
"Aaaaa..kenapa gak pake baju?" teriak Naomy
Victor langsung menutup mulut Naomy dengang telapak tangan nya
"Jangan teriak nanti kedengeran Bi Ani" ujar Victor seraya melepas tangan nya dari mulut Naomy
"Iya iya" sahut Naomy
"Udah lah buka aja toh udah liat juga kan tadi"
"Nggak mau, pake baju sana"
Victor langsung menarik tangan Naomy dan menduduk kan nya di ranjang, ia membungkukan badan nya di hadapan Naomy
" Naomy ingat aku ini suami mu, gaada yang perlu ditutupin, mungkin kamu emang belum terbiasa tapi nanti kamu akan melihat nya setiap hari, ingat yah aku ini bukan orang lain" ujar Victor dengan suara lembut
Seketika perasaan Naomy seperti meleleh mendengar ucapan suami nya itu
"Iya" sahut Naomy
"Iya doang nih?" ujar Victor meledek
"Ihhhhhh" Naomy memukul-mukul dada Victor
"Udah berani nih?" sekali lagi Victor meledeknya
Muka Naomy memerah ia langsung berlari menuju lemari
Victor baru menyadari bahwa baju nya sudah siap di atas ranjang, ia pun tersenyum
"Seneng nya udah punya istri" ujar nya seraya mengambil kemeja itu
Naomy hanya tersenyum mendengar ucapan Victor
"Dasi nya dimana?" tanya Naomy
"Di laci paling kiri"
Naomy pun mengambil dasi berwarna biru tua dan meletakan nya di atas ranjang
"Nggak sekalian di pasangin nih?" ujar Victor
"Pasang sendiri aja, aku mau ngeluarin baju-baju ku yang ada di koper" Naomy kembali berjalan menuju koper nya
Tak ada sahutan dari Victor
Tak lama kemudian saat Naomy memindahkan pakaian nya ke lemari,
Victor berada dibelakang nya dengan sebuah sisir di tangan nya
"Kalo habis mandi itu rambut nya di sisir biar cantik" ujar Victor lembut
"Udah cantik dari dulu kok" sahut Naomy
Victor hanya tersenyum, ia melihat istri nya berkeringat karena dari tadi ia sibuk memindah pakaian nya
"Udah ah jangan capek-capek nanti Bi Ani bisa mindahin kok"
"Ngapain?"
"Masih ada beberapa barang sama pakaian yang belum aku bawa"
"Kamu gak usah capek-capek dirumah aja"
"Tapi.." Ucapan Naomy dipotong oleh Victor
"Gak ada tapi-tapi an nanti aku suruh bima yang mindahin ke sini"
"Hmm iyadeh"
"Yaudah aku berangkat dulu ya udah hampir telat nih"
"Hati-hati"
"Ceklek" pintu kamar pun tertutup
Setelah selesai membereskan pakaian nya Naomy merebahkan tubuhnya di atas ranjang, ia seperti biasa mengutak-atik ponsel nya memantau sosial media nya, tiba-tiba ponsel nya berdering nama yang muncul ialah Nadya, Naomy langsung menjawab telepon nya
"Nao" Nadya menangis tersedu-sedu dari balik telepon
"Hallo nad, lo kenapa nad kok nangis?"
"Wisnu nao" ia menangis semakin kencang
"Kenapa wisnu? lo dimana nad?"
"Gue di kos, gue udh izin gak kerja"
"Yaudah lo kerumah gue aja yah, nanti gue suruh supir yang jemput"
"Iya Nao"
"Udah nanti aja cerita nya"
Naomy mematikan telepon nya dan berlari menuruni anak tangga, ia melihat Bi Ani sedang menyapu dibawah
"Bi dirumah ini ada supir kan?"
"Ada nyonya di depan"
"Oh iya bi makasih"
Naomy kembali berlari menuju halaman rumah
"Pak"
"Iya nyonya?"
"Pak bisa minta tolong jemput teman saya ini alamat nya pak"
"Baik nyonya"