Menikahi Janda Perawan ( Senandung Fajar)

Menikahi Janda Perawan ( Senandung Fajar)
part 105


🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Lagi lagi Shena mendadak ingin yang aneh aneh, makanannya yang memang belum di sajikan akhirnya di bungkus karna Fajar memaksa ingin segera membawa wanita itu ke rumah sakit, ada satu hal yang membuat pria tampan tersebut sangat penasaran.


"Daun pisangnya doang, gak sama pisangnya?" tanya Shena.


"Kan cuma buat bungkus, Sayang."


"Iya, tapi mau sama buahnya juga, kalau bisa jangan yang bengkok ya," pintanya lagi yang tak di jawab oleh Fajar.


Pria itu menarik tangan Shena keluar dari ruang makan menuju pintu samping yang bisa langsung tembus ke garasi mobil. Disana, kendaraan mewah sudah berjejer rapih karna para penghuni rumah utama sudah pulang dan kembali dari aktifitas mereka masing masing.


"Ngapain sih, A'?" tanya Shena penasaran setelah Fajar menelepon pihak rumah sakit, ia bisa melakukan hal tersebut karna kali ini i perjalanan mereka di antar oleh salah satu supir.


Fajar harus mengabari tentang kedatangannya tersebut agar saat ia sampai disana tentu semua sudah di persiapkan.


"Periksa kamu," jawab Fajar.


"Aku kenapa? bukannya aku baik baik aja ya?" tanya balik Shena yang bingung sendiri.


Fajar masih diam karna pikirannya kini sudah melayang kemana mana, ingin menebak tapi ia takut kecewa, sedangkan ia tak kuasa lagi untuk tahu apa yang terjadi pada diri istrinya akhir akhir ini yang bertingkah sangat aneh luar biasa.


Seperti perintahnya tadi saat di rumah, kini ia membuka bungkusan nasi goreng yang hanya di masak dengan bawang. Fajar mulai menyuapi Shena sambil mendengarkan wanita itu bercerita atau sesekali mengeluh, untungnya kali ini ia makan dengan lahap tanpa ada drama mual dan muntah yang sempat terjadi saat di kantor, atau juga nasi yang hari di jepit di ketek Phiu lebih dulu.


"Udah, kenyang," tolak Shena sambil menggelengkan kepalanya, ia juga menghindar saat Fajar merayu untuk di habiskan.


Kini, tak terasa mereka sudah sampai, Fajar turun lebih dulu lalu mengulurkan tangannya saat Shena juga hendak keluar dari mobil.


"Gak di suntik kan?"


"Gak, tar di suntik nya sama Aa ya," jawab Fajar.


"Aa dokter?" ledek Shena yang sebenarnya hanya menyindir tapi hanya di balas senyum kecil saja.


Keduanya berjalan menuju salah satu lantai dengan di antar seorang perawat, tujuan mereka langsung ke ruang Dokter Obgyn sesuai yang di perkirakan oleh Fajar.


"Selamat malam, Tuan dan Nona," sapa Dokter muda dengan kaca mata yang bertengger di batang hidungnya yang mancung.


"Selamat malam, Dok."


"Apa ada keluhan dari Nona?" tanya Dokter, sedang yang di tanya malah melirik ke arah sang suami yang sedang menatapnya juga.


"Ada, banyak banget," jawab Shena yang mendadak ketus sampai Fajar heran lalu mengernyitkan dahinya.


"Bisa tolong jelaskan apa saja keluhannya, Nona," pinta sang dokter yang serasa ruangannya kini malah mencekam.


.


.


.


Aa nih, suka cerita ceritain Bubu ke perempuan lain, pegang pegang perempuan lain, deket sama sama perempuan lain, kesel!!!



Bukan itu Dung Dung Pret 😭😭😭..


Salah woy jawabnya 🙄


Btw, gk jadi libur Up karna di do'ain kalian.. Haturnuhun ya, 🥰🥰