Pacaran Setelah Menikah

Pacaran Setelah Menikah
Bab 263 ( Season 2 )


Kini mereka berempat sudah berada di sebuah restoran ternama di Australia. Zinnia dan William duduk berdampingan, begitu pula dengan Sandra dan Marquez.


Mereka berempat tengah menikmati makan siang bersama. "Kapan kalian akan menikah?" tanya Zinnia pada kedua pasangan yang baru saja resmi menjadi tunangan itu.


"Aku akan ke rumah Sandra dulu, Zi! aku ingin meminta izin Kak Nina karena dia selaku wali dari calon istriku," tutur Marquez membuat wajah Sandra memerah kala ia menyebutkan kata istriku.


"Bagus kalau begitu! pulang dari sini, kau harus meminta restu pada, Kak Nina! setelah selesai kau harus segera enyah dan meminta restu pada keluargamu," cicit Zinnia sembari fokus dengan makanannya.


Marquez tersenyum meledek. "Kata-katamu sungguh terlalu menusuk telingaku, Zi!"


"Aku masih kesal padamu sampai saat ini atas kejadian di butikku tempo hari," celetuk Zinnia sembari terus mengunyah makanannya.


William hanya tersenyum simpul karena istrinya memang akhir-akhir ini suka mengungkit masalah yang telah berlalu.


"Rasakan kau, Marquez! makan cocolan sambal pedas dari mulut Zinnia ke dalam telingamu."


Marquez hanya tersenyum kikuk menanggapi ucapan Zinnia yang ternyata masih ingat dengan kejadian tempo hari itu.


Sandra diam tak ingin nimbrung dalam obrolan bos dan tunangannya. Ia lebih memilih menjadi pendengar sama seperti William daripada salah ucap dan membuat mood ibu hamil itu berantakan.


Saat sedang asyik-asyiknya melahap makanan masing-masing, tiba-tiba William di kagetkan oleh suara seorang wanita.


"William?" tanya wanita itu pada Dokter bedah yang tengah asyik menyantap makanannya.


Seketika William melihat ke arah wanita yang ada di sampingnya. William melihat wajah wanita tersebut. "Selly?" tanya William balik.


Wanita itu tersenyum manis pada William dan wanita bernama Selly itu masih tak sadar jika ekor panjang kucing garong betina sudah mulai tegak, menandakan sesuatu yang sudah menjadi miliknya kini diusik oleh wanita bernama Selly itu.


"Iya ini aku, Will! lama ya kita tak bertemu! bagaimana kabar, Marion? kalian sudah memiliki berapa anak? untung saja aku tak menembakmu duluan waktu itu! bisa-bisa kau menjadi ayah dari anak-anakku," celoteh Selly yang tak sadar akan kehadiran Zinnia sebagai istri dari William.


Wajah William sudah memucat. Ia tahu pasti Zinnia sudah menyiapkan rentetan pertanyaan padanya.


"Kenapa aku harus bertemu dengan Selly si mulut ember ini! dia kan orangnya ceplos ceplos sejak dulu."


"Aku dan Marion sudah berakhir, Sel! dan wanita ...."


"Apa? berakhir?" tanya Selly dengan wajah melotot pada William.


Sandra dan Marquez ingin sekali tertawa saat melihat wajah Selly yang terkaget lebay ala sinetron.


Selly menepuk pundak William pelan. "Seharusnya kau memilihku waktu itu, Will! kita bisa bahagia sampai sekarang dan aku sudah memiliki 8 anak," ujar Selly membuat semua orang yang berada di sana ternganga.


William melirik ke arah istrinya dan Zinnia menatapnya dengan sorot mata tajam ingin memakan William hidup-hidup.


William menelan ludahnya cukup kasar.


"Aku harus meluruskan masalah ini agar Zinnia tak memotong milikku yang paling berharga di dalam sangkar ternyamannya ini." William melirik ke arah pahanya dengan menyipitkan sedikit matanya.


"Selly! aku dan Marion sudah berakhir dan wanita yang berada di sampingku ini adalah, Istriku! kami baru saja menikah dan ...."


"Jadi ini istrimu, Will? dia cantik juga ya!" Selly tersenyum simpul pada Zinnia.


Zinnia mengerti maksud pembicaraan wanita bernama Selly ini. Ibu hamil itu hanya menyangga kepalanya dengan siku yang sudah bertumpu pada meja restoran tersebut.


Yang lainnya tak berani menyela perdebatan antara calon emak-emak dan yang sudah berstatus menjadi emak anak 8.


"Sepertinya perkataan anda salah besar, Kak Selly! suami saya justru sangat liar di ranjang, bahkan saya tidur saja hanya sebentar dalam sehari! dia setiap saat tak ingin berhenti menggempur saya habis-habisan, bahkan bekerja saja dia tak mau lagi karena ia ingin selalu memulai ronde lagi dan lagi sampai lutut saya bergetar hebat! anda bisa bayangkan bukan, bagaimana jika lutut kita sampai bergetar hebat? pasti lelaki itu teramat sangat buas di ranjang bukan? dan satu lagi, saya pernah tidur hanya 1 jam dalam sehari karena suami saya saat itu ingin lagi dan lagi," racau Zinnia yang hanya membual agar si Selly itu panas luar dalam dan keluar dari restoran itu.


Sandra, Marquez, dan William seketika tersedak bersamaan saat Zinnia menyebut kata tidur hanya satu jam dalam sehari.


Selly hanya tersenyum kecut mendengar ucapan Zinnia yang begitu memporak-porandakan isi dalam perutnya yang ingin keluar.


"Benarkah?" tanya Selly dengan raut wajah remeh.


Sandra menundukkan kepalanya karena Selly sudah berani mengganggu macan yang sedang bunting. Sementara Marquez hanya memperhatikan perdebatan sengit antara kucing garong betina dan kucing pembuat onar.


William menyentuh tangan istrinya agar Zinnia tak melanjutkan perdebatannya dan Selly namun, Zinnia melepaskan genggaman tangan suaminya.


"Jika anda tak percaya, bagaimana dua bayi kembar ini bisa berada di dalam rahim saya jika suami saya yang paling tampan ini tak bekerja keras menggempur saya pagi, siang, dan malam," cecar Zinnia lagi dengan senyum penuh kemenangan.


Selly menatap Zinnia dengan raut wajah penuh kekesalan. "Kalau begitu, kau wanita beruntung dan aku pergi dulu," pamit Selly dengan wajah di buat senatural mungkin karena ia tak ingin suaminya tahu jika ia berdebat hanya karena masalah kecil yang sebenarnya sudah berlalu.


Zinnia masih memperhatikan wanita itu sampai Selly benar-benar keluar dari restoran tersebut bersama seorang pria bertubuh besar.


"Sudah punya yang lebih besar masih saja melirik milik orang lain,* celoteh Zinnia meneguk minumannya dengan cepat sampai minuman itu habis.


William menyentuh tangan Zinnia. "Lain kali jika ada orang seperti Selly memancing kemarahanmu, kau tak perlu meladeninya karena orang seperti dia hanya ingin membuatmu malu di depan orang lain," jelas William dengan nada lembut penuh kasih sayang.


"Jika dia tak diberi pelajaran, maka ia akan mengira aku ini wanita yang bisa diinjak-injak olehnya dan aku tak ingin itu terjadi! dan satu lagi, aku tak ingin Daddy dari anak-anakku di lirik wanita yang sudah memiliki buntut 8 seperti dia," kesal Zinnia yang menatap ke arah William.


Sandra dan Marquez hanya tersenyum karena raut wajah William bagai anak kecil yang sedang dimarahi oleh ibunya menunduk tak berani menjawab.


"Oh ya, Zi! bagaimana dengan dalam sehari hanya tidur 1 jam itu?" tanya Marquez ingin meledek Zinnia dan William.


Zinnia beralih menatap ke arah Marquez tajam dan dingin. "Tentu saja tidak! aku hanya berbohong pada si Selly itu! agar dia tak mengatakan jika suamiku ini pria tak suka pada lawan jenis."


Marquez hanya tersenyum menanggapi tatapan tajam dan celoteh Zinnia dengan santainya.


"Masalah lutut bergetar bagaimana?" tanya Marquez lagi yang masih ingin meledek Zinnia.


Sandra menyenggol lengan Marquez. Pria itu menatap ke arah tunangannya dan mata Sandra menajamkan tatapannya pada Marquez agar pria itu diam tak banyak bicara.


Nyali Marquez langsung menciut saat Sandra akan marah padanya.


"Ternyata aku dan William sama saja! sama-sama seorang budak cinta."


Marquez segera mengangkat dua jarinya ke atas bermaksud berdamai.


Akhirnya mereka berempat kembali melanjutkan proses menghabiskan makanan yang tertunda.


JANGAN LUPA VOTE, LIKE, DAN KOMENTARNYA YA KAKAK READERS BIAR AUTHOR TAMBAH SEMANGAT UPDATE-NYA.