Menikahi Janda Perawan ( Senandung Fajar)

Menikahi Janda Perawan ( Senandung Fajar)
Season 2


🍂🍂🍂🍂🍂


Permintaan ZaRa tempo hari saat adiknya sakit membuat Fajar terus merasakan kegalauan, andai hubungan ranjang pasangan suami istri itu baik baik saja tentu masalah tersebut tak akan menjadikan hati Fajar resah kebingungan.


Tapi sayangnya, ia dan Shena tak lagi melakukan penyatuan tubuh sejak si kembar berusia 7 bulan, bisa di bayangkan selama apa Fajar menahan hasratnya untuk di tuntaskan di tempat yang semestinya. Sebagai pria dewasa dan normal pastinya itu sangat berat di lalui, Fajar sering mengalihkannya ke hal lain agar napsu itu menepi lebih dulu sebelum ia benar-benar tak tahan dan harus menuntaskan nya seorang diri di kamar mandi, bukan dengan wanita lain meski begitu banyak yang menggoda.


"Mau gak ya kira kira? masalahnya itu takutnya dia inget semua yang pernah terjadi, sia-sia selama ini kalau sampai Shena balik sakit lagi," gumam Fajar yang duduk seorang diri di balkon kamarnya.


Ia sengaja kembali ke kamar saat melihat Shena sedang bersama yang lain, ia biarkan itu semua agar sang istri jauh lebih berani berada di tengah-tengah orang banyak mengingat sebentar lagi ZaRa dan XaRa akan masuk ke sekolah taman kanak-kanak.


"Huft, di coba bisa gak ya," Fajar membuang napas kasar, ia yang menyandarkan kepalanya di sofa dengan kedua mata terpejam sampai tak sadar jika wanita yang sedang di bayangkan itu kini sudah ada di sampingnya.


"A', kok tidur disini?" tanya Shena.


Tak hanya suaranya yang mengagetkan tapi juga sentuhan tangannya yang berada di atas paha yang langsung membuat Fajar mengerjap.


"Sayang--, kamu disini, anak anak mana?" tanya Fajar sambil menoleh kearah dalam kamar.


"Di bawa kak Bintang ke luar sebentar," jawab Shena.


Seolah menjadi angin segar, pria itu tersenyum kecil sembari meraih tangan Shena dari atas pahanya. Tatapan mata yang saling bertemu membuat hasrat Fajar tiba-tiba bergejolak hingga tanpa aba aba ia mencium pipi Shena yang mulus.


"Aa--." Shena yang kaget sampai memerah kedua pipinya karna malu sebab biasanya pria itu selalu mencium kening bukan pipi apa lagi bibir.


"Aku mencintaimu," ucap Fajar yang menangkup wajah Shena dengan kedua tangannya yang lembut di rasa.


Shena hanya mengangguk sambil tersenyum, ia yang ingin berhambur masuk kedalam pelukan Fajar malah di tahan tubuhnya.


"Boleh aku mencium bibirmu?" izin Fajar lebih dulu karna kesiapan Shena adalah yang paling utama.


Jari telunjuk sang suami yang ada di bibirnya membuat Shena merasakan hal lain yang ia tak paham itu apa. Namun malah reflek memejam kan kedua matanya.


Seolah mendapat lampu hijau dari wanita halalnya itu, Fajar langsung menyerang bibir manis merah muda yang beberapa tahun ini tak ia nikmati.


Hanya sebatas menempel, sebab Fajar ingin tahu dulu bagaimana reaksi Shena saat dua daging kenyal itu saling bersentuhan. Tak merasa ada pemberontakan dan isak tangis yang di dengar, Fajar mulai menyeSsap pelan dan ******* lembut bibir Shena yang baru ia rasai.


"Shena suka? gak takut ya," bisik Fajar yang senangnya bukan main.


Shena yang masih kaget dengan apa yang ia rasakan barusan hanya mengangguk.


.


.


.


Enak A', mau lagi dong...



Ada yang kenal Akash?


mampir ya, Cucunya si Mpet nih, dia nongol di rumah sebelah ya bareng sama Chia 🤭🤭