Menikahi Janda Perawan ( Senandung Fajar)

Menikahi Janda Perawan ( Senandung Fajar)
Part 86


🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Karna kebetulan Shena bicara sambil berlari jadilah wanita itu benar-benar keluar dari kamar yang entah akan kemana sebenarnya, sebab dalam hati Fajar ia masih berdoa jika yang di ucapkan istrinya itu tak benar.


"Moga Bubu tidur, Shena pasti gak tega bawa kesini," gumam Fajar yang mengacak rambutnya sendiri cukup keras.


Dan, setelah itu ia memperhatikan tangannya yang bagaimana jika benar-benar di gigit oleh si anak Macan.


"Shena gak sejahat itu kan? tapi---, dia gak pernah main main kalau udah kesel sama seseorang," lanjutnya lagi semakin frustasi.


Tentu, Fajar ingat betul bagaimana wanita halalnya tersebut balas dendam dengan para saudaranya dan sialnya justru di dukung oleh keluarga besar dengan alasan tak tega dan kasihan.


Lintang saja yang kesayangan Phiu habis di kejar kejar dan mungkin akan menikmati gigitan Bubu andai adiknya itu tak lari dan bersembunyi di kamar semedinya.


Hal yang tak jauh berbeda juga di rasakan oleh RaXeL Rahardian Wijaya, yang jika tak manjat pohon sudah bisa di pastikan ia jadi santapan empuk Si anak Macan putih.


"Lalu, bagaimana dengan ku? kalau Phiu tahu ada Alina ke kantor dan Shena merajuk yang ada aku langsung di jebloskan ke kandang Bubu."


Bulu halus pria itu pun meremang, kemudian ia mengusap tengkuknya yang bergidik ngeri karna bayangan Bubu terus terlintas di pelupuk matanya.


Hewan buas itu hanya manis di pangkuan Shena, karna jika ke yang lain Bubu selalu bertingkah layaknya preman pasar yang sedang mencari keributan.


.


.


.


"Bubu----," panggil Shena ketika kandang anak macannya di buka oleh pengawasnya.


"Sini, Sayang. Latihan gigit gigit, mau?" tawarnya sambil tertawa padahal Bubu belum punya gigi tapi tetap saja gusinya pastii keras.


Shena ciumi kedua Bubu dan anehnya anak Macan itu tak risih bahkan anteng saja dalam pelukan Shena.


"Jangan pulang dulu ya, temenin aku, Ok."


Shena mendekap Bubu untuk mencari rasa nyaman yang sebenarnya ia butuhkan. Jika dulu ada Fajar sekarang ia bingung harus kemana untuk mengadu karna yang punya rumah aman justru yang membuat ia terluka saat ini, hanya saja Shena tak paham dengan yang ia rasakan meski sesaknya seolah menghimpit dada.


"Shena--," panggil Phiu yang sudah ada di depan pintu kandang.


Meski masih anak-anak, tapi Bubu punya kandang yang cukup luas agar bisa bermain dengan nyaman dengan Shena atau pengawasnya. Bukan Phiu tak muat masuk sana tapi Si Tutut Gajah itu tetap punya rasa takut.


"Iya, Hiu."


Shena keluar sambil membawa Bubu dalam dekapannya, sedang Phiu langsung menggeser langkahnya.


"Ada apa, Hiu?" tanya Shena yang masih gemas menciumi pipi kesayangannya.


"Mau anter Bubu pulang kapan?"


Shena langsung menoleh, ingin rasanya bilang tidak tapi ia sudah tahu sejak awal jika hewan itu hanya di pinjam buka di beli lalu menjadi hak miliknya.


"Harus cepet cepet?" tanya balik Shena yang langsung memasang wajah sedih namun begitu imut di mata Tuan besar Rahardian.


Senandung yang punya tubuh mungil dan ramping, seolah jelmaan boneka Barbie dengan rambut lurus sepinggangnya, terkesan manis dan cantik alami justru saat surai hitam itu terurai begitu saja.


"Iya, ini bukan tempatnya yang layak untuk Bubu, di tempatnya sana jauh lebih luas untuknya bermain," jelas Phiu yang mengusap kepala cucu mantu keduanya tersebut.


Memang benar yang di katakan Shena tapi rasanya tetap tak leluasa karna di tempat asal Bubu ada teman dan saudaranya yang lain, tempatnya yang luas di buat semirip mungkin seperti hutan agar tak menghilangkan nalurinya sebagai hewan buas saat kelak dewasa nanti.


"Ayo, katakan kapan kamu siap bawa pulang Bubu?" tanya ulang Phiu tanya di jawab celengan kepala oleh si cantik yang kini sedang merengut.


"Kalau Bubu di bawa pulang, harus ada gantinya buat temenin Shena ya?" pintanya mulai bernegosiasi.


"Kan banyak anak kucing Uncle," tawar Phiu, jangan ssmpai menantu dari putri sulungnya meminta yang aneh aneh lagi.


"Enggak, itu terlalu lucu gak tega suruh suruh kejar Lilin sama Elnya," jawab Shena yang kelewat jujur sampai Phiu bingung harus menjawab apa kecuali tertawa.


"Memang belum puas?" andai Si bungsu mendengar ucapan kakak iparnya barusan, sudah bisa di pastikan jika Lintang pasti akan mengamuk dengan kedua tanduk yang menjulang tinggi keatas.


#IyalahMenjulangMahKeAtas.


#KalauMelehoyKeBawah


"Kan Shena ada temennya kalau di jahilin mereka, ada yang bales sama lawan. Kalau sama Aa---, Shena cuma di bawa ke kamar," jawabnya kesal bercampur sedih.


Tentu, itu tak lebih karna Fajar tak ingin berurusan dengan dengan saudaranya yang memang sudah iseng dan jahil dari jamannya dalam rahim Bubun, diam dan pergi bukan berarti kalah hanya saja Fajar ingin istrinya tetap waras di tengah genjatan keisengan yang di berikan pada saudaranya tersebut.


"Semua sayang Shena, Abang Asha, Lilin dan El sayang Shena. Kami perduli dan tak mungkin melukaimu, paham?"


Wanita cantik itupun mengangguk tapi tak lama ia menggelengkan kepalanya, dan itu membuat Phiu mengernyit kan dahi tak paham dengan perubahan sikap Shena yang begitu cepat.


"Kenapa? Shena gak percaya kalau kami semua sayang, Shena?" tanya Phiu memastikan dan ia malah mengangguk.


"Siapa yang gak sayang?"


"Aa. Aa tuh gak sayang aku, gak sayang istrinya. Katanya cinta tapi pegang pegang perempuan lain," adunya pada Sang Tuan besar.


Phiu memang tahu tentang kedatangan Alina kemarin ke kantor Fajar bersamaan dengan Shena juga meski hanya berselang beberapa waktu. Tapi melihat sepasang suami istri itu pulang ke rumah utama dengan sikap wajar seperti biasa tentu di pikir Phiu semua baik-baik saja karna tahu juga karakter Shena yang penurut selama ini.


"Maksud kamu, Aa pegang Alina?" tanya Phiu yang tak percaya.


"Iya, kok Hiu tahu kalau ada istri gak jadinya Aa?" tanya Shena kesal.


"Hem, itu--- apa ya? bukan gak bilang tapi--."


.


.


.


.


Bu, ada yang nakal... JiLaT gih sana....



Tutut Gajah kena 🤣🤣


Shen, bilang Appa, aku mau dong di jilat ma dia 🤭🤭


Trserah mau yang Lili nanan atas bawah sambil aju undul utel utel juga siap 😂😂😂