Menikahi Janda Perawan ( Senandung Fajar)

Menikahi Janda Perawan ( Senandung Fajar)
Season 2


🍂🍂🍂🍂🍂


ZaRa yang antusias ingin menyuapi sang mama tak kalah dari adiknya, XaRa pun yang sudah selesai di dandani oleh Bubun buru buru mengambil sendok untuk ikut menyuapi sang pemilik surga mereka.


Si kembar yang begitu pengertian tak pernah banyak menuntut, karna keduanya sudah banyak di limpahi kasih sayang dari yang lain.


"Adek mauuuuu," rengek Si bungsu yang ingin dekat juga dengan mamanya.


Shena yang melihat kedua anaknya sedikit berdebat pun hanya bisa mengepal tangannya kuat kuat sembari menutup mata rapat.


Fajar yang sadar akan hal tersebut langsung menarik tubuh istrinya agar bisa di peluk, Shena yang tak bisa mendengar dan melihat keributan di depan matanya pasti langsung Down.


"Kakak sama Adek mau suapin kamu, gak apa apa ya, buka sedikit mulutnya, Ok," bisik pelan Fajar.


Shena yang mengangguk pun mau sedikit membuka matanya, tangan yang tadi mengepal keras kini berangsur terlepas namun bergetar hebat, reaksi seperti ini tentu tak aneh bagi Fajar yang hampir 24 jam bersama.Ia tak lagi sibuk di kantor demi sebuah pekerjaan, karna prioritasnya kini hanya keluarga yaitu Shena, ZaRa dan XaRa. Ia tak memikirkan perusahaan pun tak akan membuatnya jatuh miskin.


"Suapin mama pelan pelan ya," pinta Fajar pada si kembar yang di jawab dengan anggukan kepala secara bersama.


"Butain dulu mulutnya," ujar XaRa yang menggemaskan.


Fajar dan Bubun yang mendengar itu pun tak bisa menahan tawa. Mereka tahu jika sang Mama tak seperti Aunty Bintang dan Aunty Rinjani.


Shena yang melihat kearah suaminya, seolah sedang melempar tanya, sedangkan Fajar langsung paham meski wanita halalnya itu tak bersuara.


"Gak apa-apa, anak anak cuma mau suapin kamu."


Tatapan yang tadi ke arah sang suami, kini beralih pada dua anaknya yang memiliki paras cantik dan manis.


Hampir 4 tahun usia mereka, selama itu juga Shena melewati tumbuh kembang nya yang sangat berharga karna itu adalah masa keemasan anak anak.


"Ayo, Mamaaaa--," rengek XaRa lagi yang sudah mendekatkan sendok ke mulut mamanya.


Shena yang sudah mendapat persetujuan dari Fajar pun membuka mulut, dan itu membuat si kembar senang termasuk suami dan ibu mertuanya.


Suapan demi suapan secara bergantian ZaRa dan XaRa lakukan untuk sang Mama sampai kue yang di atas piring kini tandas tak tersisa.


.


.


.


Bubun yang membawa si kembar main ke luar kamar kini hanya menyisakan Shena dan Fajar saja. Mereka memang selalu menghabis kan waktu berdua hanya demi kesembuhan Shena yang harus dengan sabar di rangSang ingatannya meski kadang ada rasa ingin menyerah juga dalam diri Fajar, ia ingin membiarkan Shena dengan keadaan yang sekarang tapi tetap ada rasa tak rela jika kenangan mereka terlupa begitu saja. Apalagi, rumah utama nampak sepi tak ada lagi kegaduhan yang di buat oleh menantu kedua Lee Rahardian tersebut.


"Kalung Bubu?" tanya balik Shena yang dijawab anggukan kepala.


Bubu yang kini semakin besar, memang belum di pertemukan dengan Shena. Entah apa reaksi wanita itu jika melihat hewan berbulu putih tersebut karna Shena pastinya tak lupa jika macan putih adalah hewan buas.


"Iya, Shena tahu Bubu kan?"


Shena yang diam langsung menoleh kearah dinding dimana ada figura besar yang terdapat fotonya dan Bubu sedang berpelukan di halaman belakang.


"Bubu--," ucapnya lagi pelan namun ada senyum kecil di ujung bibirnya.


"Bubu yuk, main sama Bubu disini, gak mau keluar, takut orang jahat," ucap Shena yang masih trauma jika ada orang asing atau berada di tempat baru.


"Mau ketemu Bubu? Shena gak takut?"


Wanita itu pun diam tak menjawab seakan sedang berpikir, ia hanya tahu Bubu tapi belum ingat semua kenangan bersamanya.


Tapi Fajar tak pernah memaksa karna rasa nyaman adalah yang paling utama


.


.


.


"Nih, punya kakak," ucap ZaRa saat bonekanya di smbil oleh XaRa padahal mereka punya masing-masing meski dengan warna berbeda.


"Injeeeeeeem, bentalaaaaaan!" rengek si bungsu tak mau kalah.


"Adek kan punya ih!" tolak kakanya yang tetap mempertahankan apa yang jadi miliknya.


Semua mata kini memandang pada dua anak gadis kecil yang sedang berebut, hingga datang lah salah satu sepupu mereka sambil berkacak pinggang.


.


.


.


Diem gak? ntal bilangin Papih ya buat masukin kalian ke NELAKA....