Pacaran Setelah Menikah

Pacaran Setelah Menikah
Bab 76


Arnon dan Melati bergandengan tangan sambil berjalan mengelilingi sebuah kolam.


Di sana sudah nampak banyak pasangan yang melempar sebuah koin ke dalam kolam yang berukuran cukup luas itu.


Arnon dan Melati melihat semua pasangan yang terlihat sangat antusias melempar koin ke dalam kolam.


Saat tak sengaja melihat pasangan lewat di depan mereka. Arnon menghentikannya.


"Maaf, Mas! itu untuk apa melempar koin ke dalam kolam?" tanya Arnon.


"Itu kolam cinta, Mas! setelah kita melempar koin ke dalam kolam itu, kita bisa mengucapkan permohonan agar hubungan kita dengan pasangan bisa langgeng sampai kakek nenek," jelas pria itu yang sedang menggandeng tangan kekasihnya.


Arnon hanya manggut-manggut mendengar penjelasan salah satu pengunjung yang datang.


Pasangan pria tadi menatap Arnon lama. Wanita itu sedikit mendekat ke arah aktor tampan tersebut.


"Arnon Marvion Gafin, kan?" tanya wanita itu.


Arnon tak menjawab pertanyaan wanita tersebut. Pria itu hanya tersenyum pada wanita yang Arnon kira penggemarnya.


Melati melirik suaminya, kemudian beralih pada wanita yang terlihat seperti penggemar Arnon.


Wanita itu tersenyum kegirangan memeluk tubuh kekasihnya.


"Ada apa?" tanya kekasih wanita tadi.


"Dia itu artis, Sayang! beruntung sekali kita bisa bertemu dengan aktor papan atas seperti Arnon," jelas wanita tersebut.


"Kalian harus melempar koin ke dalam kolam itu, aku salah satu penggemarmu Arnon dan aku berharap kalian bisa hidup bersama selamanya," ujar wanita tersebut.


Pasangan muda tadi berjalan menuju ke arah kolam untuk melempar koin mereka.


Melati dan Arnon saling beradu pandang. Tanpa pikir panjang gadis itu langsung menarik tangan suaminya menuju kolam cinta yang di penuhi oleh puluhan pasangan untuk kelangsungan percintaan mereka.


Arnon mencari celah agar dirinya dan Melati dapat melempar koin ke dalam kolam tersebut.


Ternyata yang maha kuasa sedang berpihak pada keduanya. Pasangan yang tadinya berada di depan mereka sudah selesai melempar koinnya.


Sekarang giliran Melati dan Arnon untuk melempar koin ke dalam kolam.


"Apa kau punya uang koin?" tanya Melati.


Arnon mencari di setiap saku celananya dan beruntungnya pria itu menemukan satu koin uang seribuan.


"Taraaaa!" Arnon menunjukkan koinnya pada Melati.


Melati tersenyum bahagia karena Tuhan masih memberikan kesempatan pada dirinya dan Arnon untuk melempar koin ke dalam kolam cinta tersebut.


"Kita lempar bersama ya?"


Melati menganggukan kepalanya tanda setuju. Arnon berada di samping Melati dengan posisi tangan kanan Arnon menggenggam pergelangan tangan istrinya, sedangkan Melati yang memegang koinnya.


"Dalam hitungan ketiga, kita lempar koin ini," jelas Arnon pada Melati.


"Siap, Suamiku!"


Arnon tersenyum mendengar sahutan dari mulut Melati yang membuatnya merasa menjadi pria paling bahagia di dunia.


"Satu ... dua ... tiga."


Setelah hitungan ketiga, Arnon dan Melati secara bersamaan melempar koinnya ke dalam kolam.


PLUNG


Suara koin itu terdengar oleh keduanya. Melati langsung menangkup kedua tangannya di dada dengan kedua mata terpejam.


"Tuhan! aku ingin selalu bersama dengan suamiku, aku ingin kita menua bersama dan hanya maut yang dapat memisahkan kita berdua," mohon Melati.


Kedua tangan Arnon menggenggam tangan Melati dari belakang, tangan gadis itu masih tetap dalam posisi seperti tadi.


"Semoga doa istriku terkabul dan rumah tangga kami bahagia selamanya," mohon Arnon dengan mata terpejam.


Keduanya secara bersamaan membuka mata dan melihat semua pasangan bersorak sambil bertepuk tangan untuk Arnon dan Melati.


Bagaimana tidak, posisi mereka dalam mengucapkan permohonan itu terbilang sangat romantis karena Arnon secara tak langsung memeluk istrinya.


Wajah Melati mulai bersemu merah dan Arnon membalikkan badan istrinya untuk masuk ke dalam pelukannya.


Teriakan para pengunjung semakin menjadi saat melihat adegan romantis aktor tampan itu dengan istrinya.


"Semoga kalian bahagia," ucap semua pasangan yang mengelilingi kolam cinta itu.


Tayangan live sudah bertebaran di setiap ponsel para pengunjung. Mereka menayangkan di berbagai akun media sosial masing-masing.


Secara otomatis orang yang menonton mencapai ratusan ribu bahkan jutaan viewer dalam sekali tayang.


Arnon dan Melati memutuskan untuk pergi dari tempat itu menunju tempat lain.


Keduanya masih asyik bergandengan tangan. Saat berada di sebuah taman, mereka tak sengaja melintasi tempat terselenggaranya sebuah kontes pasangan.


Melati mengehentikan langkahnya menatap beberapa pasangan yang sedang antri mendaftar.


"Sedang apa mereka?" tanya Melati.


Arnon membaca banner yang terpampang dengan tulisan berhuruf kapital.


"KONTES CHEMISTRY PASANGAN TERBAIK"


Arnon membaca banner itu dengan suara cukup lantang membuat Melati menoleh ke arahnya.


"Chemistry?" tanya Melati dengan raut wajah bingung.


Arnon tersenyum jahil. Tanpa aba-aba, pria itu menarik tangan istrinya menuju meja pendaftaran.


Para calon peserta dan panitia penyelenggara terkejut melihat kehadiran Arnon yang ingin mendaftar dalam kontes itu.


"Apa anda ingin mendaftar juga?" tanya panitia tersebut.


"Ya," sahut Arnon penuh keyakinan luar biasa.


Kedua panitia pendaftaran itu saling bertatapan dengan raut wajah ragu-ragu.


Arnon dapat membaca pikiran mereka berdua. Ia tersenyum manatap kedua panitia itu.


"Saya akan mengikuti kontes ini dan saya harap anda bersikap adil meskipun anda tahu saya," jelas Arnon pada keduanya.


Kedua panitia itu memberikan nomor peserta dengan nomor urut 12.


Arnon mengalungkan nomor urut itu pada leher istrinya kemudian menarik tangan Melati menuju tempat di laksanakannya kontes.


Semua pria harus menggendong pasangan wanitanya sampai batas garis finish yang telah di tentukan.


Pasangan lain menggendong pasangannya ala bridal style, namun Arnon berbeda. Pria itu meminta Melati naik ke atas punggungnya.


Gadis itu naik ke punggung Arnon dengan posisi tangan memegang erat pundak suaminya.


PRIITTTTTTTTT


suara peluit berbunyi menandakan semua peserta sudah harus menggendong pasangan mereka sampai batas garis finis.


Beberapa pasangan yang menggendong pasangannya ala bridal style kesusahan dalam berjalan karena mereka tak dapat berlari.


Berbeda dengan Arnon dan Melati. Mereka berdua tertawa terbahak-bahak. Melati mengeratkan pegangannya dan bersandar pada kepala Arnon membuat kesan romantis terlihat lagi dari keduanya, meskipun dalam posisi berlari sampai mencapai garis finis.


Melati dan Arnon mencapai garis finis pada urutan pertama di susul peserta yang lain.


Keduanya saling mengeratkan pegangan mereka masing-masing di iringi tawa kebahagiaan.


Berlanjut ke lomba yang kedua. Peserta yang masuk dalam lima besar harus mencari pasangan mereka dengan cara mata tertutup.


Peserta pria keluar dari arah kanan, sedangkan peserta wanita keluar dari arah kiri.


Mereka semua perlahan mencari pasangan masing-masing tak terkecuali Arnon dan Melati.


Keduanya mulai mencari dan terus mencari.


Karena tak kunjung bisa menemukan pasangannya, akhirnya Arnon dan Melati memutar otak mereka agar pilihan mereka berdua tepat sasaran.


Arnon ingat dengan wangi rambut Melati yang sangat ia sukai.


Pria itu terus mengendus dan mengendus sampai pada akhirnya wangi khas rambut Melati mulai tercium oleh indera penciumannya.


Pria itu mendekat ke arah wangi tersebut. Melati mulai mencium aroma maskulin tubuh Arnon yang semakin lama semakin dekat.


Gadis itu terus mendekat dan ....


Arnon tanpa ragu memeluk orang yang berada di depannya. Saat pria itu membuka penutup matanya, Arnon tersenyum karena instingnya tak salah mengenali Melati.


Arnon dan Melati kali ini menjadi pemenang nomor dua dalam lomba mencari pasangan.


Lomba ketiga adalah lomba terakhir sekaligus penentuan siapa pemenangnya karena semua nilai dari babak pertama sampai terakhir akan di akumulasi menjadi satu.


Lomba kali ini untuk peserta yang masuk 3 besar. Semua peserta pria harus melamar pasangannya dengan cara romantis.


Peserta dengan nomor urut 5 sudah selesai, kemudian di lanjutkan oleh peserta dengan nomor urut 9.


Kedua peserta itu sudah menyelesaikan tantangan. Sekarang giliran Arnon sebagi peserta terakhir dengan nomor urut 12.


Pria itu menggenggam erat kedua tangan Melati dengan kedua manik mata menatap istrinya dalam.


"Mungkin baru hari ini aku bisa melamarmu secara langsung ... aku tak pandai merangkai kata-kata manis seperti pria lain, tapi aku hanya bisa memastikan satu hal padamu ... aku akan selalu bersamamu sampai kaki ini sudah tak mampu berjalan lagi." Arnon semakin menggenggam erat tangan Melati.


Mata gadis itu mulai sedikit menggenang buliran air mata yang siap jatuh kapan saja karena terharu dengan pernyataan suaminya di depan umum.


"Apa kau bersedia menjadi ibu dari anak-anakku?" tanya Arno yang membuat hati Melati ingin sekali berteriak.


Air mata jatuh membasahi pipi Melati. Arnon menghapus buliran bening yang keluar dari pelupuk mata istrinya.


"Aku bersedia menjadi ibu dari anak-anak kita," sahut Melati tersenyum ke arah Arnon.


Arnon memeluk erat Melati. Pria itu bahagia sekali bisa melamar Melati secara langsung karena semua orang tahu jika pernikahan mereka berawal dari sebuah perjodohan.


Semua peserta dan panitia yang berada di sana ikut terharu melihat keromantisan Arnon dan istrinya.


Tiba saat pengumuman pemenang. Semua peserta yang masuk dalam tiga besar sudah berada di depan.


"Menurut penilaian dari para juri, setelah semua nilai dari babak pertama sampai terakhir sudah diakumulasikan menjadi satu, pemenangnya adalah ... peserta nomor urut 12." MC tersebut berteriak begitu nyaringnya.


Melati tak menyangka jika dirinya dan Arnon akan menjadi pemenangnya.


"Selamat!" Panitia memberikan hadiah berupa uang sebesar 50 juta rupiah.


Semua orang bertepuk tangan untuk Melati dan Arnon.


Berbeda dengan pasangan wanita nomor urut 9 yang hendak menangis, namun wanita itu masih mencoba tersenyum.


Melati melihat ke arah wanita tersebut, kemudian beralih menatap Arnon.


Melati mendekati peserta nomor urut 9.


"Kenapa kau seperti ingin menangis?" tanya Melati yang merasa iba pada wanita itu.


Tak ada jawaban dari mulut wanita itu. Yang ada hanya isak tangis sambil memeluk pasangannya.


Melati beralih menatap pria yang memeluk wanita tersebut.


Pria itu mengerti jika Melati ingin meminta penjelasan darinya.


"Kami Minggu depan akan melaksanakan pernikahan, kami mengikuti lomba itu berharap menang dan uangnya untuk biaya pernikahan kami," jelas pria itu.


Melati menoleh ke arah Arnon. Suaminya mengerti apa maksud dari Melati. Arnon menganggukan kepalanya.


"Aku akan memberikan uang itu pada kalian," tutur Melati.


Kedua pasangan itu terkejut mendengar ucapan istri dari aktor tampan Arnon Marvion Gafin.


"Terimakasih!" kedua pasangan yang akan menikah Minggu depan itu mengucapkan terimakasih secara bersamaan.


Arnon memberikan uang sebesar 50 juta kepada peserta urut 9.


"Semoga pernikahan kalian bahagia," ujar Arnon sambil tersenyum.


Arnon menarik tangan Melati menuju mobil yang sudah berada di pinggir jalan sedang menunggu mereka berdua.


Di dalam mobil, Arnon tak henti-hentinya mengusap puncak kepala Melati yang kini bersandar di bahunya.


"Aku bangga padamu, Sayang!"


"Aku juga bangga padamu, Suamiku!" Melati membalas ucapan suaminya sambil tersenyum.


Entah mungkin karena kelelahan, Melati tertidur di pundak suaminya.


"Aku sangat mencintaimu, Melati!" Arnon bergumam di iringi senyuman manisnya.


Note: Visual Melati sudah author ganti di bab 59, silahkan di cek lagi,kemarin banyak yang bilang visualnya gak pas,jadi author ganti ya😊