Pacaran Setelah Menikah

Pacaran Setelah Menikah
Bab 197 ( Season 2 )


William diam tepat di depan pintu kamar mandinya.


"Kenapa diam?" tanya Zinnia bingung.


"Buka pintunya! aku tak bisa membukanya," tutur William yang langsung di lakukan oleh Zinnia.


Pintu kamar mandi terbuka. William kembali melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar mandi.


Pria itu menurunkan Zinnia tepat di bawah shower. Perlahan tapi pasti kedua kaki Zinnia mulai berpijak di atas lantai kamar mandi hotel itu.


William mendorong tubuhnya Zinnia sampai menempel pada dinding kamar mandi.


Kedua tangan Zinnia sudah menempel di dinding ruangan itu. Tangan kekar William menahan lengan istrinya.


Lagi-lagi mata keduanya saling tatap dengan jantung yang sudah sama-sama berdebar-debar tak karuan.


William tak sengaja melihat ke arah dada Zinnia, karena tangan Zinnia terangkat ke atas membuat kemeja yang di kenakan istrinya ikut tertarik sampai satu kancing bagian atas kemeja itu terlepas.


Wajah William memerah. Sungguh ia tak bisa menahan gejolak yang semakin lama semakin membuncah sampai ke ubun-ubun.


Zinnia berpikir kenapa suaminya ini mendorong tubuhnya ke dinding kamar mandi. "Kenapa kau mendorongku, Pria mesum?" tanya Zinnia dengan nafas yang sudah naik turun tak beraturan.


William langsung memejamkan matanya saat dada istrinya juga ikut naik turun.


"Jangan panggil aku dengan sebutan itu lagi, Sayang!"


"Kenapa? kau memang Pria mesum kan?"


Zinnia masih tak mau kalah dengan William. Gadis itu tak sadar jika suaminya sedang on fire.


"Jadi kau tetap ingin memanggilku dengan sebutan itu?" tanya William memastikan.


"Tentu saja! kenapa tidak! itu kenyataan yang sebenarnya, Pria mesum!"


William tersenyum simpul. Pria itu mendekatkan bibirnya pada telinga Zinnia. "Jika kau suka dengan panggilan itu, maka aku akan menjadi pria mesum yang sesungguhnya untukmu," bisik William sambil mengigit kecil telinga istrinya.


Tubuh Zinnia menegang mendengar bisikan William yang membangkitkan bulu kuduknya.


"Apa benar pria ini akan melakukan hal yang tidak-tidak padaku? ah, pasti hanya gertakan saja."


William memundurkan sedikit tubuhnya. Pria itu menghidupkan shower.


Air dari shower itu langsung membasahi tubuh William yang bertelanjang dada dengan celana yang masih tetap ia pakai.


Air itu jatuh mengenai rambut, wajah, dan tubuh William.


Zinnia melihat tiap aliran air yang melewati tiap inci tubuh suaminya.


Tubuh William terlihat semakin seksi dengan guyuran air itu.


Dari tubuh William, gadis itu beralih menatap wajah suaminya.


Jantung Zinnia sudah ingin keluar dari tempatnya. Sungguh kali ini wajah William sangat tampan melebihi hari-hari biasanya.


Ternyata efek guyuran air pada wajah suaminya membuat pria itu semakin terlihat begitu menawan.


Air itu meluncur begitu saja pada hidung William, sampai mendarat pada bibir seksi lelakinya.


Kali ini Zinnia tahu apa alasan suaminya mendorong dirinya sampai menyentuh dinding kamar mandi, karena William tak ingin tubuhnya sampai basah terkena guyuran air shower.


Karena air itu terus mengguyur tubuh suaminya sampai rambut William bergeser menutupi mata Dokter tampan itu.


Zinnia sedikit mendekat untuk menyingkirkan rambut itu agar tak menghalangi penglihatan suaminya.


Karena William sudah melepaskan tangannya, gadis itu mulai mengangkat tangan itu untuk menyingkirkan rambut suaminya.


Lengan Zinnia yang masih terbalut kemeja William langsung terkena guyuran air dan lengan kemeja itupun ikut basah.


Keduanya melihat ke arah lengan yang sudah basah kuyup bersama dengan lengan kemeja William.


Zinnia kembali melanjutkan niatnya untuk merapikan rambut William.


"Apa kau sudah bisa melihat?" tanya Zinnia yang menatap manik mata William.


William hanya mengangguk karena wajahnya masih tetap di guyur oleh air.


"Kau bisa melanjutkan ritual mandimu," tutur Zinnia hendak keluar dari kamar mandi namun, tangan kekar William menahan pinggang istrinya terlebih dulu.


Zinnia terkejut dengan perlakuan tiba-tiba William. "Kenapa?" tanya Zinnia sedikit menundukkan wajahnya karena cipratan air itu mengenai bagian wajahnya.


"Aku sudah jadi pria mesum sejak kau memberiku label itu, Sayang! jadi kali ini aku akan melakukan aksiku padamu," tutur William yang semakin menarik pinggang Zinnia sampai tubuh gadis itu juga terguyur oleh air shower.


Zinnia langsung melingkarkan tangannya pada leher William dan menyembunyikan wajahnya di belakang kepala suaminya.


"Apa yang kau lakukan, Pria mesum! aku kedinginan."


Zinnia semakin mengeratkan pelukannya pada leher William dan Dokter tampan itu tersenyum karena rencananya membalas Zinnia yang sudah berani membuat adik kecilnya bangun berjalan mulus.


"Kau harus merasakan bagaimana menyiksanya mandi air dingin di malam hari, Istriku!"


Zinnia perlahan sedikit menjauhkan wajahnya agar bisa melihat wajah suaminya. "Apa kau sering melakukan hal ini?" tanya Zinnia dengan tubuh yang sudah terguyur air bersama dengan tubuh William.


"Sering! penyebabnya adalah kau!"


Zinnia masih menatap wajah William tanpa ingin mengalihkan sedikitpun ke arah lain.


"Kali ini kau yang harus menidurkannya, Zi!"


William mendaratkan bibirnya pada bibir sang istri di bawah guyuran air.


Pelukan William pada tubuh Zinnia sangat berbeda kali ini. Tubuh gadis itu begitu nyata karena kemeja yang dikenakan Zinnia sudah menempel sempurna di badan desainer cantik tersebut.


William menggerakkan bibirnya tanpa henti sampai yang di bawah sana tidur tanpa menyiksa malamnya kali ini.


Zinnia sudah memejamkan matanya ikut menikmatinya ciuman William.


Telapak tangan William bisa meraba kulit Zinnia meskipun masih terhalang oleh kemejanya.


William terus menuntut ciumannya agar lebih dalam, ia ingin adik kecilnya cepat tertidur.


Saat sudah puas dengan bibir Zinnia, William melepaskan penyatuan benda kenyal miliknya.


Pria itu mematikan shower yang sedari tadi membasahi keduanya.


"Aku mencintaimu, Zinnia!"


Zinnia menatap wajah William diiringi senyuman manisnya. "Jika kau terus seperti ini, besok aku akan jatuh cinta padamu, Will!"


"Itu yang aku harapkan," ujar William mengecup kening Zinnia lembut.


Setelah kecupan itu terlepas, Zinnia kembali menghidupkan shower yang tadi sudah dimatikan oleh suaminya.


"Kau berendam dulu! aku akan mandi lebih dulu," pinta Zinnia pada William dan pria itu berjalan ke arah bathub untuk berendam.


Beruntung kamar mandi itu ada sekat transparan yang memisahkan ruangan khusus berendam.


William sudah berada di dalam bathtub, sementara Zinnia sudah membasahi tubuhnya dengan air yang mengalir dari shower.


William melihat ke arah siluet tubuh Zinnia yang terlihat jelas. Meskipun siluet itu hanya samar-samar namun, lagi-lagi William terpancing oleh bentuk tubuh zinnia yang tak perlu di bahas lagi.


"Kenapa kau membuatku selalu ingin menerkammu, Zi!"


Suara William tak dapat di dengar oleh Zinnia karena bercampur dengan suara gemercik air yang langsung jatuh ke lantai kamar mandi.


Zinnia sudah selesai dengan ritual mandinya, sebelum gadis itu pergi dari kamar mandi, Zinnia melihat ke arah sekat antara dirinya dan ruangan William berendam. "Aku akan meminjam kemejamu lagi ya, Pria mesum!"


"Dan aku akan menelanjangimu jika kau terus memanggilmu seperti itu," sahut William yang masih berendam di dalam bathtub.


Zinnia hanya tersenyum kemudian berjalan keluar dari kamar mandi.


JANGAN LUPA VOTE, LIKE, DAN KOMENTARNYA YA KAKAK READERS 🥰🥰🥰