
"Saya mau minta tolong, sebentar lagi keponakan perempuan saya ulang tahun,saya mau beliin hadiah tapi saya kurang paham selera wanita, jadi bisa nggak temenin saya beli hadiah?"
"Ohh, bisa pak kapan ya?"
"Sekarang bisa nggak?"
"Bisa kok pak, saya siap-siap dulu"
"Baiklah,sebentar lagi saya jemput"
Victor memutus telepon
"Yes berhasil!" ujar Victor dalam hati
Ia pun segera berlari ke kamarnya
...
"Aku pakai baju apa ya?" ujar Naomy
Wanita ini sama sekali tak menyadari niat dari Victor
Kini ia sudah terlihat sempurna di depan cermin menggunakan baju berwarna abu-abu
Masuklah sebuah pesan di ponselnya
"Saya on the way" Naomy menatap ponselnya dan tersadar
"Kenapa pak Victor mengajak saya ya? Kan ada Diandra sekretarisnya yang juga perempuan?" ujar Naomy dalam hati
Tak lama kemudian terdengar suara klakson mobil yang menandakan bahwa Victor sudah sampai di depan
Naomy segera keluar dan berjalan menuju mobil
Kini ia sudah duduk di samping Victor, namun tiba-tiba wajah Victor mendekat
"Deg..deg..deg"
"Pak Victor mau ngapain sih" ujar Naomy dalam hati dengan wajah yang mulai memerah
"Sebelum berangkat jangan lupa pakai sabuk pengaman nya" ucap Victor
Selama diperjalanan tak ada satu kata pun yang keluar dari mulut kedua nya, namun Victor memberanikan diri untuk memecah keheningan
"Kira-kira hadiah apa yang bagus?" tanya Victor
"Hmm bapak aja yang nentuin hadiah nya, nanti saya yang pilih model-model nya pak"
"Kalo sepatu gimana?"
"Boleh aja pak"
"Oh ya, boleh ga kalo diluar jangan panggil saya bapak, panggil nama aja , saya merasa terlalu muda untuk dipanggil bapak"
"Baik pak"
"Kan kata saya jangan panggil pak"
Keduanya pun tertawa
...
Sampai diparkiran sebuah mall, mereka berjalan dan menuju tempat-tempat yang menjual sepatu
Naomy melihat sebuah heels cantik berwarna silver mengkilap
"Wahh ini cantik banget" ujar Naomy
"Gimana?" sahut Victor
"Menurut saya ini bagus bapak gimana?"
"Iya ini bagus, tapi.."
"Tapi apa pak?"
"Tapi jangan panggil saya bapak lgi"
"Oh iya maaf pak eh Victor"
Mereka menuju kasir untuk membayar,setelah selesai mereka pun berjalan
"Mau beli apa lagi Vic?" ujar Naomy yang masih belum terbiasa dengan panggilan seperti itu
"Kau mau es krim?"
"Boleh"
Mereka pun membeli es krim, namun Naomy tersadar kenapa dari tadi banyak orang yang menatap mereka
"Vic kenapa ya orang-orang menatap kita?" ujar Naomy
" Kau nggak liat baju mu dan hoodie ku warna nya sama" ujar Victor
" Loh kok bisa samaan"
"Mana saya tau"
Setelah selesai membeli es krim mereka berjalan menuju parkir dan pulang
Setelah hari itu mereka hanya bertemu beberapa kali saja, Victor menggunakan berbagai macam alasan untuk bertemu dengan Naomy
...
Pertemuan ke 3
Victor dan Naomy sedang makan disebuah restoran
"Nao"
"Hmm?"
"Aku mau melamar mu"
Naomy sontak kaget
"Jangan bercanda Vic gak lucu ah"
"Aku serius Nao , aku bahkan udah bilang sama orang tua ku" ucap Victor meyakin kan
"Kamu tau kan aku ini cuma cleaning service sedangkan kamu jauh lebih terpandang dari pada aku"
"Nao, aku gak pernah mandang kamu hanya sebatas jabatan"
"Kasih aku waktu"
"Baiklah"
...