Menikahi Janda Perawan ( Senandung Fajar)

Menikahi Janda Perawan ( Senandung Fajar)
Season 2


🍂🍂🍂🍂


ZaRa dan XaRa yang mendapatkan ancaman dari sepupunya itu langsung diam, mereka tentu tahu apa itu Neraka karna mendapat cerita dari Enin yang sering mendongeng sebelum dua Tuan putri itu tidur.


"Nda mau, nda masuk Nelaka! kamu aja sana," ucap ZaRa sambil memeluk adiknya yang kedua matanya sudah berkaca kaca.


Bocah yang umurnya tak jauh dari si kembar pun hanya berdecak kesal lalu pergi menghampiri Ayah, ia bermanja di sana seolah sang kadal hanya miliknya seorang.


"Jangan nangis, Ntal kita bilang ke Bubun ya, bial di lebus," rayu ZaRa pada adiknya yang mengangguk dalam pelukan.


Kedua nya pun kembali bermain dengan boneka masing masing tanpa berebut lagi hingga Bubun datang membawa cemilan untuk semua pasukan nya.


"Aku manaaaaaaaa?" teriak hasil keringat Bintang di Angkasa.


"Ini, ini kan udah punya satu satu, di wadah milik kalian masing-masing," jawab Bubun.


Jika tak begitu, tentu pasukan Buaya kadal akan berebut hingga salto. Jadi, semua cucu sudah punya tempatnya sendiri sendiri untuk wadah makan dan cemilan, karna wanita paruh baya itu cukup tahu diri jika yang di hrusnya bukan satu dua anak saja.


"Huft--," napas berat di hembuskan Ayah saat ia duduk di samping istri tercinta.


Bubun yang menoleh pun langsung tertawa karna baru sadar dengan penampakan suami nya yang lagi dan lagi selalu luar biasa.


"Ish, kalau di dandanin gini kenapa gak satu warna sih?" kekeh Bubun yang menghapus kelopak mata Ayah dengan tisue.


Ada warna merah, hijau dan biru di bagian kanan, dan hitam semua di bagian kiri, siapa pun pasti akan tertawa melihat hasil karya buatan anak si LinChi yang menggemaskan itu.


"Untung kamu dulu gak hamil lagi ya, Bun. Dari tiga jagoan aja Abang begini loh," ucap nya yang dulu padahal memaksa ingin sekali punya amajy perempuan, tapi semua itu gagal di Acc oleh mak othor.


.


.


.


Sedang kan di dalam kamar, Fajar yang baru selesai mandi berdua dengan Shena kini sedang menyisir rambut wanita itu. Tantangan terbesar baginya yang seorang pria dewasa dan normal yang belum bisa menikmati lembah hangat sang istri hingga sekarang, bukan tak mau hanya saja ia tak berani.


Biarkan Shena nyaman dengan keadaan seperti ini, jangan kan untuk penyatuan tubuh karna untuk cumbuan pun belum di lakukan lagi oleh Fajar. Ia hanya mendaratkan bibirnya di kening yang itu pun kadang kala membuat Shena terlonjak kaget.


"Sudah cantik," puji Fajar saat Shena sudah berbalik badan.


"Aku cantik?" tanya nya yang malah tersipu malu.


"Iya, Shena, ZaRa dan XaRa semuanya cantik ya," sahut Fajar yang lalu meraih tangan istrinya untuk ia genggam dengan cukup erat.


Kedua mata sepasang suami istri itu kini saling bertemu, hangat dan teduh di rasa dari hati masing masing seolah tak ingin berkedip karna telalu berarti untuk dilewati.


.


.


.


Banyak di luaran sana yang lebih dari kamu, tapi yang aku butuh kan cuma kamu. Ya, hanya kamu yang bisa menjadi kan aku tetap aku...