
Marquez memejamkan matanya masih dengan ponsel di telinganya.
Pria itu membayangkan bagaimana sedihnya wajah Sandra jika ia menikah dengan Niken.
"Marquez! you have to come back!"
(Marquez! kau harus kembali!)
"But i ...."
(Tapi aku ...)
"I hope you can be wiser, Son!"
(Aku harap kau bisa lebih bijak, Nak!)
Tut tut tut tut tut
Panggilan diakhiri oleh ibu Marquez. Desainer tampan itu melihat ke arah layar ponselnya dengan wajah bimbang.
Marquez bingung antara ia harus memperjuangkan cintanya terhadap Sandra atau ia harus menikahi Niken.
Marquez melihat ke arah dapur dan tak sengaja Sandra juga menatapnya. Senyum manis Asisten cantik itu tercipta untuk Marquez yang sebentar lagi akan menjadi suaminya.
"Tuhan! jalan mana yang harus aku pilih? aku sangat mencintainya, tapi jika aku tak menikahi Niken ...."
Marquez membalas senyuman Sandra. Ia tak ingin Sandra curiga padanya jika ada masalah besar yang harus ia putuskan saat ini.
Marquez melangkahkan kakinya menuju ke arah kamar tamu dimana ia bermalam.
Sandra melihat ke arah Marquez dan pria itu sudah tidak ada di kursinya.
Sandra celingak-celinguk mencari keberadaan Marquez.
"Kemana dia?"
Sandra yang sudah selesai mencuci piring dan membereskan dapur bergegas menuju ke arah kamar tamu. Saat Sandra sudah berada di depan pintu kamar tamu, ia hendak mengetuk pintu kamar tersebut namun, Marquez tiba-tiba muncul dari balik pintu tersebut.
Tatapan mata keduanya bertemu. Sandra tersenyum kikuk. "Aku kira kau kemana!" Sandra memperhatikan Marquez dari ujung rambut sampai ujung kaki. Penampilan pria itu sungguh sudah rapi dan keren tentunya.
"Kau mau kemana?" tanya Sandra karena pakaian Marquez sudah rapi seperti itu, jadi Sandra menyimpulkan jika calon suaminya ini akan keluar.
Marquez tersenyum pada Sandra. "Aku ingin kita berkencan sebelum aku kembali ke Amerika karena ada urusan penting yang harus aku selesaikan," tutur Marquez yang sebenarnya hari ini merupakan hari terakhir ia bisa menikmati masa bersama Sandra sebelum ia benar-benar meninggalkan Sandra.
Marquez sudah memutuskan jika dirinya akan menikahi Niken karena menurutnya Niken prioritas utama.
Perihal percintaannya dan Sandra, Marquez yakin jika Sandra adalah jodoh yang sudah di siapkan oleh tuhan, maka dengan cara apapun mereka di pisahkan pasti suatu saat nanti akan bersatu.
"Kau cepat ganti baju karena nanti sore aku akan pulang," pinta Marquez dan Sandra segera mengangguk kemudian berlari kecil menuju ke arah kamarnya untuk bersiap memulai kencan pertamanya.
Marquez tersenyum ketir kala ia melihat bagaimana raut wajah Sandra yang sangat antusias untuk memulai kencan pertama mereka berdua.
"Maafkan aku! ini akan menjadi kencan pertama dan terakhir kita sebelum aku menikah dengan, Niken! setelah ini, kau bisa membenciku tapi aku akan selalu mencintaimu dan wanita yang ada dalam hatiku hanya kau, Sandra!"
Kini mereka berdua sudah berada di dalam bioskop untuk menonton film romantis. Sandra masih asyik dengan sebungkus popcorn yang berada di tangannya dengan mata yang terfokus pada film tersebut.
Sementara Marquez bukan memperhatikan film yang sedang berlangsung. Pria itu lebih memilih melihat ke arah Sandra yang tengah asyik memasukkan satu persatu popcorn ke dalam mulutnya.
"Aku berharap kau akan terus tersenyum seperti saat ini meskipun suatu saat nanti bukan aku yang berada di sampingmu melihat kau tersenyum tanpa beban seperti sekarang, Sandra!"
Marquez terus memandangi wajah Sandra sampai si empunya wajah menoleh ke arahnya. "Kenapa kau melihatku? apa kau ingin popcorn ini?" tanya Sandra sembari menjulurkan popcorn itu pada Marquez.
"Aku hanya ingin memandang wajahmu sampai aku puas," jelas Marquez dan kening Sandra mengkerut. "Bukankah kita bisa bertemu setiap hari setelah kau kembali dari Amerika? jadi jangan membuatku berpikiran yang aneh-aneh karena kau seperti akan meninggalkan aku dalam waktu yang cukup lama," tuduh Sandra pada Marquez.
Perasaan Marquez saat ini bagai ribuan duri menusuknya secara brutal. Pria itu sungguh tak bisa membayangkan bagaimana perasaan Sandra setelah ini.
"Aku bukan hanya pergi dalam waktu lama, tapi aku juga akan pergi untuk menikah dengan wanita lain."
Marquez mengusap puncak kepala Sandra lembut. "Kau harus selalu ceria seperti ini ya!"
Sandra mengira jika itu hanya sebuah pesan dari Marquez untuknya karena untuk beberapa hari ke depan Marquez akan kembali ke negaranya.
"Aku pasti akan tetapi gembira seperti saat ini," sahut Sandra sembari menyupi popcorn pada Marquez dan pria itu menerima suapan dari tangan Sandra.
Setelah selesai menonton film, mereka sudah berada di sebuah kedai es krim.
"Kau ingin makan eskrim?" tanya Marquez pada Sandra dan wanita itu menganggukkan kepalanya.
Sandra duduk di sebuah kursi yang telah di sediakan, sementara Marquez masih sibuk memesan eskrim untuknya.
Tak butuh waktu lama untuk memesan eskrim itu, kini Marquez sudah berjalan ke arah Sandra dengan sebuah mangkuk besar dan di dalamnya berisi eskrim dengan ukuran jumbo.
Sandra tercengang melihat ukuran mangkuk wadah eskrim tersebut. "Ini eskrim untuk siapa?" tanya Sandra pada Marquez dan desainer tampan itu meletakkan mangkuk berisi eskrim dengan ukuran jumbo tepat di meja di hadapan Sandra. "Ini untukmu, Sayang! agar kau selalu ingat padaku," tutur Marquez pada Sandra.
Sandra memperhatikan eskrim dengan ukuran jumbo tersebut. "Aku tak akan sanggup menghabiskan eskrim ini! apa kau mau membantuku untuk menghabiskannya?" tanya Sandra dengan raut wajah memohon pada calon suaminya.
Marquez tersenyum manis dan menganggukkan kepalanya dengan cepat
Karena kedai itu menyediakan kursi dan meja untuk para pelanggannya, jadi memudahkan Sandra dan Marquez untuk melancarkan aksi kencan mereka berdua.
Hal pertama yang dilakukan Sandra untuk menyantap eskrim tersebut adalah mengambil topping ceri di atasnya. Asisten cantik itu melahap habis ceri yang sangat manis dan enak.
Marquez hanya bisa memangku tangannya di meja dengan wajah ia letakkan di kedua telapak tangannya menatap ke arah Sandra.
Perlahan Sandra mulai menyendok eskrim yang terdiri dari 7 rasa. Mangga, durian, alpukat, strawberry, melon, anggur, dan pisang.
Dalam satu sendok berukuran jumbo itu terdapat tujuh rasa yang pastinya akan membuat lidah si penikmatnya merasakan sensasi berbagai macam rasa buah dalam satu lahapan.
"Aaaaak! buka mulutmu, Sayang!" Sandra menyodorkan satu sendok penuh eskrim pelanginya karena warna eskrim itu bervariasi bagai warna pelangi.
Marquez membuka mulutnya namun, Sandra masih tak memasukkan eskrim itu ke dalam mulut Marquez. "Yang lebar! jangan setengah-setengah karena ukuran eskrim ini berbeda dari yang lain," ujar Sandra dan Marquez memperlebar mulutnya.
Hap
Dengan susah payah akhirnya semua eskrim dari 7 rasa buah itu berhasil Marquez nikmati.
"Enak?" tanya Sandra karena ia masih belum mencobanya.
"Enak," sahut Marquez dan pria itu segera mengambil alih sendok yang berada di tangan Sandra.
Kini giliran Marquez yang menyuapi Sandra dan mereka berdua bergantian menyuapi pasangannya sampai eskrim itu habis tak tersisa, hanya mangkuk besar saja dan sendoknya yang masih tersisa.
JANGAN LUPA VOTE, LIKE, DAN KOMENTARNYA YA KAKAK READERS BIAR AUTHOR TAMBAH SEMANGAT UPDATE-NYA.