Menikahi Janda Perawan ( Senandung Fajar)

Menikahi Janda Perawan ( Senandung Fajar)
Part 50


๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚


Aaaaaaaaaaaaah..


"Sakit, Hiks--," jerit Shena saat ia mendapat hukuman dari Fajar seperti biasa.


Ia yang merengut kesal sampai memanyunkan bibirnya yang ranum sedangkan Fajar malah tertawa menikmati ekspresi gadis di depannya saat ini.


Di banding dengan Tagor, tentu siksaan yang di dapat Shena jauh berbeda tapi ia tak pernah takut bahkan pasrah saat Fajar menggigitnya.


"Tanggung jawab, tiupin," pinta Shena yang tentu tak di tolak oleh Fajar. Ia yang memberi luka ia juga lah yang menyembuhkan.


"Sakit loh beneran," keluh nya lagi namun kali ini sambil tersenyum.


"Maaf, dan-- Terimakasih sudah datang," ucap Fajar yang rasanya tak percaya jika Shena nya sudah kembali tertawa, padahal ia ingat betul beberapa waktu lalu si JanCIL selalu menghindarinya.


"Aku takut, aku gak bisa tidur A', gimana kalau Aa meninggal?"


"Gimana?" tanya balik Fajar.


"Ya di kubur sih, cuma nanti aku sama siapa?" Shena yang duduk lalu bangun dan pindah ke samping Fajar, tentu sikapnya ini membuat pria yang baru saja mending langsung kaget.


"Jangan tinggalin aku ya, jangan ingkar janji. Aku gak suka." tegas Shena yang sudah meletakkan kepalanya di atas dada Fajar.


"Tentu, aku tak akan kemana mana, percayalah." pelukan hangat itu kembali mereka rasakan lagi setelah ada rasa asing sempat menyelinap di antara mereka.


Siapa sangka, otak Shena bisa sepintar ini, ia yang polos memang terkenal jujur tapi demi seorang Fajar dan demi bisa bersama, gadis itu rela berpura-pura sakit dari pagi hingga sore dan baru bilang mendingan setelah makan malam bersama di rumah utama. Ya, ia, Enin dan Abah memang masih disana sebab wanita baya itu sempat kambuh darah tingginya.


"Aa tahu gak? aku di kasih obat kecil tak pahiiiiit banget sama Bubun, katanya nanti Bubun kena omel Aa kalau tahu aku sakit. Gak boleh ya," kata Shena yang mulai bercerita sedang Fajar hanya memeluk sambil menciumi ubun ubun gadisnya itu.


Ada lima bagian tubuh yang wajib di cium oleh suami, berhubung mereka belum halal tapi Fajar sudah belajar dan berniat menerapkannya jika sudah berumah tangga kelak yang inginnya tentu bersama dengan Shena. Bagian bagian itu adalah Ubun-ubun, kening, pipi, punggung tangan dan telapak tangan. Tentu semua itu ada artinya dan bukan perihal napsu semata.


Selanjutnya adalah pipi. Bagian ini adalah yang terpenting karena ketika sang suami mencium pipi istri maka rasa kasih sayang istri akan semakin bertambah banyak kepada suami.ย 


Keempat bagian tubuh istri yang harus selalu mendapat kecupan suami adalah punggungย tangan istri tujuannya supaya istri bisa selalu menghormati suami.ย 


Terakhir adalah, bagian tangan yang mana saat suami mencium bagian tangan istri akan memberikan manfaat pada keikhlasan istri dalam melayani suami dalam setiap harinya.ย 


( kasih liat sama PakSu ya wahai emak-emak)


Semua di ceritakan oleh Shena selama di rumah utama termasuk kejahilan Lintang dan Abang Asha meski tak separah di waktu sebelumnya.


"Lama lama mereka ku tanem dalam tanah, ngeselin!" adu Shena, setiap cerita yang di lontarkan gadis itu tak luput dari tawa karna Fajar sambil membayangkan betapa lucunya Shena saat di jahili kedua saudaranya.


"El ada ke sana juga?" tanya Fajar.


"Ada, dia kok kaya buntutnya Lilin ya?" Shena balik bertanya dengan wajah serius, sangat di maklumi memang bagi orang baru melihat dua orang itu, meski aslinya Lilin sering geram tapi ia tetap sayang karna bagaimana pun El selalu mengikutinya sejak kecil.


"Kan mereka laki-laki, jelas ada buntutnya. Akupun ada, mau lihat?" bisik Fajar yang hidungnya mulai usel usel ke telinga Shena ( MERESAHKAN YA)


HATCHI.....


Kedua orang itu langsung saling pandang, Shena yang ketakutan semakin mengeratkan pelukannya.


.


.


.


Ampun, pAy.. buntut Aa ko' ini bukan lagi bahas buntutnya Buaya Cengeng