Menikahi Janda Perawan ( Senandung Fajar)

Menikahi Janda Perawan ( Senandung Fajar)
Season 2


🍂🍂🍂


Rencana akhir pekan untuk kerumah Abah dan Enin harus di ulur bahkan mungkin tak jadi sebab XaRa mendadak demam. Padahal, sebelum tidur ia baik-baik saja termasuk saat kedua orang tuanya mencium kening anak tersebut. Tapi, di waktu hampir subuh si sulung datang ke kamar mamah papahnya sambil menangis mengatakan jika adiknya begitu rewel.


"Adek-- adek gak apa apa kan?" tanya Shena yang panik dan itu terlihat jelas di wajahnya serta tangan yang tak lepas menggenggam.


"Kamu tenang ya, kan udah minum obat. Kita biarin Adek tidur lagi," jawab Fajar sambil mengusap punggung Shena, meski hanya sedikit ingatan yang kembali tapi ikatan bathin sebagai seorang ibu tentu tak akan pernah terkikis.


"Mau temenin adek," tolak Shena yang menepis tangan suaminya saat Fajar mengajaknya ke kamar mereka.


"Yakin? mau disini?" tanya Fajar yang di iyakan dengan anggukan kepala.


Fajar yang melihat ke arah jam, ternyata waktunya untuk mereka sarapan, sedang ZaRa entah sudah berapa kali menguap karena masih mengantuk, itu sebab tidurnya terganggu mulai dari sang adik yang menangis hingga datangnya dokter ke kamar si kembar.


"Kakak mau ikut tidur kaya adek juga?" tanya Fajar.


"Iya, mimpinya kan tadi belum selesai, udah di Cut Cut sama adek noh," adanya kesal sambil merengut.


Mendengar itu, Fajar dan Shena tertawa kecil. Meski kembar identik tapi jika urusan sakit mereka tak pernah berbarengan, jika ZaRa duluan berarti XaRa akan menyusul, begitulah seterusnya, mungkin mereka tahu kondisi orangtua nya yang seperti apa.


"Ya udah, bobo lagi ya, Papa mau keluar dulu. Kakak di temani Mama," kaya Fajar yang di iyakan dengan mata yang setengah terpejam.


Fajar mencium ketiga bidadari dunianya dengan lembut penuh kasih sayang, lalu bergegas keluar dari kamar. Karna si kembar kembali tidur, jadilah Fajar yang akan membawa sarapan untuk nya dan Shena ke kamar.


.


.


.


Pintu di buka oleh Fajar yang ternyata tak sendiri saat kembali, ada dua bocah keturunan Buaya cilik dan kuncen akhirat.


"Dia bobo noh," bisik anak Lintang pada sepupunya yang menangguk pelan.


Mereka yang berdiri di tepi ranjang tak berani berisik, karna bukan hanya XaRa yang tidur tapi juga ZaRa yang begitu terlelap melanjut kan mimpi nya.


"Kalian bener gak mau sarapan sama Uncle?" tanya Fajar pada kedua keponakan nya itu.


"Enggak, mahu sini aja temenin ciwi ciwi bobo." Fajar yang mencibir malah membuat keponakan nya itu tertawa kecil karna harus di tahan jangan sampai XaRa dan ZaRa terbangun.


Percaya jika mereka tak akan menganggu, Fajar pun mengajak Shena ke sofa untuk sarapan, awalnya wanita itu tak mau tapi saat di rayu akhirnya menurut juga. Ia yang makan masih sering di suapi bukan karna manja hanya Fajar memang senang melakukan hal tersebut, sebab Shena akan jauh lebih banyak makannya jika langsung dari tangannya. Walau sedang menikmati sarapan bersama, tapi bukan berarti Fajar dan Shena tak memperhatikan para bocah di ranjang apa lagi saat mendengar suara Cekikikan yang menggelitik di telinga.


"Kamu siiiiih," kata anak Bintang dan Angkasa.


"Apa? aku apain?" sahut yang di tuduh tak terima.


.


.


.


Ajakin Adek main Neraka Nerakaan, panasnya nempel kan di jidat nya noh!!!