Pacaran Setelah Menikah

Pacaran Setelah Menikah
Bab 289 ( Season 2 )


Satu bulan kemudian


Kini kehamilan Zinnia sudah memasuki trimester ketiga, yang artinya kehamilan desainer cantik itu sudah memasuki usia 7 bulan dan hari ini akan diselenggarakan acara baby shower.


Berbeda dengan saat Melati mengandung Zinnia. Proses kali ini diketahui oleh Zinnia dan ibu hamil itu ikut mendekorasi ruangan yang akan menjadi tempat acara baby shower tersebut.


Zinnia mendekorasi bagian tempat yang akan menjadi bagian terpenting dalam acara itu.


Di sudut paling depan sudah terdapat balon-balon yang membentuk susunan hati. Separuh balon itu berwarna merah muda dan separuhnya lagi berwarna biru.


Warna dekorasi balon itu sengaja ia buat berbeda karena yang akan lahir bukan hanya satu bayi, melainkan dua bayi sekaligus.


Warna merah muda untuk bayi berjenis kelamin perempuan, sedangkan warna biru untuk bayi berjenis kelamin laki-laki.


Di tengah-tengah bentuk hati dari susunan balon itu, terdapat tulisan "My Baby Twins".


Masih berada di sudut paling depan tempat acara, terdapat meja cukup panjang dengan kain yang menjuntai ke bawah yang melapisi meja itu dan warna kain tersebut juga terdiri dari dua warna yaitu merah muda dan biru terbagi dua sama seperti warna balon yang sudah menempel pada dinding.


Di meja itu juga terdapat kue tart dengan tema yang berbeda pula. Untuk bayi perempuan, mengusung tema Hello Kitty yang sangat imut dan menggemaskan, sementara untuk bayi laki-laki mengusung tema Cars dalam serial film kartun Walt Disney Picture.


McQueen yang menjadi tema untuk bayi laki-laki dari Zinnia dan William.


Di meja itu juga terdapat marshmellow yang di susun rapi menjadi dua bagian dan permen kapan yang di buat untuk dua bagian pula dan dua warna berbeda.


Di meja panjang itu juga terdapat cokelat berbentuk karakter tema masing-masing, yaitu Hello Kitty dan McQueen.


Semua makanan manis itu diletakkan di samping masing-masing kue tart yang sudah terpajang rapi dengan model kue tart dua tingkat.


Tak lupa minuman yang telah tertata rapi dengan warna yang disesuaikan dengan tema si kembar.


Zinnia tak melakukan apapun, ia hanya memberitahu para pekerja yang memang sudah ia percayakan untuk melakukan hal itu.


"Apa kau tak lelah?" tanya William yang memeluk tubuh istrinya dari belakang.


Zinnia terkejut namun, sedetik kemudian ia berbalik membalas pelukan Suaminya dengan perut buncitnya yang sudah kesusahan untuk memeluk William.


"Aku tak lelah karena semua dekorasi untuk kedua anak kita sudah beres," sahut Zinnia menatap ke arah dekorasi yang sudah ia rancang.


William tersenyum karena istrinya sangat antusias untuk menyambut perayaan baby shower ini.


Para Grandma sibuk memasak di dapur untuk jamuan para tamu yang hadir karena William mengundang semua rekan Dokternya ikut merayakan baby shower untuk istri dan calon anaknya.


Melati sibuk membuat makanan penutup, sementara Salma sibuk membuat lauk pauknya.


Para Grandpa menggelar karpet di ruangan itu. Seperti pada saat baby shower Melati dan Zinnia waktu itu, nampaknya dua keluarga besar itu tak suka jika harus merayakan baby shower duduk di atas sofa atau kursi mewah lainnya.


Dua keluarga itu lebih suka duduk bersantai seperti di pantai dengan terpaan angin sepoi-sepoi.


Semua karpet sudah di gelar oleh Arnon dan Edward. "Semuanya sudah siap! sebentar lagi waktu perayaan akan segera dimulai," gumam Edward sembari melihat ke arah jam tangannya.


Kini semua orang bersiap untuk acara baby shower Zinnia dan baby twins-nya.


Satu persatu tamu sudah mulai berdatangan menuju arah kursi yang sudah disediakan hanya untuk duduk mendengarkan sambutan dari acara hari ini namun, untuk jamuan makannya, harus makan bersama di atas karpet yang sudah disediakan pula.


Semua tamu sudah berkumpul di ruangan rumah William yang memang digunakan untuk acara kecil-kecilan seperti saat ini.


Mereka semua menunggu kedatangan Zinnia yang menjadi Ratu dalam acara ini.


Dari pintu masuk ruangan itu, sudah terdengar suara benturan antara hells 3 cm milik Zinnia dengan lantai rumahnya.


Wanita dengan perut buncitnya muncul mengenakan gaun yang sangat indah berwarna putih bersih bagai ibu peri yang turun dari khayangan.


Rambut Zinnia terurai indah dengan bagian ujungnya keriting gantung.


Zinnia juga mengenakan mahkota bunga berwarna pink dan biru sama seperti warna tema baby shower hari ini.


William menghampiri istrinya mengulurkan tangannya agar Zinnia menggandeng tangan itu sampai ke tempat yang sudah disediakan untuknya.


Zinnia dengan senang hati menerima uluran tangan Suaminya.


Semua orang yang berada di ruangan itu ikut bahagia bahkan meleleh dengan perlakuan William pada Zinnia yang masih seperti pengantin baru, padahal perut Zinnia sudah membuncit.


William perlahan melangkah agar sang istri tak kesusahan mengikuti langkah kakinya.


Perlahan tapi pasti, akhirnya Zinnia sampai di meja yang sudah terdapat dua buah kue tart berbeda tema.


Zinnia dan William berdiri menatap para tamu dan keluarga yang hadir.


"Terimakasih untuk kehadiran Anda semua karena hari ini merupakan hari yang sangat penting bagi saya dan kedua anak kembar saya. Bukan hanya untuk merayakan tujuh bulanan kehamilan saya, tapi saya juga memohon doa pada kalian agar proses persalinan saya berjalan lancar dan ibu beserta kedua anak ini sehat!" Zinnia memberikan sambutan sebelum acara inti itu akan benar-benar dimulai.


"Mari kita berdoa bersama untuk kelancaran persalinan istri saya dan kedua anak kembar saya," pandu William yang segera menundukkan kepalanya diikuti oleh semua tamu dan keluarga yang hadir beserta Zinnia juga.


Setelah sekiranya cukup, William dan yang lain menegakkan kembali kepala mereka.


Zinnia memulai acara inti di dampingi oleh William.


Setelah semua acara sudah dilakukan, kini waktunya untuk makan bersama. Zinnia dan William ikut bergabung dengan yang lain.


Bedanya Zinnia duduk di sofa karena kondisi perutnya yang tak memungkinkan untuk ikut bergabung duduk di karpet itu dengan para tamu yang lainnya.


Semua tamu sangat antusias dan menikmati masakan Salma dan Melati yang pastinya tak perlu diragukan lagi kelezatannya.


Waktu menunjukkan jam 16.30 yang artinya akan ada pertanyaan dari para tamu 3 orang untuk Zinnia dan William selaku orangtua dari si kembar.


"Sekarang adalah sesi pertanyaan untuk tiga orang yang beruntung menangkap boneka yang sudah kami siapkan," tutur William memperlihatkan 3 buah boneka Hello Kitty, McQueen, dan Angry bird pada para tamu.


William mengambil boneka Angry bird dan melemparnya ke arah para tamu. Ternyata Marquez yang beruntung mendapatkan boneka mini itu dari William.


"Apakah perjodohan masih akan tetap berlaku bagi si kembar?" tanya Marquez yang membuat Zinnia dan William saling bertukar tatapan.


William tersenyum pada istrinya. "Kau saja yang menjawab," pinta William.


Zinnia membalas senyuman suaminya dan menatap ke arah Marquez. "Untuk kedua anak kembar kami, kami tak akan mengatur masalah perjodohan mereka berdua! biarlah mereka yang memilih pasangan mereka sendiri! kami sebagai orang tua hanya bisa mengarahkan yang terbaik kepada mereka berdua dan kami juga bukan tidak akan melakukan hal itu jika memang hal itu jalan terbaik bagi mereka berdua karena perjodohan itu bukan hal yang salah, melainkan sebuah pilihan yang terbaik dari orangtua bagi anak-anaknya agar masa depan mereka bisa terjamin."


Marquez sangat puas dengan jawaban Zinnia. "Kau memang calon ibu yang terbaik, Zi!" Marquez memuji Zinnia di depan semua tamu.


Arnon dan Melati tersenyum dan bangga pada Zinnia karena putrinya itu semakin dewasa.


William melemparkan boneka Hello Kitty. Orang yang beruntung kali ini adalah salah satu Dokter rumah sakit William.


"Dokter William dan Ibu Zinnia akan menargetkan berapa momongan untuk kedepannya?"


Kali ini Zinnia mempersilahkan Suaminya untuk menjawab. "Karena menurut himbauan yang sudah dianjurkan dua lebih baik, jadi saya mengikuti aturan saja," sahut William namun, pria itu masih menimpali lagi, "Tapi jika yang kuasa masih memberikan kami 10 lagi juga tak apa! saya tak menolak dan menerimanya dengan senang hati."


Zinnia melirik suaminya dan mencubit perut William cukup kencang. Sontak semua tamu tergelak karena godaan William pada istrinya.


William kembali melempar boneka McQueen pada para tamu dan orang yang beruntung itu adalah kepala pelayan Asih.


"Siapa nama kedua Tuan dan Nona kecil keluarga ini?"


Zinnia tak habis pikir jika Asih akan menayangkan hak itu. "Jujur saya masih belum memikirkan nama mereka berdua," sahut Zinnia menatap ke arah suaminya. "Saya tak tahu dengan pria di samping saya ini!"


William merengkuh tubuh istrinya. "Inisial mereka berdua N dan lebih jelasnya akan kalian ketahui setelah mereka berdua lahir," jelas William pada semua orang yang hadir.


Semua orang dibuat penasaran karena William masih merahasiakan nama calon kedua anaknya.


JANGAN LUPA VOTE, LIKE, DAN KOMENTARNYA YA KAKAK READERS BIAR AUTHOR TAMBAH SEMANGAT UPDATE-NYA.