Menikahi Janda Perawan ( Senandung Fajar)

Menikahi Janda Perawan ( Senandung Fajar)
Part 78


🍂🍂🍂🍂🍂


Jangankan Lintang, kakak kembarnya saja yang sudah berkenalan sejak tadi meringis ngeri saat Bubu mendekat dan mengaum di depan mereka jadi tak salah jika Si Bungsu kini berlari masuk kedalam. Beruntungnya hewan itu tak mengejar karna langsung di masukkan lagi kedalam kandang.


"Aa---," teriak Shena kesal saat Sang suami memberi perintah.


"Cukup! Ayo masuk," ajak Fajar sambil mengulurkan tangannya.


Mau tak mau, suka tak suka Shena pun menerima. Kini, pasangan suami istri beda karakter namun saling melengkapi itupun masuk kedalam rumah utama.


Kedua mata Shena langsung mengedar mencari sosok adik iparnya yang tadi berlari saat di dekati Bubu, padahal hewan lucu itu hanya ingin berkenalan tapi memang tampangnya saja yang tak bersahabat mungkin sudah terkontaminasi oleh cerita Shena tentang kejahilan Lintang selama ini.


"Lilin kemana A'?" tanya Shena.


"Paling ke kamar Phiu," jawab Fajar dengan tangan masih menggandeng istrinya, sebab akan lain lagi ceritanya saat Shena kembali lepas dari pengawasan sang suami.


"Terus kita mau kemana??"


"Kamar lah, Shena!"


"Kamar Phiu?" tanyanya lagi.


"Kamar mandi, Paham!" sahut pria itu dengan menahan rasa kesalnya.


.


.


.


Ceklek


"Etek, Lilin butuh etek Phiu!" ucapnya saat masuk kedalam kamar Sang Tuan besar Rahardian, hanya ia seorang yang berani masuk tanpa mengetuk pintunya lebih dulu sebab itu adalah tempat semedi nya sejak kecil.


Phiu dan Mhiu yang kaget semakin panik saat Lintang langsung memeluk pria kesayangannya tersebut.


"Ada apa, Lin?" tanya kedua pasangan baya itu penasaran dengan yang terjadi pada cucu kesayangan mereka tersebut.


"Ada anak Macan kejar kejar Lilin," jelasnya dengan napas tersengal, beruntung sakitnya tak kambuh.


"Phiu udah kenalan sama Si Anak Macan?" tanya Lintang.


"Orang itu di beliin Phiumu," sahut Mhiu.


"Pinjem, Bee," balas Phiu Samudera pada istrinya jika memang tak ada transaksi jual beli di dalam masalah tersebut, Bubu akan di kembalikan jika Shena sudah cukup bermain dengan hewan tersebut.


Dan mereka akhirnya kini harus siap mendengar rajukan dan ocehan Lintang. Kenapa dan ada apa Si anak Macan itu bisa ada di rumah utama. Alasannya hanya satu yaitu menuruti keinginan Shena, pengakuan Phiu tentu membuat hati Lintang serasa terbakar, ia di habisi oleh rasa cemburunya sendiri karena Shena adalah orang Asing bagi Lintang karna untuk El saja ia masih belum rela berbagi ketek.


"Phiu nakalin Lilin terus, masuk neraka gih sana sendiri," ucapnya yang jelas merajuk namun malah mengeratkan pelukan.


.


.


.


Di dalam kamar Shena di duduk kan di sofa depan TV oleh Fajar, ada yang ingin pria itu katakan menyangkut Si anak Macan.


"Bubu gak lama disini, karna ini bukan tempat yang cocok untuknya. Phiu hanya PINJAM untukmu main main sebentar, jadi jangan merajuk saat Bubu harus dikembalikan." tegas Fajar, dari sorot matanya tentu tak ingin ada bantahan.


"Kapan?"


"Entah, tapi yang jelas hanya beberapa hari disini," jawab suaminya tersebut. Tak ada jawaban apapun lagi dari Shena dan Fajar tahu jika istrinya pasti kecewa, karna yang ia lihat Shena begitu senang dan sudah mulai sayang pada Bubu.


"Iya, tapi jangan besok ya, seenggaknya sampai--," punya Shena dengan suara pelan.


"Sampai apa?" tanya Fajar.


.


.


.


Sampai Si Kutu Kupret rasain gimana capenya di kejar Bubu...