakit yang sampai bisa merenggut nyawanya.


Ia curiga jika sang istri meninggal karena adanya konspirasi orang dalam yang berniat membuat Ratunya lengser dengan cara alami dan menggantinya dengan Ratu baru.


Raja Arthur hendak di jodohkan dengan seorang Putri dari Negeri seberang yang di perankan oleh Jesicca, namun Raja itu tak ingin menikah lagi.


Raja Arthur ingin hidup dengan anak laki-lakinya, sampai anaknya itu dapat memimpin kerajaannya dan ia bisa dengan tenang menyusul mendiang istrinya.


Putri itu sesungguhnya telah memiliki orang yang ia cintai.


Sampai pada akhirnya Raja dan Putri Negeri seberang tersebut bekerjasama untuk mengungkap konspirasi pembunuhan yang merenggut nyawa Ratu Andara.


Arnon dapat mendalami peran itu karena ia juga pasti akan bersikap seperti Raja Arthur, jika hal serupa menghampirinya, namun Arnon berdo'a pada yang kuasa.


Ia ingin hidup sampai tua dengan Melati dan hal itu yang selalu ia panjatkan pada yang maha memberi kehidupan padanya.


"Aku akan menjadi Raja Arthur untukmu dan aku juga akan selalu setia pada, Istriku," ucap Arnon di depan semua orang yang hadir.


Sungguh para wanita yang hadir di buat meleleh sampai tumpah-ruah mendengar ucapan Arnon pada istrinya.


Melati kali ini sangat percaya dengan suaminya. Ia tak akan ragu lagi dan tak akan memikirkan hal yang aneh-aneh lagi.


Melati yakin, jika hanya dirinya yang akan menjadi Ratu dalam hati suaminya.


Gadis itu memeluk erat tubuh Arnon dan pria itu juga membalas pelukan hangat dari istrinya.


"Hei, kalian berdua! berhentilah membuatku yang hampir menikah ini iri! jika kalian terus begini, aku jadi rindu pada calon suamiku dan ingin segera menikah," ledek Jesicca yang memang setelah proses penggarapan film "*Loyal* King****", Jesicca akan melangsungkan pernikahannya.


Melati menatap ke arah suaminya dengan raut wajah bingung. "Jadi dia ... sudah bertunangan?"


Semua orang yang mencuri dengar pertanyaan Melati di buat tertawa.


"Kau tenang saja, Nona! Jesicca bukan wanita lajang lagi, dia tak akan mencuri suami tampanmu itu," ucap sutradara yang usianya sudah hampir setengah baya.


Wajah Melati memerah karena malu. Ia sudah ketahuan telah cemburu pada lawan main suaminya di film yang bahkan tak ada adegan romantis, hanya ada pesan moral yang lebih menonjol dalam film tersebut.


Gadis itu langsung kembali menyembunyikan wajahnya pada dada bidang Arnon dan pria itu tersenyum mengelus rambut Melati lembut.