Menikahi Janda Perawan ( Senandung Fajar)

Menikahi Janda Perawan ( Senandung Fajar)
Part 79


🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Fajar yang tahu istrinya masih punya satu keinginan hanya bisa membuang napas kasar. Di turuti salah tak di turuti semakin salah karna bahagianya Shena teramat sederhana, ia tak butuh barang mewah, Jalan-jalan atau makan enak, cukup main main dengan apa yang ia inginkan saja sudah membuatnya tertawa lepas maka itu Fajar seolah sulit untuk berkata tidak.


"Deketin aja, jangan suruh Bubu kejar kejar ya, nanti barang di rumah utama pecah. Kan Shena tau kalau disini banyak barang lama kepunyaan Oppa, Appa dan PapAy," jelas Fajar sembari memberi pengertian yang memang tak bisa berkata keras pada wanita halalnya tersebut.


Fajar tak ingin ada luka baru dalam hati istrinya, sudah cukup rasanya Shena hidup dengan penuh kekurangan, kurang harta dan yang lebih parah kurang kasih sayang dan perhatian. Belum lagi saat puncak masalah yang ia hadapi ketika di nikahi oleh Tagor, sakitnya ikut di rasakan padahal mereka tak pernah kenal. Hanya mendengar cerita saja sudah mampu membuat hati pria itu ikut tersayat pedih.


Kini, tugas Fajar tinggal membahagiakan Shena, memberi apapun yang tak pernah di dapat wanita itu, melimpahinya bukan hanya dengan materi tapi yang paling penting adalah cinta.


"Nanti di bersin in ya kalau senggol senggol?" tanya Shena.


"Iya, mau? di gentayangin mereka, hem?"


"Enggak ih, mau ngumpet di Aa aja," sahutnya sambil mengeratkan pelukan.


Shena tahu pasti, jika hanya Fajar satu-satunya yang bisa membuat nya aman dan nyaman.


.


.


.


Kini, penghuni rumah utama sudah berkumpul di ruang makan, tak ada yang terlewat termasuk Lintang dan Angkasa yang baru tahu jika ada anak Macan datang hari ini sebagai tamu.


"Masukin Neraka aja, Lin," ledek Angkasa sambil tertawa saat mendengar adik bungsunya itu di kejar Si Bubu.


"Phiu tuh, mau Lilin masukin," jawabnya yang masih saja kesal.


Sedang Sang Tuan besar Rahardian hanya tersenyum simpul sebab baginya rajukan Lintang sangat menggemaskan.


"Wih, gak salah denger nih, Phiu mau di masukin ke Neraka? Lilin sendirian dong di Culuga?" timpal Rain yang menurutnya ini adalah keputusan di luar dugaan Sang kuncen Akhirat.


Lilin tak menjawab, bagai buah simalakama ia jadi bingung sendiri hingga berkali-kali melirik kearah Phiu.


"Diem! Lilin telen nih ya!"


Gelak tawa di ruang makan cukup menggema terutama Si kembar tiga, seperti itu terus hingga rasanya semua tak ingin cepat berlalu dari generasi ke generasi. Karna ajaran mereka hanya satu dan selalu sama, yaitu jangan pernah mengabaikan saudara dan keluarga.


Makan malam yang selalu di iringi obrolan pun masih membahas tentang Si anak Macan asuhan Shena, semua tertawa meski ada rasa takut dan ngeri juga jika hewan buas itu tiba tiba keluar dari kandang.


"Bubu itu lucu, coba aja main sama dia," ujar Shena saat yang lain ketakutan termasuk suaminya sendiri


"Lucu dari mana, kalau tuh tangan di gigit bisa putus, Dung," sahut Angkasa.


"Masa? kok Shena gak percaya ya. Buktiin yuk," ajaknya sembari menantang dan itu tentu mengundang gelak tawa lagi dari yang lain, sungguh ajaib wanita itu yang tak ada takutnya pada Si Buaya cilik.


"Dih, OGAH!"


"Itu kan ada pengawasnya, kalian gak perlu takut. Masih bagus Shena minta anak Macan, bukan emaknya Macan," sahut Phiu yang saat mendengar curhatan cucu mantunya tak berpikir dua kali untuk meminjam hewan itu dalam beberapa hari kedepan.


"Nah iya juga sih," jawab Ayah Keanu yang sempat di buat Syok dengan kelakuan menantunya tersebut.


"Kaum mendang mending, gak sekali minta Raja Hutan?" ledek Rain, ia sempat khawatir dengan para keturunan Si ireng juga Si madu jika satu ruangan dengan Bubu terlalu lama, bisa bisa para anak angkatnya itu jadi santapan nikmat Si anak Macan.


"Nah, boleh tuh. Kalau Bubu pulang, aku minta singa ya, Hiu," mohon nya pada Sang Tuan besar Rahardian sambil memberikan jurus andalan, yaitu raut wajah menggemaskan yang membuat orang lain tak kuasa untuk menolak, kecuali berteriak secara bersamaan.


.


.


.


.


Shenaaaaaaaaaaaaaa---,