Pacaran Setelah Menikah

Pacaran Setelah Menikah
Bab 193 ( Season 2 )


Suasana di ruang pergelaran busana itu gelap gulita, tak ada cahaya yang ada meskipun hanya setitik saja.


Zinnia hanya bisa menggerakkan kepalanya menajamkan indera pendengarannya untuk mengetahui apa yang sedang dilakukan oleh orang-orang di sekitarnya saat ini.


Semua orang nampak bersuara kenapa di acara besar seperti ini bisa mati lampu.


Seketika lampu menyorot ke arah Zinnia yang sedang diam kebingungan.


Saat lampu sorot itu mengenai Zinnia, gadis itu melihat ke atas dimana lampu itu berada.


Zinnia bingung kenapa hanya dirinya yang menjadi sorotan.


Saat Zinnia masih asyik melihat lampu itu, satu lampu lagi kembali menyorot seorang pria dengan kacamata yang masih bertengger di kedua matanya.


Pria itu yang awalnya duduk di kursi penonton, perlahan mulai berdiri menatap gadis yang sedari tadi ingin ia lihat, ingin ia peluk, ingin ia cium dengan segenap kerinduan yang sungguh sudah meluap-luap ingin di segera di curahkan.


William tersenyum manis pada Zinnia dan gadis itu hanya menatapnya dengan tatapan terkejut bukan main.


Pria itu adalah William. Suami dari Zinnia.


William mulai melangkah menaiki tiap anak tangga yang langsung terhubung ke atas panggung.


William berjalan tanpa melihat ke arah bawah, pria itu fokus menatap wajah sang istri yang kini juga tengah menatapnya dengan tatapan tak menyangka.


William tetap menatap ke arah Zinnia sembari kedua kakinya melangkah mendekati tempat dimana istrinya berdiri mematung menatap dirinya.


Sepuluh langkah lagi.


Sembilan langkah lagi.


Delapan langkah lagi.


Tujuh langkah lagi.


Enam langkah lagi.


Lima langkah lagi.


Empat langkah lagi.


Tiga langkah lagi.


Dua langkah lagi namun, William berhenti tepat di langkah itu. Hanya satu langkah lagi sudah dapat di pastikan jarak keduanya terkikis habis.


Kedua manusia beda jenis itu saling tatap satu sama lain.


William menatap Zinnia dengan tatapan penuh cinta dan kerinduan, sedangkan Zinnia menatap dengan tatapan bingung tak mengerti dengan kondisi saat ini.


Gadis itu mengira jika dirinya saat ini mungkin bermimpi dan ia tak ingin bangun dari mimpi indahnya.


Zinnia mencoba menyentuh pipi William. Kini tangan Zinnia sudah mendarat sempurna di pipi suaminya.


William hanya tersenyum pada sang Istri, sedangkan Zinnia hanya menatapnya dengan tatapan tak percaya yang tak berkesudahan.


"Ini nyata?" tanya Zinnia yang masih belum percaya dengan semua ini.


William menyentuh tangan istrinya dan detik itu juga Zinnia satu langkah langsung menjauh dari William.


Awalnya wajah pria itu merasa terkejut namun, saat ia mengingat isi surat Zinnia, William kembali menebar senyumnya.


Pria itu langsung menjentikkan jarinya dan ruangan itu di penuhi dengan cahaya dari layar ponsel orang-orang yang hadir.


Di sana seakan hanya ada Zinnia dan William saja dan cahaya layar ponsel orang-orang itu adalah bintang yang menyinari keduanya dalam kegelapan.


Zinnia melihat ke arah sekelilingnya. Ia sungguh di buat takjub dengan apa yang di lihatnya.


Cahay layar ponsel itu membentuk sebuah huruf. Di bagian kanannya berbentuk huruf I, di bagian depan berbentuk hati, sedangkan di bagian kiri Zinnia berbentuk huruf U.


Jika semua itu di gabung menjadi satu akan menjadi "I ❤️ U".


Zinnia mengalihkan pandangannya pada William dan pria itu ternyata memang sedari tadi menatap ke arahnya tanpa teralihkan sedikitpun.


"I-ini untuk siapa? apa wan ...."


William langsung mendaratkan telunjuknya tepat di bibir kenyal sang istri. "I love you, Zinnia!"


Telunjuk William perlahan turun dari bibir sang istri.


Kalimat itu sukses membuat jantung Zinnia berdebar kencang. Gadis itu masih tak yakin jika ini nyata.


"Kau bercanda kan?" tanya Zinnia lagi.


"I love you, Zinnia!"


Zinnia masih diam tak menanggapi ungkapan suaminya. Gadis itu masih saja tak bersuara.


"Apa kau menerima cintaku?" tanya William menatap kedua manik mata sang istri.


Zinnia melihat ke dalam mata William. Ia ingin mencari kebohongan atau lelucon dari dalam diri William namun, pria itu sungguh serius dengan ucapannya.


"Aku terima sekarang atau tidak? jika diterima begitu saja, keenakan si pria mesum ini! aku kerjai saja dia! agar dia tahu rasa! bagaimana perjuangan mengejar cinta."


"Tapi aku masih belum ...."


William lagi-lagi menutup bibir Zinnia dengan telunjuknya. Pria itu tahu apa jawaban istrinya.


"Aku akan membuatmu jatuh cinta padaku, Zi! aku akan mengejar cintamu sampai kau benar-benar mencintaiku tanpa henti! sekali kau menjadi, Nyonya William! selamanya akan tetap begitu," tutur William dengan nada sungguh-sungguh.


"Aku sekarang saja sudah benar-benar cinta padamu, Pria mesum! jika kau masih ingin membuatku lebih mencintaimu lagi, bisa-bisa aku overdosis karena kau terlalu banyak memberikanku obat penumbuh rasa cinta tanpa henti."


"Bagaimana jika aku tak kunjung mencintaimu?" tanya Zinnia dengan wajah menantang William.


"Mudah saja! aku akan langsung menghamilimu," tutur William sekenanya.


Mata Zinnia terbelalak. Apa William lupa jika banyak orang di ruangan itu.


Zinnia langsung memukul lengan suaminya cukup keras.


"Aw! sakit, Zi! aku hanya bercanda!"


William menatap sang istri sambil merengut kesal.


Sedetik kemudian, William mendekatkan dirinya ke arah Zinnia, sampai jarak diantara keduanya sudah terkikis habis.


"Aku tak akan melakukan hal se-ekstrim itu, jika kau masih menurut padaku."


William menyentuh kedua pipi Zinnia. Menatap setiap inci wajah istrinya.


"Aku akan melakukan dengan cara halus yang bisa benar-benar membekas dalam ingatanmu tentang bagaimana caraku bisa membuatmu jatuh cinta padaku," tutur William.


"Cara halus?" tanya Zinnia bingung.


"Apa kau ingin tahu?" tanya balik William.


Zinnia hanya mengangguk karena gadis itu mengira mungkin dengan mengajak Zinnia berjalan-jalan atau hal lainnya.


William tersenyum pada Zinnia dan sedetik kemudian pria itu mendaratkan bibirnya pada bibir Zinnia.


Cahaya lampu dari blits kamera membuat raungan itu bagai terkena cahaya petir yang hendak menyambar.


Zinnia melebarkan matanya. Ia masih tak menyangka dengan apa yang dilakukan oleh suaminya.


Tangan William yang berada di pipi sang istri kini terlepas melakukan tugasnya masing-masing.


Tangan kiri menarik pinggang Zinnia, sedangkan tangan kanannya menarik tengkuk Zinnia agar ciuman mereka lebih dalam lagi.


William mulai melahap habis bibir sang istri yang teramat ia rindukan.


Zinnia yang awalnya masih dengan mata terbuka, kini gadis itu perlahan menutup matanya membalas ciuman suaminya.


Tangan Zinnia kini sudah berada di leher William. Keduanya menikmati ciuman penuh rindu itu.


Lampu tiba-tiba hidup dan bersamaan dengan itu kelopak bunga mawar menghujani seluruh ruangan tersebut dan semua yang dilakukan oleh Zinnia dan William terekam oleh masing-masing kamera yang berada di acara itu.


Semua orang yang berada di sana bertepuk tangan diiringi senyuman kebahagiaan. Mereka semua ikut bahagia melihat pengungkapan cinta yang sangat romantis oleh William.


Wajah keduanya mulai menjauh dengan hidung yang masih sama-sama menempel.


Nafas mereka masih sama naik turun tak beraturan selepas ciuman yang menggebu itu.


Keduanya terus di hujani oleh kelopak bunga mawar yang berjatuhan langsung mengenai tubuh Zinnia dan William.


"I love you, Zinnia!"


William kembali mengucapkan kata cintanya pada sang istri dan Zinnia hanya tersenyum sambil menatap kedua mata suaminya.


Cup


Kecupan singkat mendarat di bibir William. Gadis itu langsung memeluk tubuh suaminya dan William membalas pelukan istrinya erat.


"I love you, Zinnia!" William berbisik di telinga istrinya., mengungkapkan rasa cintanya yang sangat besar itu.


JANGAN LUPA VOTE, LIKE, DAN KOMENTARNYA YA KAKAK READERS 🥰🥰🥰