Menikahi Janda Perawan ( Senandung Fajar)

Menikahi Janda Perawan ( Senandung Fajar)
Part 63


🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Fajar yang belum aktif di kantor masih menghabiskan waktu dirumah bersama istrinya karna lusa adalah acara resepsi pernikahan mereka yang akan di gelar di Hotel mewah milik Fajar Sendiri.


Dan saat ini, ia baru saja sampai di rumah utama usai menjemput Abah dan Enin. Mereka akan tinggal di kediaman besannya itu hingga acara resepi sang cucu kesayangan selesai. Hal itu tentu saja sangat membuat Shena senang.


Ceklek


Fajar langsung ke kamar saat tak menemukan istrinya itu di ruang mana pun.


"Sayang, aku kira ikutan kumpul di ruang tengah," ucap Fajar sambil naik ke atas ranjang tempat dimana istrinya berbaring.


" Hem, ketiduran. Peluuuuuuuk," jawabnya dengan manja dan sedikit merengek.


Tentu, sikap manis dan menggemaskan Shena tak di sia siakan oleh Fajar yang kini tak bisa melihat istri nya itu menganggur. Ada saja yang di lakukan tangan dan bibirnya terhadap tubuh mulus sang istri yang begitu membuatnya candu hingga terbang melayang.


Mendapatkan istri polos ternyata jauh menyenangkan karna tantangannya lebih ke rasa sabar.


"Aku cuma minta peluk, bukan mandi, A'," kata Shena saat baju atasan dan penutup bongkahan daging kenyal nya di buang asal.


"Mandi keringet," jawab Fajar sambil tertawa dengan tangan masih aktif membuka sisa sisa pakaian di tubuh Shena dan dirinya juga.


Hingga, yang seharusnya terjadi pun terjadi. Bermain di dalam cangkang kerang sawah membuat Fajar menjadi lupa diri sebelum ia sampai di puncak Pelepasannya.


Rasa nikmat itu seolah tak ada tandingannya, pantas kakak dan adiknya bisa mencetak banyak anak karna memang seenak itu saat mengadon.


#NyienKueCucurMerenDiAdon..


.


.


.


Lantas, bagaimana kabar rumah utama?


Nyata nya tak lebih dari taman kanak-kanak jika saat sarapan dan selesai makan malam. Karna pada siang hari biasanya para biang rusuh sudah sibuk dengan tumpukan berkas yang harus mereka tanda tangani di kantor sebagai Presiden Direktur di Perusahaan masing-masing.


"Lagi?" tanyanya bingung karna kemarin kemarin sudah ia lakukan.


"Iya, ini yang terakhir. Nanti kalau ada yang kurang pas, mungkin kesempitan atau kelonggaran bisa di ubah lagi ukurannya," jelas Bubun, seperti biasa yang sudah sudah saat ia mengurus sendiri pernikahan dua jagoannya yang lain.


Beruntungnya, Wanita itu sangat dekat dengan para menantu jadi tak ada jarak dan rasa canggung saat keluar untuk berbelanja bersama.


"Biasa aja kayanya, Bun," Shena melihat dan memperhatikan tubuhnya sendiri.


"Enggak, kamu agak gemukan sedikit," timpal Bintang yang di iyakan oleh Rinjani juga, keduanya yang sering bersama tentu merasa jika ada yang lain pada Shena.


"Masa sih?"


Satu persatu di lihatnya orang-orang di meja makan. Ada yang mengangguk, ada yang hanya tersenyum, ada juga yang meledek siapa lagi jika bukan Lintang. Sedangkan sang suami seolah tak mendengar apa-apa, ia membuang pandangan karna apapun jawabannya nanti pasti SALAH..


"Aa! emang aku gemukan?" tanya Shena akhirnya.


"Hehe, iya, Sayang. Tapi tetep cantik kok," sahut Fajar yang mau mencium pipi istrinya tapi di tahan oleh Shena.


"Kenapa?"


.


.


.


Ini nih pasti karna Aa ngompa aku terus, iya kan?!



Ada yang mau ikutan pingsan bareng Lilin 😂😂


Sawan pasti dia denger drama kompa mengompa ala Si JanCil.. bukan utel utel lagi kaya Si Demoy 😂😂😂😂