Menikahi Janda Perawan ( Senandung Fajar)

Menikahi Janda Perawan ( Senandung Fajar)
Part 143


🍂🍂🍂🍂


"Ibu---."


Kali ini, Shena seolah terlempar ke masa lalu karna yang terlintas semuanya adalah masa di mana ia di jadikan alat piutang dari ayahnya sendiri. Menyedihkan memang, tapi ia tak bisa berbuat apa-apa karna saat itu hanya ada bapak satu satu nya yang ia miliki setelah tragedi kematian ibu dan kakak laki lakinya.


"Bu----,. tolong Shena. Shena takut," jeritnya dalam hati yang andai terdengar oleh orang lain tentu rasanya sangat menyayat hati.


Tapi tidak, wanita malang itu tak bisa mengeluarkan suara, kedua mata yang terpejam rapat hanya bisa mendengar suara laki-laki yang menyentaknya terus menerus untuk meminta Shena membuka mulut, tentu agar si daging tak bertulang tersebut bisa menerobos masuk.


Semakin lama cengkraman di rahang dan rambutnya yang sedang di jambak semakin sakit terasa, namun Shena masih tetap enggan menuruti apa yang di mau pria didepannya kini yang seolah itu adalah sang mantan suami meski jelas bukan sama sekali.


"Lo tuli ya cewek cantik?! lo buka mulut atau gua tampar sampe--," ucapnya geram karna napsunya sudah tak bisa di tahan apa lagi di kendalikan. Kepala si pria yang mulai pening membuat akal sehatnya hilang, yang ada dalam otak pria itu hanya bagaimana caranya lahar panasnya itu keluar dengan segera karna untuk penyatuan tubuh rasanya akan jauh lebih memakan waktu lama.


******Braaaak******...


Beberapa orang pria masuk ke dalam ruang ganti karyawan yang tak lama di susul juga oleh Fajar. Kedua mata ayah dua anak itu sampai membelalak besar saat melihat istrinya di perlakukan seperti budak pemuas napsu. Duduk dengan tubuh yang lemas, rambut di jambak keras dan rahang yang di cekram kuat sungguh itu sangat membuat Fajar sakit hati luar biasa dahsyatnya.


Wanita yang ia temani di dalam segala kondisi kini bahkan tak melihat kedatangannya.


"Shena--," panggil Fajar berbarengan dengan satu tetes air mata yang jatuh.


Ia hampiri ibu dari ZaRa dan XaRa itu untuk di peluk sambil memohon agar cepat membuka kedua matanya.


Melihat itu semua, Fajar tentu tak tinggal diam. Ia menoleh kearah Pria yang kini sedang habis di pukuli oleh pasukan Gajah.


"BaNgSaAaT!!" teriak Fajar yang melepas Shena dan langsung menghampiri orang yang berani menyentuh waniya halal nya tanpa izin.


Tatapan Fajar penuh dengan rasa benci dan amarah yang meluap lupa, suami mana pun tak akan tinggal diam saat melihat istrinya di lecehkan hingga tak sadarkan diri.


Berulang kali Fajar melayangkan pukulan hingga pria tersebut hampir pingsan karna tak bisa melawan sama sekali, tak cukup sampai disitu, Fajar bahkan dengan sangat kuat menginjak bagian inti tubuh yang sebelumnya di sodorkan dengan sangat paksa ke depan wajah dan mulut istrinya. Fajar kira, kejadian Shena dan Tagor akan jadi luka yang terakhir tapi nyatanya semua kembali lagi, ia saja sebegitu sakitnya lalu bagaimana dengan pemilik hatinya saat ini ?


"Gue pastiin lo akan mati setelah ini," ancam Fajar tak main main, pria lembut penuh kasih sayang itu akan terlihat sisi jahatnya saat miliknya di usik.


Fajar yang berjalan ke arah Shena memeluk kembali wanita itu, ia menangis sejadi jadinya saat tak juga ada jawaban dari sang istri.


.


.


.


"Bangun, Sayang. Aa takut."