Menikahi Janda Perawan ( Senandung Fajar)

Menikahi Janda Perawan ( Senandung Fajar)
Part 80


🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Satu minggu berlalu, Shena lupa dengan inginnya pulang ke rumah Abah dan Enin hingga akhirnya kedua orang itu yang datang kerumah utama demi melepas rindu. Shena benar-benar fokus pada Si Bubu sampai betah berlama-lama di kandang anak Macannya tersebut. Bahkan, saat Sang suami harus pulang telat bukan di waktunya saja ia tak melayangkan protes sama sekali.


"Kutu kupret mana ya, tumben gak dateng. Apa dia udah di kasih tau sama Lilin?" gumam Shena sambil mengelus Bubu, anehnya hewan buas itu bisa langsung menempel bak seekor anak kucing.


"Nanti kamu keburu pulang, kan gak seru kalau Si kutu kupret gak di kejar kejar kamu ya, Bu."


Shena membuang napas kasar karna terselip rasa kecewa sebab satu lagi si biang rusuh tak kunjung datang padahal biasanya pemuda tampan itu sering bolak balik, jika bukan mampir sebelum berangkat kuliah ia justru datang sepulang kuliah meski hanya numpang makan saja.


Dan ternyata tak hanya Shena sebab Lintang pun merasa tak adil jika hanya ia yang di kejar selama Bubu ada di rumah utama.


"Ish, anak cantik kok ngelamun?" tanya Bubun yang tiba-tiba datang dan duduk di sebelah menantunya tersebut.


"Bubun, kaget ih aku."


"Besok ikut Bubun ya, Bubun mau belanja jadi dari pada kamu di rumah sendiri mending ikut Bubun."


"Kak Bee belum pulang juga? Kak Jani mau pergi lagi besok?" tanya Shena tentang kedua iparnya tersebut.


"Iya, mereka masih sibuk. Shena ikut Bubun ya, kan ada Pak Iwan yang jaga Bubu, satu hari gak main sama Bubu gak masalah dong," ucap Nyonya besar Lee tersebut.


"Satu hari?"


Bubun tertawa, menantunya itu masih saja aneh tentang kebiasaan mertuanya tersebut. Padahal sejak kapan Bubun Embun Shoping dalam hitungan satu dua jam saja.


Bubun pun mengangguk tapi Shena malah tersenyum lebar sedikit di paksakan hingga deretan gigi putihnya terlihat hampir semua.


"Hem, Aa kemarin pulang malam, Bun. Untung ada Bubu yang nemenin," adu Si mantan JanCiL yang jarang sekali terjadi.


"Aa mulai sibuk, kan baru masuk kantor lagi. Ayah dan Abang malah sering ke luar kota dan negeri. Sabar ya," ucap Bubun sambil mengusap punggung menantu keduanya tersebut. Ia tahu jika wanita kesayangan putranya tersebut belum terlalu paham dengan pekerjaan suaminya yang seorang pengusaha, yang kadang tak jelas jam pulangnya atau tiba-tiba harus pergi hari itu juga.


"Kalau Aa sibuk terus, Bubu jangan di pulangin ya."


"Kamu minta sama Phiu kalau itu, kan Phiu yang bawa Bubu kemari," jawab Bubun yang tak bisa ambil kuasa hal tersebut.


Shena langsung merenggut sedih, ia tak akan punya mainan lagi jika hewan itu dibawa pulang. Sedangkan ia tak pernah berminat berbelanja seperti mertuanya karna kepalanya akan langsung pusing di tawari banyak barang yang kadang ia bingung sendiri kegunaannya.


Dan obrolan dua wanita itu berhenti saat mendengar teriakan seseorang yang di hapal oleh Shena dan Bubun.


Jika Bubun panik dengan suara jeritan, lain hal dengan Shena yang baru sadar jika Bubu nya tak ada di dekat nya sekarang.


.


.


.


.


Hus... Hus.... sana pergi.. El belom clulut clulut tau!!!